
Sementara , di kingdom IT raii tengah melihat berkas lain yang Ahyar bawa . Setelah baru saja selesai mengadakan banyak pertemuan dengan klien dan meeting rapat di kantor
" Kapan pertemuan nya ? " Ucap raii
" Besok . " Seru ahyar
" siapkan segalanya " ujar raii
" Ya .. " sahut Ahyar dingin
Raii berjalan , " sudah selesai kan . kita pulang " ucap raii
Ahyar hanya berjalan beriringan dengan raii menuju loby
Mereka pun pergi ..
Di dalam mobil raii menatap Ahyar dengan begitu dingin nya tak mengalihkan pandangan nya
" Kenapa ! " Ucap Ahyar melihat kaca spion
" Selama bertahun-tahun kita kerja bareng baru kali ini gua liat mood lu kaya gini "
" Ck , tapi lu gak perlu khawatir karena gua tetep proposional dengan kerjaan "
" Cih , gua tahu itu .. " ujar raii
Mereka pun akhirnya tiba di toko bunga qayla ,
Raii berjalan masuk kearah toko dan melihat di Depan pintu toko dengan tulisan " close " , lalu raii membuka pintu dan masuk
Lifah yang mendengar suara pintu terbuka pun menyeringitkan alisnya ,
" aihh maaf toko kami sudah tutup sebaiknya Tolong di baca baik-baik tulisannya ! " seru lifah menoleh raii yang berdiri diam
" Oh , kau rupanya " sambung lifah
" Di mana qayla ? " Seru raii mencari sudut keberadaan qayla
" Istri mu di dalam ... "
Raii pun langsung berjalan pergi
" Ck , ck , Dasar bucin " gumam lifah geleng-geleng kepala
Tak lama sosok yang raii rindu-rindukan dan di cari-cari sudah ia nampak di Depan matanya
Qayla menoleh , " ouh Raii " seru qayla melihat raii
Raii tersenyum memeluk erat tubuh qayla lalu meletakan wajahnya di bahu qayla melupakan segalanya untuk sementara , ia merasa lelahnya seketika hilang setelah Bertemu dengan istrinya .
Qayla pun perlahan membalas pelukannya lalu menepuk-nepuk lembut tubuh belakang raii , " ada apa ? " Seru qayla
" tidak ada aku hanya sangat merindukan istri ku ini seharian " ujar raii
Melda yang menyaksikan kemesraan yang tengah terjadi pun akhirnya angkat bicara ,
" heum maaf menganggu sebelum di lanjut , sebaiknya aku bergabung dengan lifah kali yah " ucap Melda tersenyum lalu akhirnya pergi menghampiri lifah yang tengah bermalas-malasan rehat di depan
Sedangkan qayla merasa malu menundukkan wajahnya , " eum memalukan sekali " gumam qayla
Raii tersenyum kecil , " ternyata istri ku ini sangat pemalu ya , kita kan sudah halal jadi tidak perlu malu sayang " seru raii melihat qayla
" bagaimana hari mu ? " Tanya qayla
" uwah Sangat luar biasa , " lirih raii
" Aku tahu kau sangat menyukai pekerjaan mu tapi jangan terlalu keras kau juga perlu melakukan hal- hal yang membuat mu merasa bahagian "
" Kau mau tahu apa yang membuat ku merasa bahagia "
" Apa ? "
" Berada sepanjang detik , menit , jam , hari dan malam berada di dekapan tubuh istri ku ini " bisik raii
" Aih , dasar tuan mesum .. " gumam qayla memukul dada bidang raii
" Haha .. haha .. haha " tawa raii manis menatap qayla , " kita pulang ? " Seru raii
" Eung .. " angguk qayla
Kini raii , qayla , Melda dan lifah pun sudah berada di luar toko . Dengan Ahyar yang sedang di luar mobil dengan sabar menunggu , pandangan Ahyar menatap jauh Melda yang menggunakan pakaian pagi tadi ia pilih di mall.
