
Bram terlihat kesal karena Hyuk tidak bisa di hubungi. baru kali ini Hyuk terlihat bertingkah. Bram meletakan ponselnya di atas meja kerjanya. ia berangkat seorang diri ke kantor. Hyuk bergegas menuju ruang kerja Bram setelah ia mandi dan berganti pakaian kerja. Hyuk mandi di hotel milik Admaja Group ia berganti baju di sana karena tidak sempat pulang kerumah.
"Maaf tuan". Hyuk berdiri di depan meja kerja Bram dengan wajah tertunduk.
"Darimana saja kau?".
Hyuk terdiam tidak menjawab. Bram menatap Hyuk tajam. tidak biasanya Hyuk seperti itu.
"Aku bisa bantu menjawab, bukan begitu tuan Hyuk?". Petra masuk keruang kerja Bram tanpa di panggil. Bram sedikit geram tapi ia penasaran sebenarnya ada apa dengan Hyuk dan Petra.
"Apa maksud mu?".Bram menatap Petra. memberi isyarat dengan sorot matanya. jangan berani ikut campur!. begitu kira-kira bunyi isyaratnya. Petra terdiam mematung. ia menunggu jawaban Hyuk atas pertanyaan kakaknya tadi.
"Hyuk jawab pertanyaan ku!".
"Saya dari apartemen Keara tuan".
"Apa?". Bram terdiam sesaat.
__ADS_1
"Petra kau keluar. aku tidak memanggil mu kemari. selesaikan pekerjaan mu".
"Tapi kak...". Petra bergidik melihat kemarahan kakaknya ia bergegas pergi meninggalkan ruangan itu sebelum Bram benar-benar menendangnya.
"Hyuk untuk apa kau pagi-pagi berada di apartemen gadis itu?".
"Saya menginap disana tuan".
"Hyuk?! jelaskan padaku jangan sampai aku berfikir negatif tentang mu. apa kau berbuat sesuatu pada gadis itu?".
"Dan kau menemaninya?".
"Benar tuan".
"Bisa kau pastikan kau tidak berbuat sesuatu padanya?, karena Petra terlihat sangat kesal padamu".
"Saya bersumpah tuan. tuan Petra hanya salah paham".
__ADS_1
"Baiklah, kau ku maafkan".
"Terimakasih tuan".
***
Keara terduduk lemas di sofa. mengingat kejadian gila di rumah sakit kemarin. ia tidak habis pikir kenapa ia bisa meracau seperti itu. dan orang yang ia marahi adalah Hyuk. Keara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. ia berjalan ke kamar rebahan di sana. ia meraba sebuah benda di atas kasurnya. dompet Hyuk ternyata tertinggal di sana. pasti semalam saat akan tidur Hyuk mengeluarkan dompet dari dalam saku celananya. Keara memutuskan mengantar dompet itu ke kantor Admaja Group sekalian ia ingin berterimakasih. tapi ia segan dengan Bram kalau ia menghampiri Hyuk ke tempat kerjanya. Keara berfikir lebih baik ia kerumah Hyuk saja.
Sore itu Keara terlihat di halaman rumah Hyuk. ia sedang merapikan pot tanaman sembari menunggu Hyuk pulang. tak berapa lama mobil Hyuk tiba di halaman rumahnya. Hyuk turun dari mobil dan melihat Keara. ia tidak berkata apa-apa. Keara mendekat dan menyerahkan dompet Hyuk yang tertinggal kemarin malam.
"Baiklah, aku pulang dulu". Keara hampir melangkah pergi. tapi Hyuk meraih lengan Keara dan menghentikan gadis itu.
"Masuklah". Hyuk mengajak Keara masuk ke dalam rumah. Hyuk melepas sepatunya, ia berjalan menuju kamar mandi mencuci wajahnya dan membersihkan kaki dan tangannya. Hyuk menatap Keara yang berdiri di dekat lukisan yang baru Hyuk beli minggu lalu.
Hyuk menahan tubuh mungil Keara dari belakang dengan tubuhnya. kedua tangannya mengunci pada dinding. Keara tak bisa berbalik wajahnya terhimpit ke dinding. aroma parfum yang selalu Keara rindukan tercium jelas. Hyuk mendekatkan wajahnya pada wajah Keara. ia mencium pipi Keara dengan bibirnya. Keara hampir pingsan karena terkejut. Keara berbalik dan mendorong dada Hyuk dengan dua tangannya.
"Aku mu pulang". Kata Keara kesal. ia melangkah pergi sebelum Hyuk akan menahannya nati.
__ADS_1