
Setelah berkutat selama 1 jam setengah akhirnya kue pun sudah terselesaikan.. Ayu membuat kue satu macam sedangkan Balqis membuat kue 2 macam dengan rasa yang berbeda tentunya.
Setelah selesai Ayu dan Balqis pun memberikan kue pertama mereka unutk Ezra.
"Nah ini hasil karya mama dan juga Balqis gimana bagus gak penampilannya?" tanya Ayu.
"Yang punya mama yang mana?" tanya Ezra.
"Yang ini." Ucap Ayu sambil menunjuk kue buatanya sendiri.
"Terus punya Balqis yang mana nak?" tanya Ezra.
"Yang ini pa." Jawab Balqis sambil menunjuk dua kue buatanya itu.
"Wah punya nak Balqis bagus ya, bikin ngiler. Kalau punya Balqis ini termasuk kue modern sedangkan punya mama ini termasuk kue tradisional cuma di modif. Iya kan ma?" tanya Ezra.
"Iya pa hehe." Ujar Ayu tersenyum.
__ADS_1
"Iya udah ayo makan kue nya." Ucap Ezra. Balqis dan Ayu pun duduk di kursi di kursi kosong.
Ayu mencicipi kue buatan Balqis sedangkan Balqis mencicipi kue punya mama mertuanya sedangkan Ezra mencicipi kue buatan istri dan menantunya itu.
"Enak gak pa?" tanya Ayu.
"Enak banget. Semuanya enak." Jawab Ezra sambil terus memakan kue yang ada di depannya.
"Iya semua kuenya enak terutama punya Balqis. Kamu tau resep ini dari mana nak?" tanya
"Dari Bunda Aulia ma." Jawab Balqis.
"Siapa dia sayang?" tanya Ayu.
"Sahabat mamaku, beliau juga mantan ibu mertuaku ma." Jawab Balqis.
"Sejak kapan kamu belajar kue nak sama bundamu itu?" tanya Ezra.
lagi lagi dan lagi hingga ia pun bisa membuat masakan persis seperti punya mamanya dan juga kue seperti punya bunda Aulia.
"Wah mama gak nyangka sayang, kamu begitu hebat walau masakan pertamamu gatot tapi kamu masih mau mencoba lagi. Mama salut sama kamu." Puji Ayu kagum.
"Iya dan lihatlah sekarang, kamu sudah pintar masak segala hal dan bikin kue yang sungguh enak dan lezat." Ujar Ezra sambil terus memakan kue buatan Balqis.
"Alhamdulillah jika papa dan mama suka kue buatanku. Kapan kapan aku akan buatkan kue yang beda dar ini buat mama dan papa." Ucap Balqis.
"Makasih ya nak. Dulu mama pengen banget punya anak perempuan dan sekarang keinginan mama sudah terwujud dan mama pun bisa merasakan bagaimana mempunyai anak perempuan apalagi anaknya seperti kamu, cantik, sholehah, penurut, pintar masak pula." Puji Ayu.
__ADS_1
"Iya papa juga bangga dan gak salah pilih mencari menantu untuk Aksa. Sayangnya Aksa sekarang lagi di butakan oleh Cinta." Ujar Ezra kesal ketika ia ingin perilaku dan sikap anak semata wayangnya itu.
"Sudahlah pa, gak perlu di ingat ingat lagi. Tok kelak jika dia sudah tau sifat asli dari wanitanya itu, pasti ia akan kembali sama kita." Ucap Ayu.
"Iya kamu benar ma." Ujar Ezra.
"Setelah makan kue ini, kita mau kemana?' tanya Ayu.
"Entahlah, mungkin aku di rumah aja ma." Jawab Balqis.
"Emang kamu gak bosen sayang, di rumah aja?" tanya Ezra.
"Enggak pa, aku di kamar mau baca novel aja di aplikasi Mangatoon / Noveltonon." Jawab Balqis.
"Iya sudah kalau gitu mama dan papa juga mau istirahat siang. Kalau kamu butuh apa apa bilang aja ke bibik ya dan kalau perlu sesuatu kamu bisa panggil papa dan mama." Ujar Ayu.
"Iya ma." Ucap Balqis tersenyum.
Setelah selesai makan kue, Ayu dan Ezra pun masuk ke kamarnya begitu pun dengan Balqis. Balqis masuk ke kamarnya dan mengambil hp lalu ia pun membuka aplikasi Noveltoon dan membaca novel berjudul CINTA DALAM DIAM karya Evi Tamala. Sebenarnya cerita ini sudah tamat beberapa bulan yang lalu tapi Authornya mencoba untuk melanjutkannya karena banyak para pembacanya yang memintanya untuk lanjut. Authornya mungkin merasa kasihan hingga ia pun dengan senang hati mau melanjutkan novel itu hingga kini sudah mencapai 250 bab lebih. Sebelum membaca, Balqis pun tak lupa memberikan vote untuk Author yang mengarang novel itu sebagai tanda terima kasih karena telah mau melanjutkan ceritanya yang semakin hari semakin menarik dan membuat para pembacanya jadi penasaran termasuk Balqis sendiri.
Balqis membaca cerita itu dengan fokus dan sambil menghayal kadang ia tersenyum sendiri membacanya. Entah kenapa setiap kali Balqis membaca novel, sekan akan ia seperti pemeran utamanya. Apalagi di cerita akhir, ceritanya hampir mirip dengannya dan itu membuat Balqis menangis. Ya cerita itu sangat bagus, kadang membuat tertawa, kadang senyum senyum sendiri bahkan kadang tak jarang mengeluarkan air mata. Ah, andai saja Balqis bisa bertemu dengan penulis cerita ini pasti Balqis akan sangat senang.
Setelah hampir 3 jam membaca novel itu, Balqis pun memilih untuk tidur karena matanya sudah mulai mengantuk dan ia akan melanjutkan baca cerita itu jika ada waktu luang lagi.
__ADS_1