Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kartu Kredit Ibu


__ADS_3

Maura berdandan cantik dan rapi. ia akan pergi shoping dengan ibu. Ariani di ajak ibu hanya saja dia menolak karena lebih penting menjaga Aska yang sedang rewel. Maura terlihat senang karena Ariani tidak ikut. keduanya akan mampir ke butik untuk berbelanja pakaian. Maura membeli beberapa stel baju baru, gaun, tas dan sepatu semua menggunakan kartu kredit ibu.


Hyuk melangkah menghampiri Bram yang berdiri di dekat kaca jendela ruang kerjanya.


"Permisi tuan".


"Ada apa Hyuk?".


"Tagihan kartu kredit nyonya besar melampaui batas tuan". Hyuk menyerahkan bukti print outnya. Bram memandang dengan curiga. tidak biasanya ibu suka menghamburkan uang untuk berbelanja pakaian dan semacamnya. ibu lebih suka dengan perhiasan. Bram menghubungi ibu. ibu menjelaskan Maura yang memakainya.


"Kenapa bisa Maura memakai kartu kredit ibu?".


"Jangan marah Bram, sesekali saja ibu ingin menjamu tamu".


Bram menutup telepon dengan kesal. lagi-lagi Maura berulah.

__ADS_1


"Hyuk kau sudah dapat informasi tentang gadis itu?".


"Belum tuan, hari ini akan saya pastikan".


"Cari tahu dan segera singkirkan dia dari rumah ku".


"Baik tuan".


***


"Kakak kau sudah pulang". Maura dengan sumringah menggamit lengan Bram. Hyuk meliriknya dengan geram.


"Dimana Ariani?".


"Nona di kamarnya tuan sedang menenangkan tuan muda Aska". Bibi Nam yang menjelaskan. sementara Maura glendotan di lengan Bram tanpa malu. Bram menghentakan lengannya dan Maura menyingkir dari samping Bram karena kaget. Bram bergegas menuju kamarnya. ia melihat Ariani sedang menidurkan anaknya. Bram mengecup kening Ariani dan Aska.

__ADS_1


"Kau lelah sayang?". Bram memandang wajah istrinya yang sedikit pucat. Ariani memberikan Aska pada pengasuhnya untuk di tidurkan di kamar Aska.


Ariani melepas jas yang di kenakan Bram. Bram menariknya duduk di pangkuannya dan memeluk Ariani erat. aroma parfum yang di sukai Bram tercium dari leher Ariani. ia mencium rambut Ariani yang beraorma shampo kesukaannya.


***


Petra baru saja pulang bekerja. ia cukup lelah karena Bram memberinya banyak pekerjaan. Petra memegang salah satu perusahaan Admaja Group. ia bekerja seperti Bram sekarang. sibuk dan tidak punya waktu keluyuran. Bram mengharuskannya mandiri, karena Petra sudah semakin dewasa dan sebentar lagi mungkin akan menemukan jodohnya. ia harus memberi makan anak dan istrinya dengan tenaga dan pikirannya sendiri.


selama ini Bram sudah memanjakannya dengan memberi fasilitas mahal pada Petra. sekarang waktunya Petra untuk menjadi berguna.


"Kau lagi". Petra berpapasan dengan Maura. Maura membawa segelas minuman dingin.


"Hahaha...kau lelah bekerja ya rupanya?". Maura mencibir dan bergegas pergi. Petra kesal bukan main.


Lihat saja akan ku buat kakak ku menendang mu dari sini. Petra.

__ADS_1


Petra menghempaskan jasnya dan ambruk di atas kasur. ia memainkan ponselnya. Petra sempat melihat status salah satu media sosial Keara. foto profile nya tak lagi bersama Hyuk. Petra menyusuri sratus Keara dan memang tidak ada sangkut paut dengan Hyuk. Petra mengira hubungan keduanya berakhir. besok ia ingin memastikan sendiri pada Hyuk. ia sudah tidak ada rasa dengan Keara tapi ia menyayangkan jika Hyuk melepas gadis sebaik Keara.


__ADS_2