
Setelah mendapat ancaman itu, Inez pun berfikir apa yang harus ia lakukan? Ia hanya bisa berdiam diri di rumah karena ia takut orang orang di luar sana akan terus menerornya. Setelah berfikir agak lama, akhirnya ia pun mengambil sebuah keputusan. Untuk meninggalkan rumah ini beserta isinya. Bahkan Inez juga akan meninggalkan semua barang barangnya. Ia juga akan mengganti hp nya dan juga akan membuang kartu yang ia pakai selama ini lalu membeli kartu yang baru.
Inez juga menjual mobilnya dengan harga yang sangat murah agar segera cepat laku dan setelah itu ia membeli mobil lagi dengan harga yang sangat murah. Toh yang penting mobil itu bisa di gunakan kemanapun ia pergi. Setelah semua beres, Inez pun segera pergi keluar kota di mana tak ada satupun orang yang kenal dengan dirinya. Inez juga membatalkan semua orang yang menyewa tubuhnya untuk memenuhi nafsu mereka, Inez juga mengembalikan uang yang sudah terlanjur di transfer sama mereka. Sedangkan pendapatannya yang sudah ia dapat selama kerja di sini akan ia gunakan untuk bertahan hidup di kota orang.
Untuk sementara waktu, Inez tak akan mengganggu rumah tangga Aksa, tapi kelak ia pasti akan kembali karna ia tak akan menyerah begitu saja. Ia tak akan membiarkan mereka bahagia di atas penderitaannya. Inez akan melakukan cara apapun agar Aksa bisa kembali padanya.
Setelah kepergian Inez, Axel dan Alexa jadi gelisah karena mereka berdua tak bisa memantau keberadaan Inez karena mereka tak bisa melacak di mana kini Inez berada. Tapi Axel dan Alexa cukup lega melihat Inez sudah pergi dari rumahnya. Tapi walau begitu, Axel dan Alexa tetep harus waspada karena mereka tak pernah tau apa yang sedang di rencakan oleh Inez.
"Ka, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Alexa.
"Entahlah aku juga tidak tau. Yang penting tetep harus waspada jangan sampai tante itu melakukan hal hal yang di luar nalar. Kita juga harus mengingatkan Om Aksa dan Tante Balqis untuk selalu berhati hati."
"Iya, kakak benar. Terus kapan kita ke rumah tante?"
"Mungkin nanti setelah habis sekolah." Jawab Axel.
"Oke, aku setuju."
Setelah itu, mereka pun segera mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Tadi pagi setelah sholat shubuh mereka langsung buka hp karena ingin tau apa yang di lakukan Inez tapi betapa kagetnya mereka saat melihat Inez sudah tak ada di rumah bahkan semua barang barangnya di tinggal begitu aja. Hp nya juga sudah gak akttiv.
Selesai mandi dan sholat dhuha, mereka langsung pergi ke ruang makan, di mana Adzriel, Zahra dan Aulia sudah menunggu kedatangannya.
"Maaf." Ucap Axel dan Alexa karena menyadari kesalahannya yaitu datang terlambat.
"Gak papa sayang. Iya sudah ayo makan bareng."Jawab Aulia tersenyum.
Setelah itu mereka pun makan sambil sesedikit berbicara agar suasana menjadi asyik dan menyenangkan.
"Nanti pulang sekolah, Axel dan Alexa mau ikut omman lagi?" tanya Aulia.
"Gak omma, soalnya aku dan Alexa mau ke rumah tante Balqis." Jawab Axel ramah.
"Lho ngapain ke sana lagi sayang?" tanya Zahra heran karena kedua anaknya itu seringkali ke sana setiap tidak ada lez bahakn jika hari libur mereka memilih untuk menginap di rumah Balqis.
"Gak papa umy, aku dan Alexa hanya ingin main aja. Gak papakan?" tanya Axel.
