
Deg ~
" Ha-ha-ha kau itu lucu sekali , " tawa yang terpaksa di hadirkan Melda agar meredam kecanggungan yang tiba-tiba saja ia rasakan
" Seneng dong seharusnya itu tandanya ia tidak ingin kamu kenapa-kenapa dan saking bucinnya Kau tahu , suami mu itu sampai meminta kita berdua untuk ke sini cuma menemani mu doang , OMG kita benar-benar gak abis pikir di hadapkan dengan pasangan terbucin ini " seru lifah
" Kalian tuh yah , oh ya ngomong-ngomong Mel aku tuh ingin banget kamu ikut pergi , ikut yah ? . Aku berpikiran kalau kamu tidak ikut bersama lebih baik tidak usah saja sekalian jalan-jalan nya dan aku juga akan mengembalikan hadiah jalan-jalan itu pada ibu dina "
" Ahh gak asik ! , kalau sampai gak jadi itu semua gara-gara kamu Mel dan pasti pokoknya aku kezell banget sama kamu pake bangetttt !. Kamu gak kasian apa dengan kita yang ingin pergi healing ini dan pasti nya kamu tega gitu sama Tante dina yang udah baik banget sama kita ! "
Tak lama datanglah Ahyar dengan tujuan ingin mengambil berkas-berkas penting yang mereka butuhkan tertinggal di ruang kerja raii di kediaman nya , karena ada beberapa pekerjaan yang harus mereka selesaikan soal meeting kemarin dengan klien . Kemungkinan besar raii akan pulang sedikit larut karena sekarang saja sudah hampir jam pulang nya para pekerja ,
Sekilas kedatangan ahyar hanya di anggap seperti angin lewat saja oleh Melda .
Ahyar pun menunju ke ruangan raii setelah berbicara dengan qayla maksud kedatangannya ,
Di tengah perbincangan obrolan lifah , qayla dan Melda , ponsel melda pun berdering panggilan masuk dengan bict lagu cukup berisik meminta segera di angkat .
Melda pun mengangkat nya ,
" waalaikummusallam ayah , "
" i - iyah Melda gak lupa ko . "
"Setelah ini Melda juga akan bersiap , "
" Ho'oh wasallamulaikum .. " panggilan berakhir dengan lifah dan qayla yang melihat nya
" Seperti nya aku harus segera pergi , " gumam Melda
" Kenapa ? , Dan pergi kemana " Tanya lifah menyeringit
" Pertemuan dengan anak kolega ayah ku dan hari ini ayah ku mengingatkan agar aku tidak telat "
" Lagi ?! , Om Aldi meminta mu mendatangi kencan buta lagi seperti yang sudah-sudah ! , kau akan datang kepertemuan yang ayah mu pinta lagi ? ."
" He'um " jawab Melda
" Ouh untuk apa melakukan nya Mel jika jawaban mu akan sama seperti yang sudah-sudah . sepertinya ayah mu ( om Aldi ) tidak ada capek-capek nya dengan jawaban anak nya "
" Aku rasa untuk kalian ini tidak akan . Maaf ya qay , lif aku harus segera pergi , bye " ucap Melda bergegas pergi hingga bayangkan nya pun sudah tidak terlihat lagi .
" Kau mengetahui maksud nya kan qay ? , itu artinya kali ini Melda akan serius dengan pertemuan nya ! . Tunggu , ini aku tidak salah artikan perkataan nya tadi kan . " Ucap lifah melihat qayla
" Sepertinya begitu , " sahut qayla .
" Maaf tuan , tuan Ahyar . Apa ada sesuatu yang tuan butuhkan ? " seru intan menyadarkan ahyar yang terpaku diam tepat tak jauh di dekat ruang tamu sontak membuat qayla dan lifah menoleh kearah nya
" Ah , ti - tidak saya sudah selesai mengambil berkas nya " ucap ahyar datar berjalan , " kalau begitu saya permisi " seru ahyar pamit dengan qayla dan lifah
" Ck bisa-bisanya dia masih bersikap acuh , heuhh aku geregetan banget . Qay , aku sekalian pamit yah sampai ketemu besok " ujar lifah mengejar ahyar setelah berhasil menyamakan langkah nya .
