
Pagi harinya, Axel dan Alexa sudah mandi dan kini sudah duduk tenang menunggu sarapan pagi. Sedangkan Balqis yang sudah terlihat segar dan sehat membantau suaminya untuk menyiapkan semua berkas berkas yang madu di bawa kerja. Setelah selesai semua, Balqis dan suaminya pun turun dan menuju ruang makan.
"Maaf ya, tante dan om kelamaan dan membiarkan kalian menunggu lama." Ujar Balqis sambil duduk di kursi begitupun dengan Aksa.
"Gak papa tan, santai aja." Jawab Axel.
"Gimana? Betah di sini?" tanya Aksa.
"Alhamdulillah om, betah banget." Jawab Alexa tersenyum.
"Syukurlah. Iya udah ayo makan mumpung semuanya masih hangat." Ujar Aksa.
Balqis mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk lalu memberikannya kepada suaminya. Sedangkan Axel dan Alexa mengambil nasi dan lauk pauk sendiri. Setelah selesai mengambil nasi untuk suaminya, Balqis pun mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
"Sebelum makan, jangan lupa berdoa dulu ya." Ucap Aksa ramah.
"Iya om." Mereka pun berdoa di dalam hati masing masing dan setelah selesai berdoa, mereka pun makan makanan yang ada di depannya dengan lahap. Namun saat Balqis makan baru beberapa suapan, ia pun merasa mual dan segera pergi ke kamar mandi dan memuntahkan semua nasi yang sudah ia makan.
Aksa yang merasa hawatir, segera menghampiri istrinya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Aksa.
"Entahlah, perutku rasanya gak enak pas makan tadi." Jawab Balqis sambil memegang perutnya.
"Iya udah, kita periksa aja ya?" ujar Aksa.
"Gak usah maz, nanti juga baikan."
"Yakin?"
"Iya sayang." Jawab Balqis tersenyum.
"Iya udah, kalau gitu aku berangkat kerja dulu ya." Ucap Aksa.
"Nasinya gak di habisin dulu?" tanya Balqis.
"Enggak usah sayang, aku udah kenyang kog. Nanti kalau lapar, aku bisa keluar atau memesan makanan lewat online."
__ADS_1
"Maafkan aku ya, gara gara aku.............."
"Enggak, kamu gak salah. Aku emang udah kenyang tadi walau makan dikit banget. Iya sudah, kamu gak perlu merasa sedih dan merasa bersalah gitu. Kamu istirahat aja ya." Ucap Aksa lembut sambil memeluk istrinya itu.
"Iya, maaf aku gak bisa mengantarkan kamu sampai depan."
"Gak papa, santai aja. Aku berangkat kerja dulu ya. Assalamu'laikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah itu, Aksa pun segera keluar dari kamarnya sedangkan Balqis memilih untuk tidur tiduran karena kepalanya rasanya terasa pening sekali.
"Om, udah mau berangkat?" tanya Axel.
"Iya nak, kamu udah makanya?" tanya balek Aksa.
"Udah om." Jawab Axel tersenyum ramah.
"Tante gimana om, dia baik baik aja kan?" tanya Alexa.
"Iya sayang, dia cuma gak enak badan. Nanti om minta tolong ya, jenguk tante siapa tau dia butuh apa apa."
"Siap om." Ucap Alexa tegas.
"Aku antarkan om sampai depan rumah ya." Ujar Axel.
Axel dan Alexa pun mengantarkan Aksa sampai depan pintu. Namun baru saja Aksa mau membuka pintu, pelakor itu datang lagi membawa nasi dan sayur yang ada kuahnya.
"Lagi lagi sinderbolong itu. Gak kapok kapok ya." Ucap Alexa geram.
"Entahlah, mungkin dia sudah gak punya rasa malu. Kita apain lagi ya?"
"Entahlah, aku bingung." Jawab Alexa geram.
Sedangkan Inez berjalan sambil berlenggak lenggok seperti pamer kecantikan dan tubuhnya yang aduhai.