"Gak papa sayang, umy malah senang kalian berdua bisa akrab sama tante dan om." Jawab Zahra tersenyum.
"Tapi kalau kesana jangan pakai tangan kosong. Sesekali belikan makanan atau buah buahan. Malu jika tiap kesana gak pernah bawa oleh oleh." Ujar Adzriel.
"Iya aby, nanti aku akan beli oleh oleh sebelum pergi kesana." Jawab Axel.
"Emang mau beli oleh oleh apa kak?" tanya Alexa sambil menyuap nasi ke dalam mulutnya.
"Entahlah, aku juga belum tau. Cari aja nanti." Jawab Axel yang sudah menyelesaikan makanannya dan segera minum segelas susu putih.
"Beli aja salad buah sama coklat." Ujar Zahra memberikan mereka ide.
__ADS_1
"Ah, ya umy benar. Kita beli aja coklat dan salad buah kak." Ucap Alexa bersemangat.
"Apa perlu umy buatkan?" tanya Zahra.
"Gak usah umy, biar kami aja nanti yang beli di toko." Jawab Axel karena ia tak ingin membuat Zahra kelelahan, bagaimanapun dia sekarang sedang mengandung adiknya.
"Baiklah, nanti hait hati ya di jalan." Ujar Zahra.
"Kalian ke sekolah mau di antar aby atau pakai sopir aja?" tanya Adzriel.
"Pakai sopir aja aby, seperti biasa. Kami kan sudah besar jadi harus bisa madiri." Jawab Axel tersenyum.
"Baiklah putra dan putri aby emang yang palint pintar dah." Puji Adzriel. Sedangkan Aulia hanya tersenyum melihat keromantisan dan keakraban keluarga putra semata wayangnya itu. Kelak jika Allah sudah memanggil dirinya, Aulia tak perlu lagi merasa sedih dan hawatir karena kini ia bisa melihat sendiri bahwa keluarga yang di bina oleh putranya itu sudah bisa melewati berbagai macam masalah dan kini mereka bisa bahagia. Walau kelak, mereka mendapatkan masalah lagi, Aulia percaya mereka pasti bisa melaluinya dengan baik.
Setelah selesai makan, Zahra pun membantu suaminya menyiapkan semuanya dan setelah itu mengantarkan suaminya sampai depan rumah.
"Hati hati ya sayang di rumah. Kalau ada apa apa telvon aku." Ujar Adzriel sambil mencium kening istrinya.
"Iya, mas juga hati hati ya di jalan. Kalau sudah sampai kantor, langsung chat aku biar aku gak hawatir."
"Iya sayang, pasti. Aku berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah mencium tangan suaminya, Adzriel pun segera masuk ke dalam mobil dan pergi menuju tempat kerjanya sedangkan Zahra kembali ke dalam untuk membantu putra dan putrinya menyiapkan apa aja yang mau di bawa ke sekolah.
"Axel, Alexa sudah siap belum?" tanya Zahra lembut.
"Sudah umy." Jawab mereka berdua.
"Alhamdulillah seelsai juga akhirnya. Untunglah semua makanan masih ada sisa jadi bisa di bawa Axel dan Alexa. Bagus juga ternyata kalau di tata seperti ini." gumam Zahra tersenyum. Setelah selesai ia menutup kedua bekal itu dan menaruhnya di kantong plastik yang agak tebal.
"Sayang, ini bekalnya." Ujar Zahra sambil memberikan bekal itu kepada Axel dan Alexa.
"Ini punya Alexa yang berbentuk hellokitty dan ini punya Axel." Ucap Zahra memberikan satu persatu kepada mereka.
"Makasih ya umy. Sekarang kami berangkat dulu soalnya sudah agak siang." Kata Axel sambil menaruh bekal itu ke dalam tasnya agar tidak ribet.
"Iya sayang hati hati ya." Ujar Zahra tersenyum.
"Iya umy." Jawab mereka bersamaan.