" Pas sekali , " batin Ahyar
" Aku duluan ya .. " ucap lifah bergegas menuju mobil Ahmad
__ADS_1
" Iyah hati-hati lif " sahut qayla dan Melda
" Mel , mang Dadang belum jemput ?" Tanya qayla
" Mang Dadang lagi gak bisa jemput qay , jadi aku pulang naik taxi "
" Kalau gitu Bareng dengan kita saja Mel , seru qayla
" Iyah kau bisa ikut dengan kami , Ahyar akan mengantarkan mu. " sambung raii
Melda melirik sekilas kearah mobil yang akan di naik qayla , " terimakasih tawaran nya tapi aku pulang dengan taxi saja " , taxi , taxi .. " ucap Melda memberhentikan taxi
" Kalau begitu , aku duluan yah . Sampai ketemu besok qay .. " seru Melda menaiki taxi secepat mungkin lalu pergi
" buru-buru sekali " gumam qayla melihat taxi yang di naikin Melda
Dengan hal yang sama pula Ahyar hanya menatap datar taxi itu ..
Sementara qayla menangkap Ahyar yang Tengah menatap kepergian taxi yang di naikin Melda
" Mungkin dia memang sedang buru-buru .. " seru raii menggenggam tangan qayla lalu mereka pun juga pergi ,
Qayla diam-diam melirik kearah Ahyar yang tampak begitu datar dan serius menatap lurus ke depan mobil , lalu menatap raii .
" Eum , Ahyar apa bisa tolong hidupkan radio nya ? " Seru qayla
Ahyar langsung menghidupkan tombol radio tanpa sekata patah pun hingga tiba di kediaman raii ,
" Terimakasih .. " ucap qayla
" Ehm " angguk ahyar langsung memutar kan mobil nya pergi ,
Raii pun langsung memboyong qayla masuk , seperti biasa mereka bersih-bersih dan qayla turun untuk membuat makan malam bersama intan . Lalu setelah selesai dengan hidangan makanan malam , ia pun ke atas untuk memanggil raii tapi sesampainya di kamar qayla mendapati raii yang merebahkan tubuhnya di kasur tetapi dengan pandangan mata menatap dinding Langit kamar ,
Qayla menghampiri nya , " ada apa ? , Apa yang sedang kau pikirkan ? " Gumam qayla melihat raii
Kini raii menatap wajah qayla " Aish , seenggak baiknya kah moodnya sampai setengah hari ini ia begitu . Wajah tanpa ekspresi nya membuat ku benar-benar terganggu sepanjang setengah hari ini , mood jelek apa yang sampai membuat dia seperti itu " ucap raii
" eumm apa mungkin ia cemburu , Kau bilang perubahan sikapnya setelah ia kembali dari mengantar ibu kan " ujar qayla memasang wajah menggemas kan tanpa ia sadari
" Cemburu sayang ? " Tanya raii yang begitu gemas melihat qayla lalu menarik lembut tubuh qayla di dalam pelukannya ke kasur ,
" Sebaiknya kita duduk saja , kita kan akan makam malam " seru qayla
" Biarkan seperti ini saja sayang .. " Gumam raii mempererat pelukannya ia merasa semakin nyaman memeluk tubuh istrinya itu sambil mengelus-elus rambut qayla
" Benarkah ? "
" Eung .. " angguk qayla
" bocah itu berani sekali " sahut raii
" Ahyar menghentikan langkah kaki nya dan mendengar semua percakapan Melda dan anak muda itu , jadi apa mungkin perubahan sikapnya karena itu ? . "
Raii tersenyum lepas karena ia merasa sudah terpecahkan , " ternyata cinta itu mampu membuat seseorang menjadi tidak normal ya "
Qayla menyeringitkan alisnya ..
