
Bram selesai mandi, Ariani mengeringkan rambut suaminya dengan handuk kecil.
"Sayang apa tuan Hyuk dan Keara tidak jadi melangsungkan pernikahan?".
"Hyuk bilang mereka sengaja menundanya".
"Tapi aku tak melihat Keara mengunggah foto mereka berdua lagi di sosmed Keara".
"Mungki sama-sama sibuk".
Lelaki selalu berfikir positif di setiap keadaan. mereka selalu berfikir baik-baik saja. tidak mengerti di sindir atau didiamkan seribu bahasa. berbicara dengan mereka harus gamblang dan jelas jangan bertele-tele dengan menggunakan perasaan karena niscaya dari mereka tak akan paham yang wanita maksudkan. termasuk Bram dan Hyuk mereka orang-orang yang tidak akan membaca orang lain menggunakan perasaan. mereka lebih banyak berfikir rasional dan logis. ketika bersama Bram, Ariani akan langsung mengungkapkan apa yang ia mau atau apa yang ia maksudkan dengan jelas. seperti halnya Keara, Ariani yakin ia merasa ada yang kosong dengan hubungan Keara bersama Hyuk. besok ia berniat menelpon Keara dan mengajaknya bertemu. Ariani orang yang paling menyayangkan jika diantara Keara dan Hyuk terjadi perpisahan.
__ADS_1
"Aku ingin bermain dengan Arka". Bram berdiri dan mengecup pipi Ariani. ia berjalan menuju kamar Arka.
***
Keara duduk di lantai kamarnya. ia memandangi fotonya bersama Hyuk. ia melihat Hyuk tersenyum dan terlihat tampan. Keara mencintai lelaki itu karena itulah ia merasa terluka dengan kondisi hubungannya dengan Hyuk sekarang. pernikahan yang tertunda entah sampai kapan, pertemuan terbatas dan komunikasi yang jarang. Keara merasa tersiksa setiap kali harus memikirkan Hyuk sedang apa, sedang dimana kenapa tidak memberi kabar. setiap pesan yang terkirim lama baru terbalas. Keara mencoba sabar tapi ia sudah tidak mampu lagi menunggu Hyuk. diusianya yang sudah cukup seharusnya ia sudah menikah bukan malah menunggu ketidak pastian sebuah hubungan. air mata Keara menetes membasahi selembar foto di tangannya. Keara sudah mengambil keputusan besar. ia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kasur. Keara merebahkan diri dan terlelap.
Pagi tiba, Keara terbangun dengan perasaan hampa. ia melihat ponselnya, tak ada pesan dari Hyuk seperti biasanya. Keara kembali ingin menangis. ia sudah merasakan patah hati yang sesungguhnya dan itu menyakitkan.
***
"Sudah lama menunggu?". Hyuk meraih lengan Keara, ia mencium kening gadis itu. Keara memejamkan matanya, pertahanannya hampir runtuh. ia menguat-nguatkan dirinya di hadapan Hyuk.
__ADS_1
"Tidak, baru sebentar".
Hyuk memandang lekat Keara. tak biasanya gadis itu berbicara kaku padanya.
"Kau mau bicara apa?, katakan lah". Hyuk meraih lengan Keara agar gadis itu berdiri dari duduknya dan menatap Hyuk. Keara terdiam menunduk seperti mengumpulkan segenap keyakinannya.
"Aku rasa.....hubungan kita sampai disini". Keara hampir menggigit lidahnya menyesali ucapannya. Hyuk memandangnya lekat. sorot matanya berubah menjadi tajam. wajahnya terlihat dingin. Hyuk tak mengatakan sepatah kata pun, ia menunggu Keara melanjutkan Bicaranya.
"Aku sangat terluka, kau membuatku tersiksa karena selalu memikirkan dan mencemaskan mu, sedangkan kau pernahkah berfikir sesering aku memikirkan mu?". Hyuk masih terdiam.
"Aku lelah, lelah dengan ketidak jelasan hubungan kita, lelah selalu menunggu mu, lelah mencemaskan mu, kau besok masih selamat atau tidak........aku....". Suara Keara tercekat, air matanya mengalir deras.
__ADS_1
"Jika itu mau mu dan bisa membuat mu lebih berbahagia, akan aku kabulkan permintaan mu. hubungan kita berakhir". Hyuk berbalik dan berjalan pergi tanpa memandang Keara yang menangis. Keara memandang punggung Hyuk untuk terakhir kali dengan kepedihan.
Apa yang ku lakukan?, ia benar-benar meninggalkan ku sekarang. Keara.