
Keesokan paginya, mereka bangun jam 3 pagi semua. Dan mereka segera mandi lalu pergi ke musholla. Adzriel dan Zahra memang meminta semua anak anaknya untuk bangun di jam 3 agar mereka bisa melakukan sholat malam. Aulia juga bangun jam 3 agar bisa sholat malam bersama mereka. Karena ini sunnah jadi mereka mengerjakan sendiri sendiri. Selesai sholat mereka langsung mengaji sambil nunggu adzan shubuh tiba..
Sehabis sholat shubuh, mereka semua olah raga sampai jam setengah 6 pagi dan setelah itu mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk istirahat dan setelah itu mandi.
Sedangkan Zahra dan Aulia selesai mandi langsung masak bersama sedangkan asistennya hanya bekerja menyapu lantai semua ruangan dari lantai satu samai lantai dua. Ngepel jika ada yang kotor, membersihkan semua ruangan, mengganti seprai kasur seminggu sekali. Menjaga semua ruangan agar tetap bersih dan terbebas dari debu, memastikan semuanya rapi dan tidak berantakan. Menyuci baju, menjemur baju, menyetrika baju. Mencuri piring dan sesuatu yang kotor di dapur jika Zahra dan Aulia males untuk bersih bersih dapur sehabis masak. Membersihkan kamar mandi agar tidak licin dan sebagainya.
Zahra dan Aulia selalu masak banyak dan nanti masakan itu akan di bagi dua. Setengahnya akan ia taruh di meja makan bagian asisten rumah tangga dan sebagiannya lagi ia taruh di meja makan khusus keluarganya. Namun semuanya sama, apa yang di makan oleh Zahra, Aulia dan keluarganya sama dengan apa yang di makan oleh asistennya. Karena Zahra dan Aulia gak membeda bedakan makanan kecuali tempat makan. Karena mereka sudah menyiapkan ruang makan tersendiri untuk beberapa asistennya.
Setelah selesai masak, Zahra dan Aulia akan memanggil semua keluarganya untuk sarapan pagi.
Selesai sarapan pagi, Adzriel dan Aulia akan berangkat kerja. Adzriel pergi mengantarkan Aulia terlebih dahulu ke restoran baru setelah itu berangkat menuju kantornya sendiri.
Sedangkan Axel, ia berangkat setelah ayah dan ommanya berangkat, ia berangkat sendiri dengan mobil yang ia beli sendiri.
Dan terakhiri Alexa berangkat bersama adiknya. Biasanya adiknya di antar oleh Adzriel, namun karena aby nya buru buru jadi mau gak mau, Alexa lah yang mengantarkan adiknya yang gak jauh dari rumahnya. Jika di tempuh dengan sepeda motor hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.
"Umy, Alexa berangkat dulu ya." ujar Alexa.
"Aku juga berangkat ya umy." ucap Ayunda.
"Iya nak, kalian hati hati ya di jalan." jawab Zahra.
"Iya umy." ujar mereka berdua bersamaan.
Setelah itu, Alexa dan Ayunda pun mencium tangan umy nya. Dan setelah mengucap salam, Alexa dan Ayunda langsung masuk ke dalam mobil.
"Dek, nanti di sekolah gak boleh nakal ya." ucap Alexa saat mereka sudah ada di jalan."
"Iya kak, oh ya kak. Kemaren di sekolahku ada guru tampan lho." ujar Ayunda.
__ADS_1
"Aih, masih kecil sudah tau orang tampan aja. Fokus aja cari ilmu, gak usah mikir orang tampan segala. Semua orang itu gak ada yang jelek, bagi kakak semuanya tampan semua." ucap Alexa.
"Tapi beneran kak, aku gak boong. Jika kakak liat, pasti kakak akan langsung jatuh cinta." goda Ayunda.
"Sudahlah jangan di bahas. Kakak gak mungkin jatuh cinta, kakak masih fokus mengejar karir kakak tertebih dahulu. Kamu juga, harus nuntut ilmu yang banyak biar nanti jadi orang yang sukses." ujar Alexa yang membuat Ayunda kesal karena kakakknya gak bisa di goda.
