
Keara sibuk di depan laptopnya. ia mulai mengisi rubrik mingguan. ponselnya bergetar nomor yang tak di kenal. Keara keluar ruangan dan mengangkat panggilan itu. sebuah suara yang tak dikenalnya. mengancam akan menghancurkan keluarganya. Keara lemas, ia mengira orang yang menelponnya adalah suruhan tuan Bram. Keara menyelesaikan pekerjaannya dan izin pulang lebih awal. ia pontang panting menuju rumah. sesampainya di rumah ada lima orang laki-laki berbadan tegap mereka berpakaian serba hitam dengan senjata di tangannya. perabot rumah di hancurkan. ayah babak belur memeluk ibu dan Cecil. Keara yang baru saja tiba langsung di sergap dan di pukul wajahnya. bibirnya terluka dan berdarah, bagian mata sebelah kanan juga terluka. saat salah seorang lelaki itu akan memukul Keara Hyuk dan dua anak buahnya datang.
"Lepaskan dia".Kata Hyuk datar.
Gerombolan lelaki bertubuh tegap itu terkejut dan beringsut menyingkir.
"Kami dapat perintah untuk menghabisi mereka".
"Siapa yang menyuruh kalian".
"Tuan Ma yang menyuruh kami. karena Dewan Bestari sudah menghianati tuan Ma. dengan tidak memberi informasi penting tentang perusahaan Bramantyo!". Hyuk menyeringai.
"Habisi mereka". Lagi-lagi Hyuk berkata dengan datar dan dingin. Keara bergidik ngeri dengan lelaki itu. dua orang anak buah Hyuk maju menghajar gerombolan bersenjata itu. Hyuk pun turun tangan. baku hantam terjadi. saat salah seorang akan memukul Keara dengan vas bunga yang cukup besar, Hyuk berjongkok di depan Keara dan vas itu menghantam keras di kepala bagian Belakang Hyuk. darah segar menetes dari hidung Hyuk. Keara yang memejamkan matanya segera membuka mata dan memandang wajah didepannya. wajah itu tetap tenang seolah tak terjadi apa-apa dengan dirinya. Keara menggerakkan tanganya mencoba menyentuh wajah Hyuk. Hyuk menghentikan gerakan Keara.
"Jangan salah mengerti, ini adalah balasan dari kebaikan mu pada ku". Hyuk kembali berdiri ia membenarkan dasinya dan merapikan jasnya. mengelap darah di hidung dengan saputangannya. ia menghajar gerombolan tadi tanpa ampun. bahkan dari mereka tak terlihat bangun lagi. semua ketakutan termasuk Keara. Hyuk berjalan mendekati Dewan Bestari dan melemparkan sebuah kartu berisi alamat rumah.
__ADS_1
"Bawa keluargamu tinggal disana. kupastikan kalian aman". Hyuk melangkah pergi di iringi dua anak buahnya. ia sama sekali tak melirik Keara. seperti biasa gadis itu hanya bisa melihat punggung tegap itu berjalan semakin menjauh dari pandangannya.
***
Bram memanggil Hyuk ke ruangannya. Hyuk merapikan diri mengganti stelan jasnya dan membersihkan wajahnya yang sedikit terluka karena melindungi Keara.
"Ya tuan".Hyuk berdiri di depan meja kerja Bram.
"Bagaimana?"
Bram menyeringai. ia sudah menduga musuhnya bukanlah abal-abal.
"Bagaimana dengan Dewan dan keluarganya?".
"Mereka sudah pindah ke rumah yang tuan berikan".
__ADS_1
"Bagus, kau boleh kembali. wakili aku dalam meeting siang nanti".
"Baik tuan". Hyuk memundurkan langkahnya dan bersiap pergi meninggalkan ruang kerja Bram.
"Hyuk". Bram menghentikan langkah Hyuk.
"Kau mencintai gadis itu, Keara?".
"Tidak tuan".
"Pergilah". Bram tersenyum. mana mungkin kau tidak menyukai gadis itu tapi kau mati-matian membela dan melindunginya. persoalan wanita kau sama bodohnya dengan ku, gumam Bram.
epilog.
Bram membuka video dari ponsel anak buah Hyuk. mereka sempat merekam beberapa perkelahian di tempat Dewan Bestari. terlihat juga Hyuk yang dihantam Vas bunga karena melindungi Keara. Bram hampir terbahak melihatnya. tapi ia menjaga wibawanya di depan anak buah Hyuk.
__ADS_1
"Dasar Bodoh!".