Setelah mencium tangan Zahra dan tak lupa ucap salam, mereka pun segera masuk ke dalam mobil di mana sang sopir sudah menunggunya dari tadi. Zahra hanya mengantarkannay sampai depan rumah.
"Hati hati ya pak, gak usah ngebut ngebut. Pelan pelan aja yang penting selamat sampai tujuan." Ujar Zahra menasehati kepada sang sopir yang akan mengantarkannya putra dan putrinya untuk sekolah.
__ADS_1
"Iya, nyonya. Saya berangkat dulu. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah kepergian Axel dan Alexa ke sekolah, Zahra pun kembali ke dalam dan melihat bundannya yang juga akan segera pergi.
"Bunda, mau berangkat sekarang?" tanya Zahra melihat Aulia sudah siap dengan baju yang terlihat sangat rapi.
"Iya nak. Adzriel sudah berangkat?" tanya Aulia.
"Sudah bunda. Axel dan Alexa juga sudah berangkat." Jawab Zahra lembut.
"Oh ya sudah, bunda juga harus berangkat sekarang. Kamu hati hati ya nak di rumah, gak usah mengerjakan apapun yang bikin kamu jadi kelelahan. Ingat kamu sedang hamil, gak boleh sampai kecapen. Nanti kalau bosan di rumah, kamu bisa jalan di sekitar rumah tapi jangan terlalu jauh, nanti kenapa napa. Kalau kamu pengen apa apa, nnti telvon bunda. Biar bunda belikan." Ujar Aulia.
"Iya bunda. Bunda juga hati hati ya di tempt kerja." Ucap Zahra, ia sangat bahagia mempunyai ibu mertua yang begitu sangat menyayangi dan mecintainya.
"Iya nak. Bunda berangkat dulu ya."
"Iya."
Setelah itu Aulia pun berangkat kerja membawa mobil berwarna hitam. Ia menggunakan sopir kepercayaannya.
Setelah semua pergi, Zahra pun menutup pintunya dan pergi ke ruang tengah untuk nonton tivi. Setelah sektiar lima belas menit, ia pergi ke ruang makan untuk bersih bersih tapi ternyata sudah bersih mengkilap karena tadi sudah di bersihkan oleh asisten rumah tanggannya. Karena bingug gak tau harus berbuat apa, ia pun memilih ke kamar ganti baju kaos tapi tetap syari dan setelah itu pergi ke belakang rumah untuk senam pagi. Mumpung hari masih pagi dan matahari masih menghangat yang katanya bagus untuk kesehatan.
Setelah olah raga, dan melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Ia pun segera pergi ke kamarnya dan mandi. Lalu ia pun sholat dhuha dan mengaji. Setelah selesai semua, ia leyeh leyeh di atas kasur sambil main hp. Ada beberapa pesan dari Adzriel.
"Assalamu'alaikum."
"Sayang, aku sudah sampai di kantor nih."
"Aku kerja dulu ya. Kamu hati hati di rumah."
"I Love you."
Zahra membaca pesan itu sambil tersenyum. Ia pun membalas pesan dari suaminya itu.
"Waalaikumsalam."
"Alhamdulillah, jika mas sudah sampai. Maaf baru bales, tadi aku masih olah raga terus mandi. Jadi baru sempat megang hp."
"Oke, semangat ya kerjannya."
"I love you too."
Setelah membalas pesan suaminya lewat aplikasi Whatapp, ia pun membuka facebooknya sebentar namun karena gak ada yang membuatnya tertarik, ia pun membuka instagram tapi juga tak ada yang menhhibur hatinya. Lalu ia beralih membuka aplikasi youtube, namun lagi lagi yang ia tonton semuanya membosankan.
Ia pun menaruh hp itu dan menonton tivi melihat upin ipin. Walau itu acara anak kecil tapi cukup menghibur Zahra sampai akhirnya ia pun ketiduran dengan tivi yang masih menyala.
__ADS_1