Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Tingkah Maura


__ADS_3

Petra sarapan paling terakhir karena ia bangun kesiangan. ia sudah rapi dengan pakaian kerjanya. bibi Nam menemani Petra makan, ia menuangkan susu hangat di gelas Petra. Maura mendekat ke meja makan, ia menuang segelas jus jambu dan meminumnya.


"Bibi Nam apa makanan kesukaan tuan Bram".


Petra yang menikmati sarapannya langsung mendelik melihat Maura.


Apa yang ada di pikiran gadis itu, dia pikir kakak ku belum beristri sampai dia mau membuat makanan untuknya. Petra.


"Tuan Bram suka masakan saya dan pelayan disini nona". Petra tergelak mendengar jawaban bibi Nam. berpuluh tahun bekerja untuk keluarga Admaja membuat bibi Nam sangat jeli dalam menilai orang. termasuk menilai Maura.


Maura kesal dengan jawaban bibi Nam. ia gagal mendapat informasi tentang makanan kesukaan Bram.


Sial! aku harus mencari cara agar segera mendapatkan hati tuan Bram. Maura.


"Aku pergi dulu bi". Petra berdiri dan merapikan jasnya. ia melangkah dan berbisik pada Maura.


"Kalau aku suka makan wanita". Petra tertawa senang. sementara Maura merinding dan muak pada lelaki itu. ia berbeda sekali dengan kakaknya pikir Maura.


Maura tidak segera kembali ke kamarnya. ia menaiki anak tangga dan mencoba melihat apa yang sedang Ariani lakukan. ia tidak mengerti kenapa Bram begitu mencintai istrinya itu. Ariani tergolong tidak memiliki kecantikan yang berlebih. ia biasa saja dengan rambut ikal dan kulit kuning langsatnya itu. hanya matanya yang selaku bersinar dan terkesan bersemangat itu yang menjadi daya tarik Ariani. Maura melihat Ariani sedang menggendong Aska. Maura mendekat dan ingin ikut menggendong Aska.


"Haloo dedek kecil ikut tante Maura yuk". Maura mengelus pipi Aska yang terlihat nyaman dalam gendongan Ariani.

__ADS_1


Ariani tersenyum. saat Maura akan menggendong Aska Ariani tidak mengizinkan. ia takut terjadi sesuatu pada Aska jika Maura lalai. ini kan menyebabkan keributan antara dirinya dan Bram. Ariani langsung memberikan Aska pada pengasuhnya dan membawanya ke kamar.


"Kau tidak pergi jalan-jalan dengan ibu?". Tanya Ariani basa basi. sebenarnya ia malas juga bicara dengan Maura.


"Sebenarnya aku ingin shopping membeli make up, tapi kartu kredit ku sedang bermasalah. oh ya apa kau bisa meminjami ku uang kak?". Maura mulai modus pada Ariani. Ariani yang polos mengangguk saja dan meminjami Maura sejumlah uang. Maura terlihat senang dan bergegas pergi dengan mobil ibu.


***


Bram pulang kerja lebih awal. ia ingin mengajak Ariani pergi makan malam di luar. di depan pintu ada Ariani dan bibi Nam menyambut Bram. Bram dan Ariani menuju kamarnya sementara bibi Nam mengikuti Hyuk ke ruang kerja Bram untuk menyelesaikan pekerjaan yang di bawa pulang tadi.


"Ada apa bi?".


"Nona Maura meminjam uang pada nona Ariani".


"Aku akan mengurusnya bi".


"Kau mau di buatkan teh atau kopi?".


"Aku ingin teh dan madu bi".


"Baiklah".

__ADS_1


Hyuk tersenyum dan berterimakasih pada bibi Nam.


Sementara Maura keluar dari kamarnya. ia terlihat berdandan layaknya orang mau pergi ke pesta. ia sengaja membeli lipstick yang bisa membuat bibirnya terlihat lebih sensual. tujuannya agar Bram tergoda padanya. Hyuk menatapnya dengan geram ketika berpapasan dengan maura. ia tidak membicarakan soal uang yang Maura pinjam dari Ariani. itu akan Hyuk pakai sebagai salah satu senjata untuk menyingkirkan Maura nanti.


Bram duduk di depan kamarnya menikmati pemandangan yang terlihat hijau. angin semilir menerpa rambutnya dan membuat beberapa helai terlihat terjuntai di keningnya membuat daya pikat tersendiri bagi kaum hawa, tak terkecuali Maura. ia berjalan menghampiri Bram dengan senyum sejuta watt. ekspresi wajah yang di buat-buat, ia berfikir Bram akan tertarik padanya.


"Hai tuan Bram kau sedang bersantai?".


Bram tidak bergeming. ia seperti tidak melihat kedatangan Maura. Bram memanggil Ariani untuk menemaninya duduk bersantai di depan kamar. Ariani datang setelah selesai merias wajahnya dengan riasan yang tipis tapi terlihat cantik dan elegan. Maura memandangnya jengah.


"Eh ada Maura juga, kau mau pergi?".


Ariani melihat penampilan Maura yang terlihat seperti akan pergi ke pesta.


"Ah tidak kak, aku memang selalu berpenampilam seperti ini". Ucapnya sembari melirik Bram yang tetap cuek tidak memandangnya sedikit pun. Ariani terlihat akan memasangkan dasi pada Bram. ia berdiri di atas bangku kecilnya. Maura memandang dengan iri karena seharusnya ia yang berada disana memakaikan dasi pada Bram.


"Kalian akan pergi?". Tanya Maura. ia sangat berharap Ariani mengajaknya.


"Iya kami akan makan malam di luar".


"Kau silahkan pergi dari sini dan kembali ke kamar mu, kami hanya ingin berdua". Jawab Bram kesal. Maura terlihat kecewa. ia ingin sekali ikut pergi makan malam bersama Bram. sembari berjalan menuruni anak tangga Maura memutar otak untuk bisa makan malam dengan Bram di restoran mewah.

__ADS_1


Petra yang baru saja pulang kerja berjalan melewati Maura di ruang tengah. setiap pulang kerja ia berharap gadis itu sudah menghilang dari rumahnya. Petra menemui Hyuk di ruang kerja kakaknya. ia mulai benar-benar risih dengan keberadaan Maura di rumah. tapi Hyuk belum bisa berbuat selagi bukti belum ia dapat. Hyuk sedang membuktikan kalau Maura tidak ada hubungan apapun dengan keluarga Admaja. cukup sulit mencari tahu mengenai Maura. seperti ada yang melindunginya dari anak buah Hyuk.


__ADS_2