Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Es Tontong


__ADS_3


 


Keesokan harinya, Adzriel menepati janjinya, ia pulang kerja sekitar jam 2 siang. Sesampai di rumah, ia segera mandi dan setelah itu ia mengajak istri dan kedua anak kembarnya untuk jalan jalan di taman.


Jarak rumah ke taman tidaklah jauh hanya sekitar 10  menit jika di tempuh dengan mobil dan sekitar 25 menit jika di tempuh dengan jalan kaki. Dan Adzriel memilih untuk memakai mobil karena ia tak ingin jika istri dan kedua buah hatinya itu kelelahan.


Sesampai di taman, ia memarkirkan mobilnya karena memang di sana tersedia parkiran sepeda motor dan juga mobil. Setelah memarkirkan mobilnya, mereka pun segera keluar dai mobil dan berjalan menuju taman sambil bergandengan tangan. Axel dan Alexa ada di tengah. Mereka berpegangan dan terlihat sepergi keluarga yang sangat harmonis.


Mereka duduk di kursi yang cukup nyaman untuk mereka duduki.



"Aby?" Panggil Alex yang duduk di kursi di depan abynya.


"Iya nak, ada apa?" tanya Adzriel.


"Aby, buatkan aku kursi kayak gini dong di taman belakang. Tapi kursinya gak bentuk kayak gini, bentuknya biasa aja tapi tetep dari kayu kayak gini." Ujar Alex


"Iya nanti pulang dari taman ini, kita mampir ke toko ya buat beli kursi kayu seperti yang kamu inginkan." Jawab Adzriel.


"Makasih ya aby." Ucap Axel yang begitu girang karena apa yang ia inginkan selalu terkabulkan.


"Aku juga mau dong." Ujar Alexa tak mau kalah.


"Iya nanti Kakak Alexa juga beli." Ucap Adzriel.


"Yeeeeeeeeeeeee." Alexa sangat bahagia karena bentar lagi ia akan beli kursi seperti yang ia inginkan.


"Umy gak mau beli juga?" tanya Adzriel sambil menoleh ke arah istrinya.


"Gak by, kalau emang pengen. Nanti bisa pinjem punya Axel dan Alexa. Boleh kan sayang?" tanya Zahra kepada buah hatinya.


"Boleh dong, umy.." Jawab Axel dan Alexa semangat.


"Aby, aku mau ke sana sebentar ya." Ucap Axel sambil menunjuk ke arah taman di depannya.


"Mau ngapain sayang?" tanya Adzriel.


"Mau ambil foto." Jawab Axel.


"Iya sudah tapi jangan sampai terlalu jauh ya. Nanti hilang." Ucap Adzriel menasehati.


"Iya aby." Ucap Axel.


"Aku juga ikut." Ujar Alexa.


"Ayo." Adzriel memegang tangan saudara kembarnya dan berjalan ke tempat di mana ia ingin ambil foto.


"Kak, mau kemana?" tanya Alexa yang memanggil Adzriel dengan sebutan kakak karena memang Adzriel keluar lebih dulu dari pada dirinya.


"Ayo ikut aja, jangan banyak tanya." Ujar Axel dan Alexa pun langsung diam dan menurut. Tangannya terus di pegang oleh Adzriel.


Setelah sampai di tempat yang di inginkan, Adzriel melepas tangan Alexa.

__ADS_1


"Kamu tunggu di sini, jangan kemana mana. Oke." Ujar Adzriel.


"Terus kakak mau kemana?" tanya Alexa bingung.


"Mau naik."


"Naik kemana?" tanya Alexa tak mengerti.


"Ke atas pohon. Udah ah, diem. Jangan nanya melulu." Ujar Axel sambil naik ke atas pohon yang gak terlalu tinggi.


"Hati hati kak, nanti jatuh." Ujar Alexa menasehati takut jika saudara kembarnya itu jatuh dan kesakitan.


