
Alexa sudah sampai di depan gerbang sekolah. Namun anak sekolah belum juga keluar, mungkin memang belum waktunya pulang. Alexa menunggu di dalam mobil sambil bermain game.
Hingga beberapa menit kemudian, seseorang mengetok layar jendela di samping Alexa. Alexa pun menolehnya dan ternyata dia adalah Ayunda.
Alexa segera mematikan hpnya dan menaruhnya di tas. Alexa segera membukakan pintu mobil sehingga Ayunda bisa masuk dan duduk di sebelahnya. Dan setelah itu, Alexa pun segera pergi menuju rumah sakit.
"Kak, tau gak?" tanya Ayunda saat mereka dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Apa dek?" tanya balek Alexa sambil melihat ke Ayunda sekilas lalu setelah itu fokus kembali ke depan.
"Pak Edwin tadi gak masuk lho kak. Kenapa ya kak kira-kira? Tadi malem gak datang, sekarang gak masuk. Kenapa ya? Apa Pak Edwin sakit?" tanya Ayunda panjang lebar.
"Entahlah, kakak juga gak tau. Karena tadi malam, Pak Edwin cuma bilang, kalau dia sedang ada urusan." jawab Alexa.
"Oh gitu, iya sudah gak papa. Aku fikir, Pak Edwin sakit." ujar Ayunda
"Kak Axel sekarang ada di rumah sakit." ucap Alexa memberitahu.
"Ngapain Kak Axel di rumah sakit? Apa Kak Axel sedang sakit sekarang?" tanya Ayunda panik.
"Bukan Kak Axel yang sakit."
__ADS_1
"Lalu?!"
"Temennya." jawab Alexa karena gak mungkin Alexa bilang, orang yang di cintai Axel.
"Oh. Cewek apa cowok kak?!"
"Cewek."
"Hah!? ... Ciyus?"
"Iya. Gak usah lebay deh dek. Geli sendiri aku dengernya."
"Gak boleh di ikutin kalau ucapannya gak pantas untuk di tiru. Kalau aby dan umy sampai dengar bisa bahaya, kamu pasti kena masalah. Bisa-bisa di ceramahi berjam-jam." Ucap Alexa mengingatkan.
"Hehe iya kak, maaf. Aku janji gak akan mengulanginya."
"Gak usah berjanji. Cukup kamu buktikan keseriusan mu itu. Agar tak mengulangi kesalahanmu lagi."
"Iya kak, InsyaAllah aku gak kan mengulangi kesalahanku lagi."
"Sip."
__ADS_1
"Oh ya kak, kalau Kak Axel ada di rumah sakit, berarti Kak Axel gak kerja dong?" tanya Ayunda.
"Entahlah, itu urusan Kak Axel lagian aku gak faham dengan pekerjaan Kak Axel. Kakak yakin, Kak Axel pasti bisa mengatasi semuanya."
"Apakah wanita itu sebegitu pentingnya buat Kak Axel sampai-sampai, Kak Axel rela meninggalkan pekerjaannya hanya demi menjaga seorang wanita di rumah sakit. Aku rasa, Kak Axel jatuh cinta sama wanita yang kini berada di rumah sakit." ucap Ayunda yang membuat Alexa bingung karena adiknya sudah faham masalah seperti itu tapu masalah pelajaran, sangat lelet dan seringkali telmi (telat mikir). Harus di ulang-ulang, baru faham.
"Jangan sok tau." ucap Alexa.
"Bukan sok tau kak, ini kan hanya pendapat ku saja." ujar Ayunda.
"Aku jadi penasaran seperti apa wajahnya dan bagaimana orangnya? Aku yakin dia adalah wanita yang sangat spesial di hati Kak Axel. Namun masalahnya jika aby dan umy tau. Pasti Kak Axel akan di ceramahi panjang lebar, lebih parah lagi aby akan menyuruh Kak Axel untuk menikahinya." ucap Ayunda yang membuat Alexa juga berfikir demikian.
Bagaimana jika aby dan umy nya tau, apa yang dilakukan saudara kembarnya sekarang. Tidak seharusnya, Kak Axel menemani wanita yang bukan mahromnya.
"Sudahlah kamu gak usah ngurus urusan orang dewasa, kamu fokus aja sama sekolah kamu. Inget kamu harus juara satu, kamu harus bisa bahagiain aby dan umy." ucap Alexa tersenyum.
"Iya deh, iya. Aku akan fokus sama sekolah ku aja dan gak akan ikut campur masalah orang dewasa lagi." ujar Ayunda berbohong karena dirinya masih penasaran dengan wanita yang kini ada di rumah sakit itu dan juga masalah percintaan kakaknya, gurunya dan juga dokter Andi.
Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah sakit. Alexa segera memarkirkan mobilnya lalu mereka segera pergi menuju ruangan Afifah.
"Ayo kak, cepet." ucap Ayunda dengan sangat antusias yang membuat Alexa hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1