" Kau akan kehilangan nya ! , ah sepertinya itu yang memang kau inginkan . Jika sudah kejadian ku harap kau tidak pernah menyesal dengan keputusan bodoh mu itu . Paling tidak ini langkah yang tepat yang di ambil melda mengakhiri perasaan nya yang sangat bodoh itu untuk orang yang tak pantas menerimanya ! . " Seru lifah penuh penekanan melirik ahyar sebelum akhirnya ia pergi di antar sopir pribadi kediaman raii ,
Ahyar menghela nafas panjang ..
***
Sebuah mobil berhenti tepat di depan resto mewah , " uhff " gumam Melda turun lalu melangkah masuk memasuki resto tersebut ia langsung menuju meja reservasi yang sudah terdapat seorang pria tengah terduduk di sana dengan penampilan yang tak kalah dari kata mendekati sempurna .
" Maaf dengan .. "
" Khalid , apa anda Melda ? "
__ADS_1
" Iyah "
" Silahkan duduk , " ujar pria itu tersenyum dengan manis dan ramah , bahkan kini wajah pria itu terlihat lebih jelas di pandang Melda
" Ya terimakasih " sahut Melda
Mereka pun berbincang , cukup banyak perbincangan Khalid yang hanya di Jawab Melda ala kadarnya karena ia yang tak terlalu excited membalas obrolan mereka , tapi ia juga bahwa tak mengeluarkan jargon penolakan nya seperti yang sudah-sudah ia lakukan saat pertemuan .
" Kau ternyata tak seperti isu yang terdengar yah , " seru pria itu
Melda menyeringit ..
" Isu yang bilang katanya kau itu sering melakukan hal-hal aneh yang membuat lawan kencan mu tak menyukainya , "
" He- he , aku rasa tidak juga " tawa getir Melda ,
" Itu berarti tandanya kau menerima ku . "
" Apa ? .. "
" Emm Kenapa kita tidak berhenti makan dan pergi ketempat yang lain ? " Ucap pria itu tersenyum
Melda terdiam ..
Sedangkan di lantai dua ,
" Wah lu gila si tta minta gua ke sini cepet-cepet cuma buat makan doang ! " Umpat ahyar
" Yaelah kali-kali mumpung jadwal gua lagi longgar , gua minta raii dateng juga tapi sialnya langsung di tolak mentah-mentah . "
" Iyalah jelas ! , lu kan bisa minta tuh cewek-cewek gak jelas lu buat temenin lu . Kalau gitu gua cabut . " ucap Ahyar pergi
" Sial gua udah inshaf ! " Sahut atta
Sedangkan di bawah ,
" Ya , pergi ketempat lain . " Angguk pria itu berdiri ,
Melda yang cukup malas pun akhirnya memakai tas nya berjalan perlahan mengikuti pria di samping nya itu dengan menundukkan kepalanya hingga ia menabrak seseorang yang tak lain adalah ahyar ,
~ brugk ..
" Oh , maaf .. " seru Melda melihat seseorang yang ia tabrak
" Kau tidak apa , m- mel ? " Tanya ahyar berpadu pandangan
" Mel , kau baik-baik saja ? " Ucap Khalid begitu peduli di samping Melda
" ah ya , iya aku tidak apa-apa .. " sahut Melda melihat Khalid
Pandangan ahyar tak beralih menatap Melda
" Ahyar ?! " ucap Khalid , mengenal ahyar
Kini barulah ahyar menoleh ke arah pria di samping Melda yang tak lain ia ternyata adalah kolega bisnis nya , selama ini hubungan mereka juga baik sebagai rekan bisnis .
