Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Detak Jantung


__ADS_3

Dasar bodoh dia merubah penampilannya jadi begitu. Hyuk.


Hyuk meracau melihat penampilan Keara yang aneh menurutnya.


Ponsel Hyuk bergetar panggilan dari tuan Bram.


"Ada tugas untuk mu.........".


"Baik tuan". Hyuk bergegas menuju mobilnya. ia baru saja mendapat tugas berat dari tuannya. ada yang mau berhianat dalam bisnis dan itu tugas Hyuk untuk menyingkirkannya. Hyuk mengenakan jaket hitam lengkap dengan topi hitam. ia membawa senjata di tangannya. menggertak lawan sudah jadi makannanya. ilmu beladiri yang sudah terasah membuatnya tak pernah ciut nyali. Hyuk memarkirkan mobilnya di sebuah bangunan tua kosong. bangunan itu jauh dari keramaian. di sekitarnya di tumbuhi semak belukar. Hyuk masuk kedalam bangunan tua itu. di dalam menunggunya ada tujuh orang lelaki berbadan besar. Tangan Hyuk bersiap mengambil senjata jikalau terjadi penyerangan pada dirinya. dengan sigap dua orang mengeroyok Hyuk. Hyuk menghajar mereka sampai babak belur. tersisa lima orang. ia bisa membereskan sisa lima orang tersebut tanpa harus mengotori tangannya dengan memakai senjata. saat Hyuk berjalan menuju mobil ada yang menusuk lengan kiri dan mencoba mematahkan lengan kanan nya. Hyuk mengeluarkan senjatanya dan menembak. orang itu terkapar. darah mengalir dari lengan Hyuk yang tertusuk. sekuat tenaga ia membuka pintu mobil karena rasanya sakit sekali. kedua lengannya tak berfungsi dengan baik. susah payah Hyuk menjalankan mobilnya menuju rumahnya. ia mengambil ponsel dan menekan nomor Bram lalau Hyuk tergeletak di lantai dengan lengan terluka yang ia ikat dengan kain untuk menghentikan darahnya.


***

__ADS_1


Keara memarkirkan mobilnya di pelataran rumah mewah milik Hyuk. Keara menekan bel pintu tak ada respon, akhirnya ia memaksa masuk karena pintu tidak di kunci.


"Permisi!". Ragu Keara melangkah menuju ruang tengah.


"Tuan Hyuk?". Tetap tak ada jawaban. Keara yakin Hyuk berada di rumah karena mobilnya terparkir di luar. saat berjalan di ruang tengah Keara terkejut, ia melihat lelaki itu tergeletak di lantai dan terluka. Keara panik, ia menggocang-goncangkan tubuh Hyuk. Keara mencoba membawa Hyuk ke mobil tapi percuma. badan Hyuk lebih besar dan berat. Keara tidak mungkin memapah Hyuk ke mobil. dengan panik Keara berlari keluar meminta bantuan satpam yang berjaga di pintu masuk. kedua satpam itu memapah tubuh Hyuk menuju mobilnya. Keara bergegas menuju rumahsakit. "Ku mohon buka mata mu, jangan menakutiku tuan". Keara menghiba.


"Ya Tuhan jangan sampai terjadi sesuatu padanya, ku mohon".


"Kau....". Keara kehabisan kata-kata. lelaki itu berhasil membuatnya cemas setengah mati. ingin rasanya Keara memukuli Hyuk biar tahu rasa dia. berani sekali membuat orang ketakutan.


"Rupanya aku salah menelpon?". Hyuk merasa yang ia telpon adalah Bram ternyata ia salah dan tak sengaja menekan nomor telpon Keara.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kau lakukan sampai terluka parah seperti ini?". Keara duduk di ranjang tepat di samping Hyuk yang terbaring setengah bersandar.


"Maaf sudah merepotkan mu".


"Maaf?, iya kau sangat merepotkan ku hingga aku kebingungan,cemas kalau terjadi sesuatu padamu!". Keara melampiaskan rasa kesalnya pada Hyuk.


"Terimakasih". Hyuk memandang lekat mata Keara. gadis itu menangis. sepanjang hidupnya hanya ibunya yang menangis untuknya. dan sekarang gadis bodoh itu menangis untuknya.


"Syukurlah kau tak apa-apa". Keara menyentuh lengan Hyuk yang sebelah kanan. lengan kanan itu keseleo karena hampir di patahkan oleh orang-orang tadi. Hyuk meringis menahan sakit saat Keara menekan lengannya dengan sengaja.


"Hei kau mau membunuhku setelah bersusah payah menyelamatkan ku?". Canda Hyuk. Keara memeluknya. sesaat keara bisa merasakan detak jantung Hyuk begitu dekat dengannya.

__ADS_1


__ADS_2