" Cinta mampu membuat seseorang yang seperti aku dan ahyar bisa merasakan yang namanya cemburu , itu benar-benar perasaan yang sangat tidak normal dan sangat menjengkelkan melihat orang yang kita cintai dengan orang lain . mereka berdua begitu gengsi untuk mengakui perasaan mereka satu sama lain dan mereka masih menyangkal tentang perasaan mereka masing-masing , "
" Lalu kita harus bagaimana mana ? , "
" Bagaimana apanya sayang " seru raii semakin mempererat pelukannya sambil memejamkan mata
" Anak muda itu ia begitu agresif bahkan lebih terlalu nekat dari pada mas Haris , jadi bukankah akan sulit untuk Ahyar "
" Itu malah bagus sayang , kita biarkan waktu yang berbicara . Dan kau tidak perlu khawatir " kata raii tersenyum
" Eum , Kalau begitu sekarang kita turun makan malam "
" Posisinya sudah nyaman sayang , enggan rasanya untuk bangkit " ujar raii masih tak ingin beranjak
" Ayoo , kau harus makan untuk menambah energi tubuh kita .. ,"
" Uwah sayang aku gak makan juga energi ku masih kuat ko untuk melahap mu semalaman ini " seru raii tersenyum manis
" Ai dasar mesum , tubuh mu itu juga butuh asupan energi kembali setelah seharian bekerja . Jadi ayoo tolong cepat bangun , " ujar qayla
Raii tertawa , ya tampak begitu jelas kebahagiaan yang raii rasakan begitu juga dengan qayla perlahan ia begitu nyaman dengan semua perlakuan hangat raii ,
" Raii .. " Gumam qayla
" Ehm " sahut raii masih nyaman dengan posisinya
" apa kau juga menginginkan hadirnya seorang anak ? , " qayla terlintas mengingat kala perbincangan kedua mertuanya yang menginginkan hadirnya seorang cucu , ya lebih tepatnya keluarga Nugraha memang berharap kalau qayla bisa hamil . Seru qayla melihat raii
__ADS_1
Raii spontan menatap qayla ..
"kenapa tiba-tiba menanyakan itu sayang ? , " seru raii mendadak serius
" Ah hanya ingin menanyakannya saja , " gumam qayla
" Hmm , yasudah kalau begitu ayu kita pergi makan malam . " Ucap raii tanpa menjawab mengalihkan pembicaraan mengulurkan tangannya
Qayla masih melihat kedua mata raii mencoba mencari tahu jawaban tapi tak berhasil ia tahu .
" Baiklah .. " jawab qayla menerima uluran tangan raii lalu mereka turun makan malam ,
***
Sementara di sebrang sana Melda sedang duduk sendiri di halaman belakang berteman secangkir teh setelah selesai makan malam ,
" Mel .. " seru suara membuyarkan keheningan
" oh ayah " gumam Melda menoleh lalu tersenyum
" Kenapa duduk di sini sendiri ? " Tanya sang ayah
" Lagi kepingin ajah ayah , " jawab Melda
" Kamu mau cari yang seperti apa lagi si Mel ? , Semua kamu tolak , oke deh ayah bisa paham kalau kamu menolak mereka karena ternyata alasan kamu sudah memiliki pacar . Ayah akan maklum dengan alasan itu tapi ini apa sayang bahkan kamu menolak mereka semua tanpa alasan yang logis . Sampai-sampai sosok seorang Haris yang mampu bertahan menghadapi sikap kamu sampai sejauh ini saja dia akhirnya menyerah juga . Haris adalah pria yang baik sayang , jauh melihat dari semua kekurangan , ia memiliki kelebihan yang lebih dari cukup . Lalu apa lagi yang membuat mu menolaknya ? , Bahkan ayah juga tahu dia mencintai kamu . "
~ Flashback di restoran yang cukup ternama ..