"Iya ya ka." ucap Ayunda dengan wajah kesalnya.
Tak lama kemudian, mereka pun sudah sampai di sekolah.
Ayunda segera turun dari mobil setelah berpamitan kepada kakaknya. Setelah Ayunda turun dan pergi ke kelasnya, tiba tiba Alexa ingat, Ayunda belum di kasih uang saku oleh umy nya karena umy nya gak ada uang kecil. Dan umy nya meminta Alexa memberikan uang 15 ribu buat adeknya. Tapi Alexa lupa.
Mau gak mau Alexa turun dari mobil dan mencari adeknya karena Alexa fokus toleh sana sini, ia gak sengaja menabrak seseorang.
"Aw." ujar Alexa
"Iya gak papa." jawab Alexa sambil menoleh ke arah suara itu. Dan setelah itu, Alexa bener bener terpana dengan laki laki tampah yang ada di hadapannya, ini pertama kalinya Alexa merasa tertarik dengan lawan jenis.
"Maaf, Anda cari siapa ya?" tanya laki laki itu karena sebelumnya ia tak pernah melihat Alexa di sekolah itu.
"Saya mencari Ayunda, saya lupa gak memberikan uang saku buat dia." jawab Alexa yang berusaha bersikap biasa aja.
"Oh Ayunda, kebetulan sekarang saja akan mengajar dia di jam pertama. Anda kakaknya?" tanya laki laki itu yang ternyata seorang guru.
"Iya saya kakaknya." jawab Alexa.
"Perkenalkan nama saya Edwin, saya guru di sini." ucap Edwin
"Saya Alexa. Oh ya berhubung Bapak Edwin mengajar Ayunda, boleh gak saya minta tolong kasihkan uang ini buat Ayunda. Kasihan dia jika gak jajan.' ujar Alexa sambil memberikan uang lima belas ribu kepada Edwin.
__ADS_1
"Iya." Edwin pun mengambil uang itu.
"Nanti aku berikan ke dia." Lajut Edwin setelah menerima uangnya.
"Kalau gitu, saya permisi dulu." ucap Alexa.
"Iya tapi lain kali jangan panggil saya bapak, umur saya masih 25 tahun." ujar Edwin tersenyum karena ia merasa tertarik dengan Alexa begitupun Alexa yang merasa ada ketertarikan dengan guru adiknya itu.
"Iya. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah itu, Alexa pun segera pergi menuju mobilnya karena ia ada operasi pagi. Sedangkan Edwin senyam senyum sendiri sambil menuju ruangannya. Sebelum masuk kelas, ia menuju ruangannya sendiri.
Sepanjang jalan, Alexa menyetir sambil memegang dadanya sendiri.
"Apakah guru itu yang di maksud Ayunda?" tanya Alexa pada dirinya sendiri.
"Guru itu sangat tampan dan terlihat pria baik baik. Apakah aku jatuh cinta sama dia, mengatap jantungku berdetak lebih cepat seperti ini, bahkan aku merasa tubuhku panas dingin. Apakah aku sedang sakit atau inikah yang di namakan jatuh cinta?" tanya Alexa senyam senyum sendiri.
Namun Alexa menepis semua perasaan itu, karena ia mengingat ucapan aby dan umy nya agar tidak main main dengan perasaaan. Dan tidak boleh pacaran. JIka pun kelak Alexa di pertemukan dengan jodohnya, Adzriel dan Zahra berharap mereka langsung menikah.
Alexa segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit, Alexa berharap ia tak bertemu lagi dengan guru adiknya itu dan jika pun tuhan mengizinkan dan memang dia adalah jodohnya. Alexa berharap, dia adalah laki laki yang kelak akan membawanya ke jalan yang baik, jalan yang di ridhoi Allah. Laki laki yang akan selalu memberikan kebahagiaan untuknya.
__ADS_1