Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Pulang ke Rumah


__ADS_3

Ariani menata bajunya kedalam koper. ia tidak membawa semua pakaiannya. dalam lubuk hatinya ia masih percaya pada suaminya. tapi disisi lain sebagai wanita tak bisa di pungkiri ia merasa terhianati. ia sengaja tak mau diantar Bram pulang. sebagai gantinya ia setuju di temani oleh sang asisten serba guna Hyuk.


"Nona tuan memberikan fasilitas mobil dan katu kredit untuk anda",


"Bilang pada suamiku aku tidak mau apa-apa",


"Paling tidak anda bisa memilih salah satu nona", Ariani sedang malas berdebat dengan siapapun. ia cukup lelah. akhirnya Ariani memilih kartu kredit.


Hyuk membawakan koper Ariani memasukan ke bagasi mobil. ia membuka pintu mobil untuk Ariani. Ariani duduk dengan tenang di kursi belakang, sementara Hyuk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. ia melihat Ariani dari kaca di depannya. wajahnya begitu sedih.


apa kau sudah jatuh cinta nona?, apa kau tau tuan Bram juga sangat mencintai mu. kuharap kalian bisa bersama seterusnya. Hyuk


Hyuk membelokkan mobil kesebuah halaman rumah yang tidak terlalu luas. halamannya terlihat asri dan terawat. Hyuk membuka pintu mobil untuk Ariani mempersilahkan gadis itu turun. ia mengantar Ariani sampai ke depan pintu. rupanya keluarganya sudah menunggu. Hyuk memberi salam pada ayah dan ibu Cipto. orangtua Ariani. disana juga ada Wisnu adik lelaki Ariani yang menerima koper dari Hyuk. tak ada yang marah atau menghujat Bram. mereka memeluk Ariani selayaknya menyambut anak mereka yang lama tidak pulang ke rumah. ibu Cipto membuat hidangan dan mengajak Hyuk makan siang. tapi sayang Hyuk harus segera kembali. ia sedang mengemban tugas mencari bukti dari kelicikan Lisa. di perjalanan Hyuk berfikir keluarga nona nya sangat hangat dan ramah. meski sederhana tapi mereka baik dan tidak matre sepeti dugaan Bram sebelumnya.


baiklah nona akan ku pastikan kau dan tuan Bram krmbali bersama.

__ADS_1


***


"Kau sudah meminta izin pada tuan Bram nak?", pak Cipto mengajak anak nya mengobrol.


"Sudah ayah, ia sedang sibuk bekerja jadi tidak bisa mengantar ku",


"Apa kau mencintainya?",


Ariani tersentak. ada rasa yang ia sendiri juga tidak paham. kalau ia memang tidak mencintai lelaki itu ia tidak mungkin merasa terluka seperti sekarang.


"Dengarkan kata hati mu Ariani. ayah dan ibu selalu berdoa yang terbaik untuk kalian",


***


Sore hari Joan datang berkunjung ke ruamah orangtua Ariani. orangtua Ariani menyambut kedatangan Joan. tapi mereka tau niat Joan tidaklah baik. pasti Joan ingin mendekati anak mereka lagi setelah dulu mencampakannya menjelang pertunangan.

__ADS_1


Ariani keluar kamar menemui Joan di teras rumah.


"Aku sudah dengar tentang Bram dan Lisa", kata Joan berdiri menatap punggung Ariani. Ariani sedang merapikan tanaman di teras jadi ia tidak memandang ke arah Joan.


"Lalu?",


"Sebaiknya kau berpisah dengannya, lihatlah apa yang dia lakukan pada Lisa",


"Aku akan menunggu bukti apakah ia bersalah atau ini hanya rekayasa Lisa",


"Ar dia tidak pantas menerima kesempatan kedua dari mu",.


"Apa kau juga pantas?",


wajah Joan memerah. ia merasa malu teringat masalalunya ketika meninggalkan Ariani menjelang pertunangan mereka.

__ADS_1


"Ini bukan urusan mu. jadi pulang lah. kau jangan menghabiskan waktu mu mengurusi mantan calon tunangan mu yang sedang bermasalah dengan suaminya",.


Joan berbalik pergi menuju mobilnya. sementara Ariani masuk kembali kedalam rumah.


__ADS_2