"Iya ya." Ucap Axel. Setelah mendapatkan tempt yang pas, ia langsung ambil kamera yang ia gantung di lehernya.


 



Ia mencoba untuk fokus mengarahkan kameranya ke depan. Ia ingin ambil pemandangan taman yang menurutnya lumayan bagus. Sedangkan Alexa terus memperhatikan kakaknya yang ingin foto pemandangan.


Setelah Axel mendapatkan gambar yang bagus, ia segera turun dan menghampiri Alexa.


"Sudah, ayo kembali ke tempat yang tadi." Ujar Axel.


"Ayo."


Alexa dan Axel pun kembali menuju tempat di mana aby dan umy nya berada.


"Gimana sayang, sudah dapat gambarnya?" tanya Adzriel.



"Bagus sayang." Puji Adzriel.


"Coba sini, umy liat." Ujar Zahra sambil mengambil kamera yang di pegang oleh suaminya. Zahra melihatnya dengan seksama.


"Bagus sih tapi kurang. Ke depannya coba belajar lagi agar mendapatkan hasil yang maksimal." Ucap Zahra.


"Iya umy, ini kan aku baru nyoba nyoba.. Kelak aku pasti bisa lebih dari ini." Ujar Axel tersenyum.


"Aby, aku mau beli es tontong dong." Ucap Alexa sambil melihat kakek kakek yang jualan es pakai sepeda ontel.


"Beli di mana sayang?" tanya Adzriel.


"Di sana aby, tadi aku lihat pas mau ke sini." Ucap Alexa sambil menunjuk ke arah tempat yang gak jauh dari tempat parkir.


"Baiklah ayo. Umy mau ikut apa mau nunggu di sini aja?" tanya Adzriel.


"Ikut dong."


"Iya udah ayo.


Mereka berempat pun pergi untuk beli Es tontong yang di maksud oleh Alexa.


"Pak beli es tontongnya satu." Ujar Adzriel.

__ADS_1


"Bi, aku mau juga tapi pakek roti aja ya." Ucap Axel.


"Iya sayang. Pak pakek roti satu ya." Ujar Adzriel kepada kakek yang jual es tontong.


"Iya." Jawab kakek itu dengan senyuman ramahnya.


Kakek itu pun segera melayani keinginan mereka.


"Ini nak." Ucap sang kakek sambil menyodorkan es tontong dan roti yang berisi es kepada Adzriel dan Adzriel pun memberikan es tontongnya kepada Alexa dan roti berisi es kepada Axel.


 



"Yang, kamu mau beli yang mana?" tanya Adzriel.


"Es gabus aja mas. Tapi semuanya kamu borong ya." Ucap Zahra.


"Buat apa kog sampai mau di borong segala?" tanya Adzriel.


"Udah beli aja mas, nanti kamu juga tau buat apa." Ujar Zahra.


Adzriel pun memborong semua es gabung seperti keinginan istrinya.


 



"Berapa semuanya pak?" tanya Adzriel.


"48 ribu nak." Jawab kakek kakek penjual es.


"Ini pak, kembaliannya ambil aja." Ujar Adzriel sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan.


"Terimakasih nak, semoga Allah membalas kebaikan kalian." Ujar sang kakek yang senang karena es gabusnya di borong.


"Aamiin." Setelah itu Adzriel, Zahra dan kedua buah hatinya berjalan ke arah anak anak yang dari tadi duduk duduk di bawah pohon.


"Ini buat kalian semua." Ujar Zahra memberikan kantong kresek berwarna merah yang isinya adalah es gabus yang ia beli tadi.


"Makasih ya tante." Jawab mereka girang karena mendapatkan es secara gratis.


"Sama sama.." Ucap Zahra tersenyum ramah.


Setelah memberikan es itu, mereka kembali ke kursi untuk bercanda ria. Sedangkan Axel dan Alexa sibuk makan es nya.


 


 



 


__ADS_1


__ADS_2