Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Menghubungi Ayahnya Vita


__ADS_3

Setelah selesai sholat Isya', tiba-tiba Andi ingat, ia belum memberitahu keadaan Vita kepada kedua orangtuanya. Andi pun segera memberi kabar mereka, kebetulan Andi menyimpan nomernya.


Andi segera memencet nomer Pak Victor, papanya Vita.


"Assalamualaikum," ucap Andi setelah terhubung


"Waalaikumsalam, maaf ini dengan siapa ya?" tanya Pak Victor


"Ini saya Andi, rekan kerja Vita di rumah sakit," jawab Andi


"Oh nan Andi, ada apa ya?" tanya Pak Victor ramah


"Saya cuma mau bilang, bahwa Vita tadi sore kecelakaan dan sampai sekarang masih belum sadarkan diri," jawab Andi gugup.


"Astagfirullah... Terus bagaimana keadaannya? Apa luka nya sangat parah hingga gak sadarkan diri?" tanya Pak Victor panik


"Tadi dia sempat kritis karena benturan di kepalanya yang cukup keras. Tapi sekarang Alhamdulillah, Vita sudah melewati masa kritisnya dan hanya tinggal nunggu siuman aja," ujar Andi


"Alhamdulillah kalau gitu,"

__ADS_1


"Tapi pak .... "


"Ada apa nak Andi?"


"Vita, dia gak bisa jalan selamanya. Kakinya lumpuh. Dan tangan kanannya juga di amputasi," jawab Andi sedih ketika ingat dengan keadaan Vita, orang yang begitu tulus menyayangi dan mencintai Andi hingga rela mengorbankan nyawanya.


"Astagfirullah ... dia pasti akan terpukul jika sudah sadar. Om dan Tante akan segera ke sana, om mohon. Kamu jaga Vita dulu ya sampai om dan Tante datang," pinta Pak Victor


"Iya om, pasti."


"Mungkin om akan datang besok pagi karena Om dan Tante ada di luar kota,"


"Terimakasih nak, iya sudah om tutup dulu ya telfonnya. Om juga harus memberitahu mamanya Vita dan setelah itu siap-siap berangkat ke sana,"


"Iya Om, Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam,"


Setelah menutup telfonnya, Andi menaruh kembali hpnya. Namun tiba-tiba ada pesan masuk dari Alexa namun Andi tak membuka pesan itu. Andi belum siap untuk memberi tahu Alexa apa yang terjadi. Andi gak ingin membuat Alexa kepikiran dengan masalah yang menimpa dirinya.

__ADS_1


\=\=\=\=


Sedangkan Alexa yang ada di luar negeri, ia sangat kefikiran karena takut ada apa-apa dengan tunangannya, Andi.


Alexa sudah beberapa kali chat gak di bales padahal lagi online, nelvon juga gak di angkat. Alexa bingung kenapa Andi berubah sejak tadi malam


Alexa hanya bisa menangis di ruangannya, lebih tepatnya di kamar salah satu yang ada di rumahnya Balqis.


Alexa sudah sampai tadi siang dan langsung bersalaman dengan Balqis. Mereka sempat ngobrol sebentar dan pergi ke pemakaman Dedi untuk ziarah.


Setelah dari makam, mereka ngobrol lagi. Ada Balqis, Alka, Aksa, Ezra dan Ayu.


Ada Adzriel, Aulia, Ayunda, Alexa dan Zahra.


Semuanya kumpul jadi satu. Balqis memang terlihat sedih dan matanya masih terlihat bengkak karena habis menangis tapi walau begitu, ia tetap tersenyum dan ngobrol bersama keluarga besarnya.


Sedangkan Alexa, walaupun raganya ada di sana tapi fikiranya ada di Indonesia. Alexa terus memikirkan Andi. Hingga akhirnya Alexa meminta izin masuk ke kamarnya untuk istirahat padahal di kamar Alexa berusaha menghubungi Andi namun gak di angkat angkat.


Alexa gak tau kalau Andi sedang ada musibah sehingga Alexa berfikir macam-macam. Alexa gak akan bisa tenang sebelum tau kabar Andi. Ingin rasanya Alexa pulang dengan cepat tapi ia gak mau mengecewakan kedua orangtuanya karena ia baru juga sampai tadi siang. Gak mungkin jika langsung pulang hari ini juga.

__ADS_1


__ADS_2