
Setelah sampai rumah, Axel dan Alexa pun segera pergi ke kamar Balqis.
"Assalamu'alaikum tante, tante udah bangun?" tanya Alexa sambil masuk ke kamar Balqis yang kebetulan gak di kunci.
"Waalaikumsalam. Iya sayang, tante udah bangun. Kamu dari mana? Tadi tante nyariin kamu sama Axel tapi gak ada di rumah." Ujar Balqis yang tubuhnya masih terasa lemah, entah karena apa. Ia sendiri tak tau, kenapa tubuhnya jadi lemah seperti ini.
"Anu tante, tadi saya sama Kak Axel beli ini buat tante." Ucap Alexa sambil memberikan kresek yang ia pegang.
"Apa ini sayang?" tanya Balqis sambil mengambil kresek itu dari tangan Alexa.
"Bukan aja tante." Jawab Alexa tersenyum.
Balqis pun membuka kresek itu dan betapa kagetnya dia ketika ia tau apa isinya.
"Kenapa isinya test pack semua sayang?" tanya Balqis tak mengerti.
"Iya soalnya aku berfikir mungkin tante sedang hamil sekarang mengingat tadi tante sempet muntah muntah saat sarapan pagi." Jawab Alexa ramah.
"Ya Allah sayang, bahkan tante sendiri pun gak sampai kefikiran kalau tante ini hamil. Baiklah tante coba dulu ya dan terima kasih sudah beliin tante test pack. Nanti uangnya tante ganti ya." Ujar Balqis.
"Gak perlu di ganti tante, aku ikhlas kog. Lagian aku kan sudah numpang di rumah tante, tante udah baik banget. Jadi aku ingin balas kebaikan tante."
"Makasih ya sayang, tapi tante tetap akan mengganti uang kamu. Iya udah tante masuk kamar mandi dulu ya. Kamu tunggu di sini jika penasaran hasilnya gimana."
"Iya tante."
Balqis pun segera masuk ke kamar mandi dan membawa 3 test pack saja sedangkan Alexa dan Axel duduk di kursi yang ada di kamar Balqis.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Balqis pun keluar dengan wajah yang sangat ceria.
"Gimana tante?" tanya Alexa dan Axel bersamaan.
"Alhamdulillah, ternyata tante hamil sayang." Jawab Balqis tersenyum sambil menunjukkan 3 test pack sekaligus yang semuanya menunjukkan garis dua.
"Alhamdulillah, kalau gitu nanti malam tante bisa minta om untuk pergi ke dokter kandungan. Tante harus memeriksakan kehamilan tante."
"Iya sayang, makasih ya atas perhatian kalian sama tante. Tante sayang kalian berdua."
"Iya tante, kami juga sayang tante. Tante lebih baik istirahat aja, orang hamil kan harus banyak banyak istirahat. Kami mau ke kamar dulu."
"Iya sayang, sekali lagi makasih ya." Ucap Balqis yang bangga mempunyai keponakan seperti mereka berdua.
"Iya tante sama sama."
__ADS_1
Sore harinya tepat jam lima sore, Aksa pun sudah pulang. Dia segera masuk rumah namun entah kenapa rumahnya sepi bak kuburan. Aksa berulang kali ucap salam namun tak ada satupun yang menjawab. Aksa mencoba mencari di setiap kamar tapi juga tak ada bahkan semua asistennya pun juga gak ada. Aksa pun mulai kebingungan, namun saat ia melihat taman belakang, ada banyak balon yang beterbangan. Dan tiba tiba.....
"Surpriseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee." Ucap mereka bersamaan.
"Wau ada apa nih?" tanya Aksa kaget melihat mereka semua berkumpul jadi satu dan ada kue di tengah tengah mereka.
"Gak ada apa apa sih, cuma pengen memberikan kejutan aja." Jawab Balqis sambil menghampiri semuanya.
"Tumben?" tanya Aksa yang memang tak biasanya ia mendapatkan kejutan seperti ini.
"Kamu gak senang?" tanya Balqis.
"Senang dong." Jawab Aksa sambil memeluk istrinya dan mengecup kening istrinya.
"Kejutan apa lagi?" tanya Aksa penasaran.
"Tutup dulu dong matanya."
"Oke, oke." Aksa pun menutup matanya dan Balqis mengambil test pack yang ia sembunyikan di saku bajunya.
"Sekarang buka matanya." Ujar Balqis. Aksa pun membuka matanya dan melihat benda berbentuk persegi panjang.
"Apa nih sayang?" tanya Aksa karena memang ia tak mengerti dan belum pernah tau kayak apa itu test pack.
"Ini test pack sayang. Tadi aku di beliin sama Alexan Axel." Jawab Balqis.
"Terus kenapa?" tanya Aksa.
"Lihat ini garisnya ada berapa?" tanya Balqis sambil menunjukkan garis yang ada di test pack tersebut.
"Ada dua."
"Nah artinya bentar lagi kamu akan jadi ayah." Ujar Balqis.
"Maksudnya kamu hamil?" tanya Aksa.
__ADS_1
"Iya sayang." Jawab Balqis tersenyum.
"Benarkah?"
"Iya."
"Alhamdulillah akhirnya bentar lagi aku akan jadi ayah. Makasih sayang." Ucap Aksa memeluk Balqis lagi untuk kedua kalinya.
"Hemhem." Ujar Axel karena risih melihat orang berpelukan di depan matanya.
"Eh, maaf." Ucap Aksa yang langsung melepaskan Balqis dari pelukannya.
"Gak papa pelukan tapi jangan di depan kami dong, kami ka jadi malu sendiri." Ujar Alexa.
"Hehe iya sayang, maaf ya. Om lupa kalau ada kalian semua." Ujar Aksa tersenyum bahagia.
"Gak papa, santai aja om. Oh ya by the way selamat ya om." Ucap Axel.
"Iya om, selamat atas kehamilan istri om. Aku sangat bahagia." Ujar Alexa.
"Selamat ya tuan." Ujar asisten rumah tangga mereka.
"Terima kasih semuanya. Oh ya ayo kita rayakan hari kebahagiaan ini dengan makan makan sampai puas." Ucap Aksa karena melihat ada kue dan juga berbagai macam makanan di atas meja.
Axel dan Alexa pun langsung mengambil piring kecil dan mengisinya dengan berbagai macam kue begitupun degnan semua asisten yang ada di situ. Sedangkan Aksa hanya mengambil beberapa kue saja dan menyuapi sang istri.
"Mas, nanti antarkan aku ke dokter kandungan ya setelah habis sholat maghrib." Ujar Balqis.
"Iya sayang." Jawab Aksa tersenyum.
Aksa dan Balqis sangat sangat bahagia karena akhirnya apa yang mereka inginkan selama ini sudah terkabulkan dan bentar lagi mereka akan menjadi orang tua.
__ADS_1