
Setelah sampai di depan rumah, Adzriel langsung menggendong istrinya masuk ke dalam rumah sedangkan sopirnya segera mencuci mobilnya dan setelah itu menaruhnya di garasi. Setelah selesai, Pak sopir segera mandi dan ganti baju dengan pakaian ala sopir.
Sedangkan Adzriel membawa istrinya ke kamarnya. Aulia, Axel dan Alexa pun segera masuk ke dalam kamar Zahra setelah mengetahui kalau Adzriel dan Zahra sudah pulang.
"Aby, Umy........" Ucap Axel dan Alexa yang langsung menghampiri umynya yang terbaring di atas tempat tidur. Axel dan Alexa memeluk umy nya dengan erat.
"Umy jangan sakit ya, Axel sedih liatnya." Ucap Axel yang menitikkan air mata begitupun dengan Alexa.
"Iya, biar Alexa aja yang sakit. Umy jangan." Ujar Alexa mewek.
Axel dan Alexa memang sangat menyayangi Zahra melebihi apapun yang ada di dunia.
"Sayang, umy gak papa kog. Tenang ya, jangan nangis. Malu, udah besar." Ujar Zahra sambil membelai rambut kedua putra dan putrinya.
"Iya, umy gak papa kog. Cuma di suruh istirahat yang banyak." Ujar Adzriel yang begitu bangga melihat kedua buah hatinya yang begitu menyayangi orang tuanya.
"Zahra mau makan apa nak?" tanya Aulia.
"Bunda, entah kenapa Zahra males makan. Rasanya gak enak di perut." Jawab Zahra.
"Walaupun gak enak, harus di paksa untuk makan sayang. Biar gak sakit. Kasihan Axel dan Alexa jika dirimu sakit nak, mereka pasti sedih. Bunda buatkan bubur ayam mau?" tanya Aulia.
"Baiklah, terserah bunda. Tapi apakah aku tak merepotkan bunda?" tanya Zahra was was.
"Enggak sayang, oh ya tadi apa kamu sudah di berikan obat anti mual?" tanya Aulia.
"Sudah bun. Tadi aku sendiri yang membelinya di apotik tapi resepnya aku dapat dari dokter yang tadi menangani Zahra." Ujar Adzriel.
"Ya nanti habis makan bubur ayam langsung minum obatnya biar gak mual lagi. Iya sudah bunda ke dapur dulu ya." Ucap Aulia.
"Makasih ya bunda." Ucap Zahra tersenyum dan Aulia hanya menganggukkan kepala lalu pergi ke dapur untuk membuat bubur ayam.
"Axel dan Alexa gak mau sekolah. Ini sudah jam berapa lho?" tanya Zahra.
"Hari ini aku libur bun." Ujar Axel dan Alexa.
"Kenapa?" tanya Zahra sambil mengernyitkan dahi karena ini bukan hari Minggu ataupun tanggal merah. Tapi kenapa kedua anaknya pada libur sekolah.
"Aku ingin menemani umy di sini." Ucap Axel.
"Umy gak papa nak." Ujar Zahra tersenyum.
"Enggak pokoknya aku dan Kak Exel gak akan sekolah. Aku mau menemani umy di sini." Ucap Alexa yang begitu keras kepala.
"Sudahlah sayang, biarkan mereka bolos hari ini.Toh gak tiap hari kan bolosnya." Ucap Adzriel membela putra dan putrinya.
"Baiklah tapi besok harus sekolah ya." ujar Zahra.
"Tergantung." Ucap Axel.
"Kog tergantung sih?" tanya Zahra.
"Kalau umy masih belum sehat, ya aku gak akan masuk sekolah. Dari pada di sana aku gak fokus dan hanya memikirkan umy, kan mending aku di sini aja. Biar aku bisa tenang karena bisa liat umy." Jawab Axel layaknya orang dewasa.
__ADS_1
Zahra dan Adzriel pun hanya tersenyum mendengar jawaban putranya itu.
"Baiklah tapi walau kalian bolos, kalian tetep harus belajar di rumah ya biar gak ketinggalan dan bisa loncat kelas kayak aby." Ujar Adzriel.
"Oke aby. Aku dan Alexa pasti belajar." Ucap Axel.
"Ayo Alexa, kita ambil buku dan belajar di sini." Ujar Axel.
Axel dan Alexa pun pergi ke kamarnya untuk ambil buku mata pelajarann dan Adzriel akan membantu mereka jika mereka tidak ada yang tau. .
"Semangat belajarnya mereka hampir sama dengan mu ya mas." Ucap Zahra.
"Iya dong. Emang dulu kamu gak gitu?" tanya Adzriel.
"Enggak. Walau aku lompat kelas tapi aku gak pernah belajar mulu. Aku hanya belajar di kelas aja tapi kalau sudah di rumah jarang belajar kecuali ada PR, aku juga gak pernah ikut les ini dan itu." Ucap Zahra.
"Wah hebat ya. Dulu aku juga gak ikut lez tapi aku selalu berusaha untuk belajar otodidak di rumah." Ujar Adzriel.
"Oh ya kamu masih mual dan pusing?" tanya Adzriel.
"Udah gak lagi mas." Jawab Zahra tersenyum.