" Ah , " gumam ahyar
" Sorry ya yar untuk tadi dan senang bisa bertemu kembali "
" Ehm It's ok "
" Eh ya Sepertinya kalian saling kenal ? , "
__ADS_1
Ahyar melihat Melda lalu Khalid
" dia , dia adalah teman suami sahabat ku hanya seperti itu saja " jawab Melda tersenyum mengabaikan Ahyar
" Begitu ya , oh ya Yar dia ( Melda ) akan menjadi calon saya " ucap Khalid memperkenalkan Melda
Melda sedikit terkejut melihat Khalid dengan senyum terpaksa nya " a - haha ayo kita pergi , Kau bilang akan mengajak ku ke tempat lain kan . Dan maaf untuk tadi ya " seru Melda meminta maaf pada ahyar
" Baiklah , kalau begitu kita permisi .. " ucap Khalid berlalu pergi bersama Melda
Ahyar menatap dingin , kali ini ia benar-benar hampir kehilangan akal tak bisa lagi menahan nya lalu pergi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi kemudian di tengah perjalanan ia membanting stir tak karuan itulah yang ia rasakan , " uhfff .. " membuang nafas kasar menyandarkan kepalanya di kursi kemudi .
Sementara Melda dan Khalid tengah menuju tempat lainnya dengan Melda yang terdiam seribu bahasa bersama isi kepala nya sekepergiannya dari ahyar ,
" Aku berhasil mengabaikan nya tapi entah kenapa rasanya menyakitkan . sudah lama , aku pikir sudah lupa tapi ternyata perasaan ku masih sama enggan untuk lupa . " Batin Melda lalu di seperkian detik nya ia menggelengkan kepalanya langsung segera menyadarkan dirinya jika langkah dan keputusan yang ia ambil itu sudah benar , mengakhiri perasaannya dan menerima orang baru masuk di hidup nya . "
" Apa kau baik-baik saja ? " Tanya Khalid
" Ah , ya .. " jawab Melda
" Sepertinya kau lelah yah ? , Bagaimana jika aku mengantar mu pulang saja "
" Apa boleh seperti itu , "
" Ya tentu saja , kau tidak harus melakukannya jika memang lelah " seru Khalid tersenyum
" terimakasih , Aku memang sedikit lelah , " ucap Melda
Khalid pun sudah mengantar Melda pulang ..
Begitu sampai di gerbang rumah kediaman Melda , Melda turun lalu mengucapkan terimakasih .
Khalid ikut turun , " sudah lama aku tidak menikmati hal semenyenangkan begini , ini untuk mu " seru Khalid memberikan paeper bag
Melda menatap nya ,
" Ambilah ini untuk di pertemuan kencan kedua kita "
" Tidak perlu seperti ini "
" Ambil saja .. "
Melda pun dengan malas akhirnya menerima itu , karena sedang malas berdebat juga . saat ini ia hanya ingin segera masuk kedalam ,
Lalu berjalan menuju kedalam ..
Sesampainya di dalam , " gimana pertemuan nya Mel ? " Tanya sang ayah yang memang sedang menunggu Melda bersama mamahnya
" Lancar ko , " sahut Melda
" Lalu bagaimana menurut mu dengan Khalid Mel ? " Sambung ayahnya lagi
" Baik ko orang nya ayah , mah . Melda ke kamar dulu ya " seru Melda ke kamarnya
Sepeninggalan nya Melda , " apa Melda menolak lawan kencannya lagi , kok mamah merasa Sepertinya Melda setengah hati yah " ucap sang mamah memberitahu insting nya pada suaminya
" Kita lihat perkembangannya saja mah " seru sang suami .
~ saat di kamar , Melda merebahkan tubuhnya menatap kosong langit-langit kamar . Lagi dan lagi ia merasakan hal yang tak terlalu menyenangkan di hati ,
***
-
-
__ADS_1
-
jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