Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Musim Ke Tiga


__ADS_3

Kai Admaja, ia adalah cucu pertama Bramantyo Admaja. Ia putra sulung Aska dan Raya. (Baca novel Thor Jodoh Dari Remaja).


Kai Admaja tumbuh menjadi pria yang tampan dan berwibawa seperti ayah dan kakeknya. Ia di percaya memegang Admaja Group selama Deniz yaitu adik Kai masih kuliah di luar Negeri.


Pagi itu Kai sudah rapi dengan stelan jas nya. Seperti biasa ia menghabiskan sarapan paginya yaitu salad dan roti bakar serta segelas kopi hitam.


Seorang pria berdiri di dekat Kai sembari mengutak Atik ponselnya. Dia adalah Reihan sekretaris Kai sekaligus merangkap asisten pribadi.


Reihan berusia dua tahun lebih muda dari Kai tapi untuk urusan pekerjaan ia sungguh cekatan.


"Han apa jadwalku hari ini?" tanya Kai seraya meletakkan sendok dan garpu keatas piring salad.


"Ada meeting panjang tuan, mungkin bisa seharian dan nanti malam tuan besar ingin bertemu"


"Baiklah, beli bingkisan untuk mama"


"Baik tuan saya akan menelpon nyonya besar ia sedang mengingin kan sesuatu atau tidak"


"Telponlah sekarang aku akan ke mobil duluan"


"Baik tuan"


Han menekan tombol di ponselnya dan menelpon nyonya besar.


"Ya Han?" suara ramah terdengar di sambungan telepon.


"Nyonya tuan muda akan berkunjung nanti malam, ia meminta ku membawa bingkisan untuk anda. Apakah anda ada permintaan nyonya?"


"Katakan pada tuan mu mamanya meminta cucu!"

__ADS_1


Klik! telepon di matikan. Han menghela napas berat. Ia berjalan cepat menuju mobil yang terparkir di halaman. Kai sudah berada di dalam mobil.


"Apa mama ingin sesuatu?" tanya Kai sembari memainkan ponselnya.


"Benar tuan"


"Kalau begitu segera kau Carikan"


"Maaf tuan saya tidak bisa"


Kai mengabaikan ponselnya dan memandang ke depan. Ia menatap Han dengan tajam.


"Kau membantah?"


"Tidak tuan, tapi mana mungkin saya bisa mencarikan permintaan nyonya besar"


"Kenapa tidak? apa uang ku tidak cukup untuk membeli permintaan maama? memang apa yang maama minta sebagai bingkisan?"


Kai terdiam tidak lagi mendebat Han soal bingkisan.


"Jalan!" Kai menendang kursi bagian depan.


Bagaimana tuan muda anda tidak bisa berbuat apa-apa bukan? ibu anda meminta cucu....


Raya sering meminta Kai untuk segera menikah. Usia Kai sudah terbilang cukup untuk membina sebuah rumah tangga.


Tapi bagaiman Kai mau menikah, selama ini ia terlalu sibuk dengan perusahaan. Ia tidak sempat berkenalan dengan wanita hanya sekedar untuk kencan tau lainnya.


Meski image nya di luar na ia terlihat seperti playboy karena tampangnya yang tampan. Tapi sesungguhnya Kau tidak pernah berurusan dengan para wanita yang mengaku-ngaku sebagai kekasihnya.

__ADS_1


Han membelokkan mobil ke pelataran parkir khusus milik CEO perusahaan. Ia bergegas turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Kai.


"Tuan muda..."


"Ada apa?"


"Nyonya besar meminta anda segera menelpon"


"Haisss!"


Kai berjalan cepat menuju loby kantor. Semua segera berdiri dan memberi salam pagi pada CEO mereka.


"Selamat pagi tuan muda..."


Kai hanya terdiam dengan wajah datarnya sembari terus berjalan menuju ruang kerjanya. Han mengikutinya dari belakang.


"Han mulai meeting segera, nanti siang aku harus pergi"


"Anda ingin kemana tuan?"


"Deniz pulang dan si bedebah itu meminta ku menjemputnya di bandara"


"Baik tuan"


Deniz akan kembali untuk berlibur di sela sidang tugas akhir nya. Sebentar lagi Deniz lulus dan setidaknya itu bisa meringankan beban pekerjaan Kai memegang perusahaan.


Kai ingin bersantai sejenak dan tentunya mencari calon istri.


Teman-teman yang belum membaca sekuel Cinta Dalam Diam yang ke 2 segera baca ya...

__ADS_1



Ceritanya juga sangat menarik dengan konflik yang ringan. Mumpung sedang ramai silahkan baca ya.....🙏😘


__ADS_2