
Sore harinya sesuai janjinya, ia mengajak Ayunda untuk jalan-jalan ke Mall. Di sana Ayunda bebas memilih apa saja dan Ayunda pun gak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ayunda mengambil beberapa 5 setel baju yang ia suka, Ayunda juga membeli tas dan sepatu yang cukup mahal sekitar 3 juta untuk sepatunya dan 999.000 untuk harga tasnya. Sedangkan untuk 5 setel baju sekitar 2 jutaan karena memang Ayunda gak terlalu suka beli baju yang mahal-mahal.
Setelah itu, Ayunda juga membeli buku dan peralatannya sekolah. Ayunda juga membeli beberapa boneka yang ia suka.
Setelah puas berbelanja. Axel pun mengajaknya untuk makan di resto yang ada di Mall.
Axel tak mempermasalahkan walaupun ia harus mengeluarkan uang yang cukup banyak buat Ayunda. Toh selama ini ia jarang membelikan sesuatu buat Ayunda dan jarang juga memberikan uang.
Setelah selesai makan, Axel mengajak Ayunda jalan-jalan keliling kota. Sedangkan belanjaan Ayunda ada di kursi belakang.
"Kak, kita ke taman itu yuk," ajak Ayunda.
"Iya bentar, kakak parkirkan dulu mobilnya," jawab Axel yang langsung mencari tempat parkir.
Setelah memarkirkan mobilnya, ia dan Ayunda pun turun. Axel memegang tangan Ayunda agar Ayunda gak jauh darinya.
Mereka memilih duduk di bawah pohon. Di taman itu cukup banyak orang jika sore hari.
"Kak, aku mau beli es krim dong," ujar Ayunda
"Iya udah sana beli," ucap Axel.
"Uangnya mana?" tanya Ayunda.
"Ini," Axel pun memberikan uang 10 Rb kepada Ayunda.
__ADS_1
"Kak, nanti setelah makan es krim, aku langsung main ayunan di situ ya," ujar Ayunda.
"Iya," jawab Axel.
"Iya sudah, aku mau beli es krim dulu," ujar Ayunda yang langsung pergi menuju penjual Es Krim.
Sedangkan Axel memperhatikannya sebentar, lalu ia mengambil Hp dan mengecek email pekerjaannya.
Saat ia fokus dengan Hp nya, seseorang datang menghampirinya.
"Boleh aku duduk di samping kamu," ucap seseorang itu. Axel pun melihat wajahnya dan ternyata itu Afifah. Axel kembali fokus ke hp nya.
"Boleh aku duduk di samping kamu?" ulang Afifah.
"Boleh," jawab Axel tanpa melihat ke wajah Afifah lagi.
"Kamu kemana aja selama ini? Kog gak pernah kelihatan?" tanya Afifah.
"Aku pergi keluar negeri,"
"Oh pantas, aku sulit untuk bertemu kamu. Mas Axel juga ganti nomer Hp ya bahkan semua sosial media Mas Axel juga di non aktifkan. Dan baru aktif lagi sejak tadi pagi," ujar Afifah yang tidak di tanggapi oleh Axel
"Aku minta maaf, kalau aku ada salah dan menyakiti hati Mas Axel," ujar Afifah.
"Aku sudah maafin kamu, dan kamu juga gak salah. Aku dulu terlalu bodoh mencintai seseorang yang tak pantas untuk aku cintai. Sekarang aku sudah move on, aku sudah punya seseorang yang aku cintai,"
"Siapa?" tanya Afifah.
__ADS_1
"Kamu gak perlu tau. Karena itu urusan pribadi ku," jawab Axel.
"Maaf," ujar Afifah menyesali perkataannya tadi
"Gimana usahamu dan kuliahmu?" tanya Axel, walaupun matanya fokus dengan Hp tapi pendengarannya sangat tajam untuk menangkap semua perkataan yang di ucapkan oleh Afifah.
"Aku berhenti kuliah,"
"Kenapa?"
"Usahaku gak berjalan lancar dan aku gak ada biaya untuk kuliah. Jadi aku memutuskan untuk berhenti. Jualan online sepi sedangkan jualan di pasar, seharian kadang yang beli cuma satu atau dua orang dan itu hanya cukup untuk makan saja,"
"Oh," ucap Axel yang tak terlalu merespon perkataan Afifah.
"Aku merasa ada yang aneh. Dulu saat ada kamu, jualan online ku laris manis bahkan pendapatan ku sangat besar hingga aku bisa daftar kuliah. Tapi saat kamu gak ada, susah untuk jualan online. Walaupun aku update dan promo besar-besaran tetap gak ada yang beli," ujar Afifah mencurahkan isi hatinya.
"Karena aku dulu membantumu hingga jualanmu banyak yang menyukainya tapi sejak kamu menolak lamaranku, aku langsung pergi ke luar negeri dan aku gak mau tau lagi bagaimana usahaku. Karena aku tau, kamu bisa membuat jualanmu laris tanpa bantuanku,"
"Tapi nyatanya, aku gak bisa tanpa kamu. Dulu aku begitu sombong, padahal hidupku enak juga karena kamu yang membantuku. Bukan karena usahaku sendiri. Mas Axel yang sudah bisa membuat paman dan tante aku masuk penjara, Mas Axel juga yang sudah membuat semua harta ayah kembali ke tangan aku. Dan Mas Axel juga yang membuat jualanmu laris manis.
Aku gak bisa apa-apa tanpa Mas Axel di samping aku. Maafkan aku yang lupa diri dan begitu sombong bahkan berani menolak lamaran kamu," ujar Afifah sedih dan menyesali semuanya.
"Sudahlah gak perlu di fikirkan. Semua itu sudah berlalu. Kamu tau dari mana aku sudah pulang dan ada di sini?" tanya Axel mengalihkan pembicaraan.
"Tadi pagi aku ngecek sosial media dan aku lihat kamu lagi online.
Dan tadi aku memang ada di taman ini setengah jam yang lalu, dan ketika aku melihat kamu, aku sempat ragu karena aku takut kamu itu adalah orang lain tapi ketika aku terus memperhatikan kamu, ternyata penglihatan ku gak salah karena ternyata benar. Makanya aku menghampiri kamu," ucap Afifah tersenyum.
__ADS_1
Saat mereka asyik ngobrol, Ayunda mengajak pulang. Axel pun segera pamit, ia pulang bersama Ayunda dan meninggalkan Afifah di taman. Bahkan Axel gak menawari Afifah untuk di antar pulang.