" Malam ris , "
" Malam om , silahkan . Maaf ya om menganggu waktu nya "
" Gak ko , memang apa si yang mau kamu sampaikan sepertinya penting , " ujar Ayah Melda sambil menyeruput kopi
Haris tersenyum , " tidak terlalu begitu penting si om , Haris cuma mau berpamitan ajah "
" pamit ? , Kemana ris ? , "
" Haris mau meninggalkan kota ini om , "
" Loh kenapa ? , Bukannya kamu lagi jalanin proyek besar di sini , "
" Soal itu Haris sudah membicarakannya dengan papah om , "
" Apa Melda yang meminta mu untuk pergi ? , "
Kini Haris melihat kearah ayah nya melda , tersenyum kecil , " bukan ko on , Haris memang harus pergi om . "
" pasti Melda yang memintanya kan ris , Melda itu benar-benar " gumam ayah
" bagaimanapun di sini Melda tidak salah ko om , karena dari awal pertemuan kita ia memang sudah bilang tentang hubungan ini kedepannya bahkan ia sangat terbuka tentang penolakannya namun sayangnya saya lah yang sudah terlanjur jatuh hati dengan nya , saya memutuskan pergi karena saya tahu alasannya kenapa . Mungkin takdir tak mengarah pada kita , cinta itu harus dua pihak yang memiliki perasaan yang sama bukan hanya satu pihak saja . Jujur saya sama sekali tidak menyesal bisa bertemu dengan Melda dan juga kelurga om . Tapi saya memang harus pergi om ,"
" Padahal besar harapan om kalau kamu dengan Melda karena di antara yang lain cuma kamu yang mampu bertahan sejauh ini ris , om akan coba obrolin ini dengan Melda lagi "
" itu suatu kehormatan bagi Haris , om kita juga perlu menghargai keputusan Melda ." seru Haris tersenyum
" Om gak mau kamu pergi cuma karena anak om , jangan ris ."
" Om , kadang kala pergi adalah solusi terbaik karena saya tahu sekarang , lusa , dan seterusnya jawaban Melda . Saya pergi karena saya ingin mencoba melepaskan perasaan saya itu harus saya lakukan dan melihat melda bahagia bersama seseorang yang lebih dulu mengisi hatinya , "
" Melda tahu mengenai hal ini ? "
" Haris akan memberitahu kan nya nanti om , tapi Haris minta om jangan memberitahu ini dengan Melda dulu ya . hmm Haris mau berterimakasih untuk semua nya dan terimakasih sudah di terima dengan baik di keluarga om . " Ucap Haris terlihat mencoba tanpa beban meski sebenarnya ini terlalu sulit
" Om , yang mau berterimakasih karena sudah kuat dan sabar menghadapi Melda dan semoga di mana pun kau pergi nantinya selalu di pertemukan dengan orang-orang baik , "
Ayah Melda pun memeluk Haris , "Hati-hati ya " ucap nya
" Iya , tentu om . " Sahut Haris .
End flashback .
" Maaf ayah , maafkan melda karena lagi-lagi membuat ayah kecewa , lagi-lagi Melda mempermalukan ayah di depan rekan bisnis ayah karena Melda terus menolak pertemuan yang ayah dan rekan bisnis ayah inginkan , maaf tapi Melda memang tidak bisa ayah . Karena Melda bukan orang yang tepat untuk mas Haris . Melda tahu mas Haris dan anak-anak rekan kerja ayah lainnya adalah pria yang baik , Melda juga tahu ayah mempertemukan Melda dengan mereka karena tidak mungkin ayah mempertemukan Melda dengan orang yang tidak baik . Untuk mas Haris Melda minta maaf , "
" Mau sampai kapan Mel ? , " Ujar sang ayah melihat kearah putri semata wayangnya itu
" Beri Melda waktu ayah , tidak akan lama karena Melda akan mengakhiri nya . " Seru Melda , kalau gitu Melda kekamar ya . Ujar Melda pergi kekamar ,
***
-
-
-
__ADS_1
... Jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻...