
Setelah kenyang makan bakso, Balqis mengajak Aksa untuk pergi ke Mall. Mereka berkeliling di Mal dan memasuki toko baju Syari.
"Mas, liat deh ini bagus gak?" tanya Balqis sambil memegang baju syari berwarna hitam. Kerudungnya panjang sampai di bawat lutut sedangkan baju untuk yang cowok, baju muslim pendek
"Bagus yank." Jawab Aksa.
"Aku mau beli ini ya mas." Ujar Balqis.
"Boleh."
Balqis pun meminta karyawan yang ada di situ untuk mengambil baju yang ada di manekin dan meminta untuk di bungkus. Setelah itu, Balqis pun mencari baju lagi dan mereka melihat ada baju kembar yang sangat bagus.
"Mas, kalau ini cocok gak sih buat Axel dan Alexa?" tanya Balqis.
"Cocok sayang." Jawab Aksa tersenyum.
"Iya udah aku mau beli ini juga ya buat mereka. Aku kan gak pernah ngasih hadiah tu buat Axel dan Alexa." Ujar Balqis.
"Iya sayang, terserah kamu aja." Ujar Aksa.
Balqis pun tersenyum, ia merasa bahagia memiliki suami seperit Aksa yang selalu menuruti keinginannya. Setelah itu, Balqis memanggil karyawan lagi untuk mengambilkan baju kembar itu dan setelah itu Balqis dan Aksa berjalan menuju kasir.
__ADS_1
"Berapa semuanya mbak?" tanya Balqis.
"Satu juga tujuh ratuh lima puluh ribu." Jawab mbak kasir.
Aksa pun mengambil salah satu kartu yang ada di dompetnya dan memberikannya kepad kasir. Setelah selesai mereka pun cabut untuk jalan jalan lagi.
"Mahal juga ya bajunya." Ujar Balqis
"Karena kainnya bagus sayang. Baju couple punya kita aja itu 999.0000 hampir satu juga sedangkan punya Axel dan Alexa lumayan murah cuma 751.0000. Kalau beli yang kainnya jelek mungkin murah cuman ya itu cepet rusak. Sudahlah jangan di bahas, toh aku juga masih mampu kan beliin itu buat kamu." Ujar Aksa yang gak mau di ambil pusing karena jujur selama ini baju yang ia pakai pun harganya di atas satu juta semua karena sebenarnya Aksa kurang tertarik dengan baju murahan. Tapi sejak menikah, Aksa pun tak lagi memilah milih. Memang harga baju itu ada yang bahkan lima belas ribu sampai jutaan. Tergantung kualitas dari kain tersebut bagu apa gak nya dan juga tergantung merek.
"Setelah ini kita langsung pulang atau gimana?" tanya Aksa yang melihat istrinya cuma diam.
"Emmmmmm ke rumah Bunda aja dulu ya. Soalnya kan juga mau ngasih baju buat Axel dan Alexa." Ujar Balqis.
"Iya udah ayo mumpung belum Maghrib." Ucap Aksa melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah lima lewat lima belas. Alias jam lima kurang 15 menit atau jam 4 lewat 45 menit.
Mereka pun segera pergi ke parkira mobil.
Setelah mereka berada di dalam mobil, mereka pun langsung meleset ke rumah Balqis yang tak jauh dari Mall itu. Mungkin sekitar 25 menitan.
Sepanjang jalan, Balqis dan Aksa berbincang bincang masalah mereka akan menetap di mana.
"Mas menurutmu gimana? Kita tinggal di sini aja atau di tempat papa?" tanya Balqis.
"Kayaknya di sini aja sayang. Toh di sini kamu juga punya keluarga kan? Aku juga berasal dari sini. Masalah orang tua kita, kita bisa ke sana kapan aja yang kita mau. Lagian dengan kita jauh dari mereka, kita bisa belajar mandiri." Jawab Aksa.
__ADS_1
"Kamu yakin mas?" tanya Balqis.
"Iya aku yakin. Lagian kalau kita pulang ke sana lagi, terus gimana dengan rumah kamu. Sayang sekali kan kalau gak ada yang nempati. Kalau di jual juga eman, itu kan rumah banyak kenangannya antara kamu dan mamamu. Aku juga takut jika tinggal di sana, saya takut Inez akan menggoda aku lagi dan mengganggu rumah tangga kita." Ujar Aksa.
"Iya sudah jika itu mau kamu. Kita menetap di sini aja. Kamu bisa kerja di tempat papa. Papa juga punya beberapa bisnis di sini dan kamu bisa menempati posisi itu. Nanti aku akan bilang ke papa." Ucap Balqis.
"Oke makasih sayang, aku janji gak akan mengecewakan kamu dan papa. Aku juga akn membuka usaha sendiri agar kita mempunyai banyak usaha dan nanti kita bisa berikan untuk anak dan cucu kita agar mereka kelak bisa mewarisi semua bisnis yang kita punya dan yang kita kelola." Ujar Aksa.
"Kenapa kamu gak coba bergabung dengan Mas Adzriel aja?" tanya Balqis.
"Enggak sayang, aku ingin berdiri di kaki aku sendiri tapi aku akan jadikan Adzriel sebagai motivasi buat aku. Untuk sementara waktu, aku akan membantu papa untuk mengelola bisnis yang ada di sini sambil berusaha untuk buka bisnis baru." Jawab Aksa.
"Aku doakan semoga semua usahamu berjalan dengan lancar mas. Aku percaya kamu bisa." Ujar Balqis.
"Makasih sayang, terima kasih untuk semuanya. Doa dan dukungan dari kamu sangar berarti buat aku." Ucap Aksa.
"Dan cinta serta kasih sayang kamu jauh berarti untuk aku mas." Ucap Balqis tersenyum.
"Aku akan selalu menyayangi dan mencintai kamu apapun yang terjadi." Ujar Aksa tersenyum.
Dan Balqis pun sangat terharu dan bahagia mendengarkan ucapan suaminya.
Hingga tak terasa mereka pun sudah sampai di depan rumah Zahra dan Adzriel.
__ADS_1