
Alexa dan Axel sudah sampai di kantornya Axel. Alex segera memarkirkan mobilnya lalu setelah itu berjalan masuk kantor. Alexa dan Ayunda sangat ramah bahkan mereka menyapa dan juga tersenyum jika berpapasan dengan pegawai yang bekerja di kantor Axel.
"Kak Axel?" panggil Ayunda saat ia membuka pintu ruangan Axel. Axel pun menoleh ke arah mereka, saat namanya di panggil.
"Kalian sudah datang?" tanya Axel.
"Iya kak. Kakak belum selesai pekerjaannya?" tanya Ayunda sambil menghampiri Axel dan berdiri di sampingnya. Ayunda melihat layar komputer yang masih menyala.
Sedangkan Ayunda memilih duduk santai di sofa yang ada di ruangan itu.
"Sudah. Kakak matikan laptopnya dulu, terus nata kertas kertas yang berserakan ini lalu berangkat." jawab Axel
"Yee, aku gak sabar deh jalan-jalan sama Kak Axel dan Kak Alexa." ucap Ayunda bahagia.
"Iya udah, bentar ya. Sabar." ujar Axel. Ia mematikan laptopnya sedangkan Ayunda tetap menunggu di samping Axel.
Alexa sendiri memilih mengambil hpnya dari dalam tas dan memainkan game sambil nunggu saudara kembarnya selesai.
__ADS_1
"Kalian sudah sholat ashar?" tanya Axel setelah selesai mematikan komputernya dan membereskan berkas-berkas penting dan menaruhnya di laci.
"Belum." jawab Ayunda Alexa bersamaan.
"Iya sudah sebelum pergi kita sholat ashar dulu. Kita pergi ke masjid yang gak jauh dari sini." Ajak Axel.
"Iya kak." Alexa segera mematikan hpnya dan menaruh kembali hp itu ke dalam tas.
Lalu setelah itu, merekapun pergi ke masjid dengan menggunakan mobil Alexa. Sedangkan mobil Axel di taruh di dalam, di parkiran VVIP.
Mereka pergi ke masjid yang gak jauh dari kantor Axel. Kebetulan di masjid ada mukenahnya jadi Alexa dan Ayunda memakai mukenah itu karena mereka gak membawanya.
Axel sebagai imamnya, sedangkan Axel dan Alexa sebagai makmumnya.
Selesai sholat mereka berdzikir sebentar. Jujur saat Axel berdizkir, ia tiba-tiba keinget Afifah, biasanya Afifah gak pernah absen untuk sholat dhuhur dan ashar di sini. Mengingat Afifah, Axel sangat merindukannya.
Axel hanya bisa berdoa, agar Allah selalu menjaga dan melindunginya. Dan Axel berharap agar Allah menyatukan mereka dalam ikatan yang sah.
__ADS_1
Selesai sholat, Axel dan Alexa segera membuka mukenahnya. Dan melipatnya kembali dan menaruhnya di lemari kaca. Dan setelah itu, mereka segera pergi dan masuk ke dalam mobil.
"Kita mau kemana dulu nih?" tanya Axel yang menyetir mobil Alexa. Sedangkan Alexa duduk santai di kursi samping Axel.
Ayunda sendiri memilih duduk di belakang sambil makan cemilan pemberian Dokter Andi.
"Ke Mall. Aku mau bermain di Playground." jawab Ayunda yang asyik menikmati cemilannya.
"Baiklah, kita ke sana." jawab Axel.
Mereka pun segera menuju ke Mall milik Axel sendiri. Di sana Ayunda bisa menikmati semua permainan yang ada di Playground tersebut.
Sedangkan Axel dan Alexa memilih duduk santai dan melihat ke arah Ayunda yang sangat menikmati liburannya.
Setelah satu jam, akhirnya Ayunda sudah puas bermain. Mereka pun pergi ke resto yang gak jauh dari Mall tersebut. Mereka pergi ke resto milik Aulia sekalian ngecek resto tersebut. Axel membantu Alexa mengelola resto itu. Awalnya Axel gak mau, tapi setelah di fikir fikir, ia merasa kasihan dengan saudara kembarnya karena bagaimanapun Alexa gak terlalu suka dengan hal yang berbau bisnis. Alexa hanya suka menjadi seorang dokter yang bisa menyelamatkan nyawa banyak orang.
(Maaf ya cuma ngetik 500 an kata hehe. Lagi badmood soalnya. Pengen rasanya mau istirahat sejennak tapi kasihan, takut kalian menunggu cerita selanjutnya.)
__ADS_1
Terimakasih sudah meluangkan waktu baca novelku.
Jangan lupa like dan komennya 😊