"Mas tunggu bentar, aku tadi masak lho buat kamu sarapan pagi. Kamu makan dulu ya." Ucap Inez dengan suaranya yang seperti di buat buat. Ia sengaja memanggil Aksa dengan sebutan mas biar Aksa tersentuh dengan panggilan yang ia berikan.
"Aku sudah sarapan tadi." Jawab Aksa dingin.
"Tapi mas, aku rela bangun pagi demi masakin buat kamu. Paling tidak, hargai makananku sedikit saja." Ucap Inez dengan wajah sedihya agar bisa menarik perhatian Aksa.
Axel dan Alexa yang melihatnya begitu muak. Axel pun mendorong Alexa hingga membentur tubuh Inez dan akhirnya makanan itu lagi lagi tumpah dan mengenai baju Inez.
"Kamu!" Teriak Inez geram karena lagi lagi ia di jatuhkan dua kali oleh anak tengil itu.
__ADS_1
"Maaf, tan. Aku gak sengaja." Ucap Alexa.
"Kamu itu siapa sih? Selalu bikin aku naik darah tau gak!" Bentak Inez yang sudah tak bisa lagi menahan amarahnya.
"INEZ!!! Aku gak suka ya kamu bentak bentak dia." Ucap Aksa yang gak bisa berdiam diri, keponakanya di bentak bentak oleh orang lain.
"Tapi mas, dia duluan yang bikin aku kesal. Lihat! Bajuku jadi kotor gini." Ujar Inez, ia berusaha untuk tenang agar laki laki yang ada di hadapannya ini tidak semakin ilfil kepadanya.
"Dia kan gak sengaja dan dia juga sudah minta maaf. Apa salahnya sih, kamu maafin. Toh dia masih kecil, gak seharusnya kamu bentak bentak dia seperti itu." Ujar Aksa yang masih menggunakan suara tinggi.
"Tapi mas, dia kemaren bikin aku jatuh dan membuat makanan yang aku bawa tumpah dan sekarang lagi lagi makanan yang aku buat khusus kamu, tumpah gitu aja gara gara dia." Ucap Inez.
"Sudahlah, toh aku juga gak meminta kamu untuk bikinin itu buat aku kan? Lagian walaupun makanan itu gak tumpah, aku tak kan pernah mau makan makanan yang kamu berikan untukku." Ujar Aksa.
"Tapi kenapa mas? Kenapa kamu begitu kejam kepadaku? Dulu kamu begitu menyayangi dan mencintaiku dan selalu menuruti keinginanku tapi kenapa sekarang kamu berubah?" ujar Inez pura pura menangis.
"Karena cintaku sudah mati setelah aku tau sifat dan watak aslimu. Lagian kamu gak pernah mencintaiku, kamu cuma mencinta hartaku. Jadi mulai sekarang jangan pernah ganggu hidupku lagi. Aku tak ingin istriku salah faham sama kamu." Ucap Aksa.
"Tapi mas, aku beneran cinta sama kamu."
"Dan aku tak peduli akan hal itu. Satu lagi, jangan panggil aku mas. Aku jijik dengernya." Ucap Aksa yang langsung masuk ke dalam mobilnya. Dan pergi meninggalkan Inez.
Inez hanya bisa menatap laki laki itu dengan penuh dendam. " Jika istrimu mati, kamu pasti akan kembali padaku." Ujar Inez tanpa ia ketahui bahwa Axel dan Alexa masih ada di situ dan mendengar ucapannya.
"Dan kami tak akan biarkan semua itu terjadi." Ucap Axel marah. Inez yang mendengar suara Aksa langsung terlonjat kaget.
"Emang kamu bisa apa? Kamu hanya anak kecil." Ujar Inez sinis.
"Jangan pernah meremehkan anak kecil tan. Karena aku bisa melakukan sesuatu yang bisa bikin tante menyesal seumur hidup. Ayo Al, masuk. Jangan berbicara sama virus, nanti ketularan." Ucap Axel sambil menarik tangan saudarannya itu untuk masuk ke dalam.
"Dasar bocah, awas kau ya." Ujar Inez sambil pergi menuju rumahnya sendiri. Ia harus memikirkan cara menyingkirkan Balqis dan memberikan pelajaran kepada Axel dan Alexa.
__ADS_1