Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Antara Ngidam dan Khilaf


__ADS_3

Natasya merasa mual di pagi hari. ia muntah dan lemas. ia mengalami gejala yang dialami oleh ibu hamil. Hyuk membuka pintu kamar Natasya. Natasya sedang di kamar mandi dan mengunci pintunya. Hyuk mengetuk pintu itu.


"Kau baik-baik saja?". Tanya Hyuk cemas. tidak ada jawaban dari dalam. Natasya juga sepertinya sudah berhenti muntah.


"Buka pintunya atau aku dobrak!". Hyuk sudah khawatir karena di dalam kamar mandi tidak ada suara. ia menduga kalau Natasya pingsan di dalam sana. Hyuk memegang handel pintu kamar mandi bersiap membuka paksa. saat itu juga Natasya membuka pintu kamar mandi. wajahnya pucat dan terlihat lemas. Mila yang menunggu di luar kamar segera sigap memberikan Natasya minuman hangat. Hyuk memapahnya ke tempat tidur. tapi Natasya menolaknya.


"Kita ke dokter sekarang". Kata Hyuk menarik lengan Natasya.


"Tidak perlu ini biasa di alami banyak wanita hamil. aku ingin Mila saja yang menemaniku". Hyuk memandangi Natasya yang kepayahan. ia merasa iba. sementara dirinya harus pergi bekerja.


"Mila temani nona".


"Baik tuan".

__ADS_1


"Aku pergi, jika kau butuh sesuatu padaku telpon segera". Kata Hyuk menggenggam tangan Natasya. ia berjalan pergi meninggalkan kamar Natasya untuk berangkat bekerja. ia sudah di tunggu Bram di rumahnya. sejak Hyuk menikah Bram memberikan kelonggaran waktu untuk menjemputnya berangkat bekerja. Hyuk tidak perlu datang pagi-pagi sekali seperti biasanya.


Di rumah utama masih sepi begitu Hyuk sampai disana. Bram masih di kamarnya mungkin baru bersiap. Hyuk menuju dapur menemui bibi Nam. Bibi Nam membuatkannya minuman hangat.


"Kenapa kau terlihat cemas?". Tanya bibi Nam.


"Natasya sejak semalam mual terus dan tidak makan".


Bibi Nam tersenyum menepuk nahu Hyuk.


"Benarkah, tapi kenapa nona Ariani tak merasakan itu?".


"Setiap wanita mengalami gejala yang berbeda di kehamilannya".

__ADS_1


Hyuk terdiam terlihat berpikir tentang kerumitan itu. bibi Nam tersenyum melihat kecemasan Hyuk. ia bisa membaca ada rasa sayang di hati Hyuk untuk Natasya. hanya saja anak itu belum menyadarinya, batin bibi Nam.


***


Natasya berhenti bekerja semenjak hamil. Natasya merasakan moodnya naik turun dan fisiknya juga terkadang bugar terkadang lemah. siang itu Natasya mengajak Mila pergi ke pusat perbelanjaan ia tiba-tiba ingin shopping. Natasya mengenakan celana jeans pendek dan kemeja putih, kacamata hitam bertengger di hidungnya. penampilannya terlihat santai tapi modis. Mila melaporkan kegiatan mereka berdua pada Hyuk.


Nona memborong tas, pakaian dan sepatu bermerk tuan. begitu isi pesan singkat dari Mila.


Hyuk tidak habis pikir dengan Natasya, apa semua wanita hamil akan bertingkah aneh. selesai meeting bersama Bram dan beberapa client perusahaan, Hyuk bergegas pergi. ia menyusul Natasya dan Mila. Natasya sedang beralih ke tempat makanan di lantai bawah. Mila mendorong troli berisi berbagai makanan kemasan dan kalengan. Natasya mengambil sayur dan buah segar. ia juga melihat-lihat perlengkapan bayi. hanya saja ia belum membelinya. mungkin nati kalau kandungannya sudah memasuki hitungan bulan. Hyuk mengamati dari jauh, melihat Mila kepayahan mendorong troli yang penuh belanjaan itu.


"Apa kau mau memindahkan isi mall ke rumah?". Hyuk muncul di belakang Natasya yang sedang sibuk memilih saos, Natasya bingung mau rasa tomat apa rasa cabe, akhirnya mengambil dua-duanya. Natasya tidak menghiraukan Hyuk. Hyuk sedang menggantikan Mila mendorong troli sementara Mila sedang duduk menikmati sebotol minuman dingin. Natasya masih ingin membeli bahan kue. Hyuk menarik pelan lengannya dan menggenggam tangan Natasya.


"Sudah cukup". Hyuk menggenggam sebelah tangan Natasya dan memasukannya kedalam saku jasnya. (hahaha suapaya Natasya berhenti belanja).

__ADS_1


Sementara Natasya berdebar ketika Hyuk menggenggam tangannya. ia merasa kehangatan di telapak tangan Hyuk mengalir ke tangannya.


__ADS_2