
Setelah Axel mengirim pesan akhirnya pertemuan pun di laksanakan keesokan harinya saat jam istirahat kerja.
Yah Andi sudah bekerja di rumah sakit seperti biasa dan ia berangkat dari rumah Vita. Dan sebelum berangkat, ia akan menyiapkan semua keperluan Vita selama seharian lalu ia juga harus memasak, bersih-bersih rumah dan mencuci bajunya Vita karena Vita gak mau jika bajunya di loundri.
Sesampai di rumah sakit, Andi selalu merasa lelah tapi ia bersyukur bisa keluar dari rumah yang bak neraka itu dan juga bisa lepas dari Vita yang selalu membuat dirinya menderita.
Saat jam istirahat tiba, ia pergi ke resto yang gak jauh dari rumah sakit. Karena memang sekalian ia mau makan siang dengan mantan saudara iparnya itu. Sebenarnya di rumah sakit, ada kantin tersendiri tapi karena Axel gak mau di ajak ketemuan di kantin rumah sakit. Mau gak mau Andi pun mengalah dan memilih untuk keluar dan menemui Axel di resto.
Setelah sampai di resto, Andi dan Axel pun berbasa basi nanya kabar. Ini pertama kalinya mereka bertemu karena sebelumnya mereka cuma komunikasi lewat chat, telephon dan Vidio call.
Setelah cukup lama berbasa basi, barulah mereka memesan makan dan makan bareng. Mereka makan bareng sambil ngobrol. Andi menanyakan bagaimana Axel di luar negeri setelah itu gantian, Axel yang nanya tentang Vita.
Setelah selesai makan. Barulah Axel berbicara serius
"Sebenarnya aku ngajak kamu ketemu karena ada hal yang ingin aku bicarakan," ujar Axel
"Apa?" tanya Andi ramah.
"Sebenarnya kecelakaan itu adalah perbuatan Vita sendiri," jawab Axel yang membuat Andi kaget.
"Kamu tau dari mana?" tanya Andi penasaran.
"Aku meminta temanku untuk mencari tau semuanya,"
__ADS_1
"Ternyata firasatku benar, memang gak ada yang beres. Selama ini aku sudah menduganya," ujar Andi geram karena Vita, dirinya sampai tega memutuskan pertunangannya dengan Alexa, wanita yang sangat ia cintai.
"Iya. Dan yang menabrak kamu itu adalah Angga, orang yang menyukai Vita,"
"Angga?"
"Iya. Apa kamu mengenalnya?" tanya Axel
"Bilang kenal enggak juga sih. Cuma dulu ia pernah masuk rumah sakit karena sakit typus, dan Vita yang merawatnya. Setelah aku tanya, dia siapa? Katanya itu temannya makanya Vita yang rawat. Vita juga sering menjenguknya di sela-sela kesibukannya. Tapi itu dulu sebelum Alexa bekerja di rumah sakit,"
"Bagaimana jika aku dan kamu menemui dia. Dan suruh dia ngaku di hadapan Vita. Dengan begitu kamu bisa lepas dari jeratan Vita. Kamu gak perlu tanggung jawab ataupun merasa bersalah apalagi sampai merasa berhutang nyawa karena itu adalah kecelakaan yang di buat-buat olehnya hingga akhirnya ia cacat seperti itu,"
"Baiklah tapi aku gak bisa ikut, Vita gak mungkin mengizinkan,"
"Di luar kota?"
"Iya, dia tinggal di Villa," jawab Axel.
"Oh gitu. Baiklah, aku besok ikut tapi pulangnya gak malem kan?" tanya Andi
"Enggaklah. Aku pastikan jam 5 sore kita sudah sampai di sini lagi," jawab Axel.
"Lalu rencana kamu gimana selanjutnya?" tanya Andi
__ADS_1
"Kita pertemukan Angga dan Vita. Suruh Angga jujur di depan Vita,"
"Jika Angga gak mau?"
"Kita ancam dia untuk di membawa kasus kecelakaan itu ke kantor polisi. Dia gak mungkin mau masuk penjara. Dan satu-satunya cara, dia pasti akan menuruti keinginan kita,"
"Baiklah, aku setuju,"
"Semoga setelah ini, kamu bisa balikan lagi dengan Alexa,"
"Terima kasih, karena kamu mau membantu masalahku,"
"Masalah kamu, masalah aku juga. Karena ini menyangkut kebahagiaan saudara kembar aku. Aku gak ingin melihat Alexa sedih,"
"Iya udah, aku kembali ke rumah sakit dulu ya. Soalnya ini sudah jam satu. Kita lanjut lagi besok,"
"Oke, aku juga harus kembali ke kantor,"
"Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam,"
Setelah itu Axel pun kembali ke kantornya dan Andi pun kembali ke rumah sakit.
__ADS_1