
Setelah pulang dari rumah sakit, Alexa langsung pergi ke kamarnya sedangkan Ayunda juga masuk ke kamarnya sendiri. Alexa memegang hpnya dan tiba-tiba ada pesan masuk dari Edwin.
"Aku pamit, aku pulang ke kampung. Oh ya tadi sebelum pulang, aku ke kontrakan Andi. Katanya kamu menyuruh dia untuk melamar kamu ya. Selamat ya.. Aku titip Andi, jangan sakiti dia. Dia itu orang baik. Aku harap, kamu bisa mencintai dia seperti dia yang mencintai kamu.
Setelah ini, aku mau ganti nomer. Dan semua sosial mediaku akan aku non aktifkan.
Aku berdoa, semoga Allah memberikan kebahagiaan untuk kalian berdua.
Salam dariku, Edwin."
Alexa membaca pesan Edwin sambil menitikkan air mata. Alexa mencoba membalas pesan Edwin beberapa kali, namun gagal. Mungkin kartunya sudah di potong dan di buang. Hingga Alexa gak bisa lagi mengirim pesan padanya.
Alexa menaruh hp nya di atas meja. Ia tidur tiduran sejenak sambil memikirkan apakah keputusannya menyuruh Andi untuk melamarnya adalah keputusan yang tepat. Lalu bagaimana jika sampai kapanpun Alexa tak bisa mencintai Andi?
Bagaimana nasib Alexa ke depannya, hidup dengan seseorang yang gak pernah bisa ia cintai? Apakah Alexa akan bahagia atau sebaliknya.
Apakah Andi akan terima jika dia tau, Alexa ternyata masih mencintai orang lain? Apakah itu tidak akan menyakitkan buat Andi?
__ADS_1
Ingin rasanya Alexa curhat sama Axel tapi mengingat Axel juga punya masalah dengan percintaannya membuat Alexa hanya bisa berdiam diri. Ia gak mungkin membebankan Axel atas masalah yang kini sedang ia hadapi.
Alexa cuma bisa berdoa semoga keputusannya tidak salah dan tentunya tidak menyakiti hati banyak orang.
Alexa segera bangun dari tidurnya, ia segera mandi karena bentar lagi adzan Maghrib berkumandang.
Selesai mandi, Alexa segera memakai baju dan memakai mukenanya lalu pergi ke musholla. Dan tak lama kemudian, Ayunda datang dengan memakai mukenah begitupun asisten rumah tangga nya.
"Dek, Kak Axel mana?" tanya Alexa.
"Maaf non, sebenarnya tadi siang Tuan Muda sudah pulang, tapi tadi sore ia keluar lagi memakai sarung dan baju koko." ucap bibi.
"Keluar pakai sarung dan baju Koko? Emang Kak Axel mau kemana, keluar pakai sarung? Apa mungkin cuma cari angin segar sambil jalan-jalan. Tapi jika emang iya, kenapa gak pulang padahal ini udah adzan?" gumam Alexa.
"Terus gimana nih kak? Siapa yang ngimamin?" tanya Ayunda.
"Biar kakak aja," jawab Alexa.
__ADS_1
Dan setelah itu, mereka semua pun sholat Maghrib berjamaah dengan Alexa sebagai imamnya.
Selesai sholat, mereka mengaji sampai adzan Isya' berkumandang. Selesai sholat Isya', mereka segera pergi ke kamar masing-masing.
Lalu 15 menit kemudian, sang bibi memanggil karena makan malam udah siap.
Ayunda dan Alexa pun makan malam, mereka juga mengajak semua asistennya untuk makan malam bersama.
Selesai makan, Alexa mengajari Ayunda untuk belajar. Dan tanpa sepengetahuan mereka, Axel pulang dan masuk ke dalam kamarnya.
Axel tak ingin di ganggu siapapun. Axel ingin menyendiri dulu sampai dikiranya tenang.
Beda dengan Alexa, walaupun hatinya sedang bergemuruh namun Alexa berusaha bersikap biasa aja, seakan-akan gak ada apa-apa. Walaupun sebenarnya ia masih sedih karena Edwin sudah pulang kampung dan hanya pamit lewat chat aja bahkan Edwin tak membiarkan dirinya untuk membalas pesannya.
Foto Axel
__ADS_1