"Aby, Umy....Lihat aku sudah membawa bukunya." Ucap Axel dan Alexa, mereka membawa buku untuk pelajaran hari ini.
"Iya sudah kalian belajar di ruang ayah ya biar gak ganggu umy." Ujar Adzriel.
"Baiklah. Nanti kalau umy kenapa kenapa. Panggil Axel aja ya." Ucap Axel.
"Iya sayang." Ucap Zahra tersenyum.
Axel dan Alexa pun pergi ke ruangan sebelah kamar yang biasanya di gunakan Adzriel untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.
"Ini sayang, makan dulu." Ucap Aulia sambil menaruh di atas meja.
"Iya bun, makasih ya. Maaf sudah merepotkan bunda." Ujar Zahra gak enak hati.
"Gak papa nak, kamu itu sudah bunda anggap sebagai anak bunda sendiri. Jadi gak perlu sungkan. Oh ya Adzriel, bunda akan pergi ke luar kota hari ini. Resto kita yang ada di Yogya ada sedikit masalah." Ucap Aulia.
"Apa perlu aku temenin bun?" tanya Adzriel.
"Gak perlu, aku akan berangkat sama sopir. Kamu temani Zahra aja." Ujar Aulia.
"Baiklah, bunda hati hati ya di jalan. Dan kalau ada apa, segera hubungin aku ya bun." Ucap Adzriel.
"Iya sayang, pasti. Iya sudah bunda mau siap siap dulu setelah itu langsung mau berangkat. Zahra jangan lupa makan buburnya sampai habis dan minumlah air hangat itu biar perutmu nyaman. Jangan lupa minum vitamin dan obat anti mualnya juga." Ucap Aulia menasehati.
"Iya bunda. Makasih ya.........." Ujar Zahra tersenyum.
"Iya sayang sama sama." Ucap Aulia lalu pergi untuk segera bersiap siap.
Setelah Aulia pergi, Adzriel pun mengambil bubur Ayam di atas meja dan menyuapi Zahra.
"Ayo makan, kasihan bunda sudah bikinin ini buat kamu." Ucap Adzriel.
"Tapi mas belum makan." Ujar Zahra.
"Gampang, nanti setelah menyuapi kamu. Aku akan makan juga." Ucap Adzriel.
__ADS_1
"Beneran ya." Ujar Zahra.
"Iya sayang." Ucap Adzriel tersenyum.
Adzriel pun mulai menyuapi Zahra dengan pelan dan penuh kelembutan dan Zahra sangat menikmantinya, ia bersyukur mempunyai suami yang begitu perhatian.
"Mas sekarang gak kerja?" tanya Zahra di sela sela makannya.
"Enggak sayang, mas akan nemenin kamu di sini. Mas takut kamu kenapa napa." Jawab Adzriel sambil terus menyuapi istrinya.
"Tapi gimana dengan semua pekerjaannya mas?" tanya Zahra.
"Mas akan bekerja dari sini." Jawab Adzriel.
"Maaf ya mas gara gara aku mas jadi bolos kerja dan anak anak juga harus bolos sekolah." Ujar Zahra gak enak hati.
"Gak papa sayang, itu tandanya aku dan anak anak sayang sama kamu." Ucap Adzriel tersenyum.
"Aku sangat bersyukur di kelililngi oleh orang orang yang sangat menyayangiku." Ujar Zahra.
"Itu karena kamu orang baik, lembut dan penuh kasih sayang. Sehingga orang pun akan menyayangimu juga seperti kamu menyayangi aku, anak anak, bunda dan juga orang orang yang ada di sekitarmu." Ucap Adzriel.
"Udah ya mas makannya, perutku benar benar gak enak." Ucap Zahra setelah menghabiskan separuh bubur ayamnya.
"Baiklah, sekarang kamu minum obatnya ya." Ujar Adzriel yang mengambil obat anti mual dan juga vitaminnya. Zahra pun menerima obat itu dan meminumnya dengan air hangat
"Sekarang mas makan juga ya." Ucap Zahra.
"Iya sayang, iya sudah mas ke dapur dulu ya mau menaruh ini sekalian mau makan. Kamu istirahat aja." Ujar Adzriel.
"Iya mas." Ucap Zahra tersenyum.
Adzriel pun segera menaruh gelas dan mangkog yang masih ada bubur ayamnya itu di atas meja biar nanti di bersihkan oleh asisten rumah tangganya. Dan Adzriel pun pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi.
Selesai makan, ia pun pergi ke kamarnya dan melihat Zahra yang sudah tertidur pulas. Adzriel menyelimuti istrinya itu sampai batas leher lalu ia melihat putra dan putrinya di ruang kerjanya.
"Gimana ada yang sulit gak?" tanya Adzriel.
"Gak ada aby." Jawab Axel.
"Umy mana?" tanya Alexa.
"Umy sedang tidur, setelah habis makan dan minum obat. Kalian sudah sarapan pagi?" tanya Adzriel.
"Sudah aby tadi sama Omma." Jawab Axel.
"Iya sudah kalian lanjutkan aja belajarnya. Aby juga masih ada beberapa pekerjaan yang harus aaby kerjakan." Ucap Adzriel sambil membuka laptopnya.
__ADS_1