
Setelah sampai di depan rumah Balqis, Axel pun meminta tolong kepada sang sopir.
"Pak, boleh saya minta tolong?" tanya axel.
"Iya den, mau minta tolong apa?" tanya sang sopir.
"Tolong antarkan paket ini ke rumah depan ya. Tapi bapak harus pakek jaketnya. Bapak bawa jaket kan? Nah terus jangan lupa pakai topi sekaligus maskernya ya biar gak ketahuan."
"Oke, den. Rumah depan sini kan?"
"Iya pak."
Setelah itu Axel memberikan paketannya kepada sang sopir. Sedangkan Axel dan Alexa menunggu di mobil. Tak lama kemudian, sang sopir pun datang.
"Gimana pak, udah?" tanya Axel.
"Sudah den, beres."
"Gak ada yang liat kan?" tanya Axel.
"InyaAllah gak ada den soalnya sepi."
"Syukurlah. Aku sama Alexa ke dalam dulu ya bentar. Bapak tunggu aja di mobil, saya gak lama kog."
"Oke den."
Setelah itu Axel dan Alexa pun pergi meninggalkan sang sopir yang setia menunggunnya. Axel memencet bell dan tak lama kemudian sang bibi membuka pintunya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum bi, tante ada?" tanya Axel.
"Ada den, ayo masuk." Jawab bibi sambil membukakan pintu lebar lebar dan setelah itu, sang bibipun memanggil Balqis yang ada di dalam. Sedangkan Axel dan Alexa duduk di sova ruang tamu.
Tak lama kemudian Balqis pun datang.
"Lama nunggunya?" tanya Balqis.
"Gak kog tan, aku barusan aja datang." Jawab Alexa sambil mencium tangan Balqis sedangkan Axel hanya tersenyum sambil sedikit menganggukkan kepalanya.
"Gimana kabar tante?" tanya Axel.
"Alhamdulillah baik. Oh ya terima kasih ya sudah menelvon Om Aksa dan menyuruhnya pulang. Andai Om Aksa gak pulang, entah deh apa yang akan terjadi."
"Sama sama tan. Sebenarnya aku ingin tinggal di sini lebih lama lagi, tapi umy gak mengizinkan. Karena aku harus fokus sekolah dulu. Tapi insyaAllah aku akan jaga tante dari jarak jauh." Ujar Axel.
"Sekali lagi terimakasih, seharusnya tante yang menjaga kalian. Tapi ini malah sebaliknya.
"Sebenarnya selama aku tinggal di sini, aku dan Kak Axel lah yang mengerjai tante Inez habis habisan." Ujar Alexa jujur.
"Benarkah?" tanya Balqis tak percaya.
"Iya tan, sebenarnya pas tante inez datang pertama kali. Aku dan Kak Axellah yang menaruh sok lin lantai sehingga tante Inez jatuh dan sayurnya malah tumpah ke wajahnya. Terus keesokan harinya pas Om Aksa mau berangkat kerja, Tante Inez datang lagi membawa makanan. Tapi untunglah, Kak Axel mendorong aku hingga aku menabrak tubuh Tante Inez hingga membuat nasi dan lauk pauknya jatuh untuk kedua kalinya. Pas malam hari, tante Inez datang ke rumah ini secara diam diam, dia ingin masuk rumah ini lewat jendela samping rumah, tapi aku dan kak Axel berhasil menakut nakutinnya.
Begitupun saat Tante Inez datang dan ingin tidur di rumah ini, aku sengaja mengunci Tante Inez di gudang hehe sampai dia jatuh pingsan. Dan keesokan harinya, aku menaruh cicak di piringnya saat sarapan pagi sampai membuat tante Inez marah besar. Tapi dia juga gak jera jera karena malam harinya dia masih mau menginap di rumah ini, terpaksa deh aku memanggil pawang ular untuk datang ke sini. Maaf ya tante, aku cuma gak suka sama wanita yang ingin menghacurkan rumah tangga tante. Jadi aku ingin melindungi tante dan membuat dia pergi jauh, sejauh mungkin. Aku harap masalah ini om Aksa jangan sampai tau, aku takut Om Aksa marah dengan kelakuan kami selama di rumah ini." Ujar Alexa berterus terang.
"Iya, tante janji. Tante gak akan memberitahu masalah ini kepada Om Aksa. Tante tau kalian melakukan ini demi keluarga tante. Tante bangga mempunyai keponakan sebaik dan sepintar kalian."
"Aku juga bangga mempunyai tante yang cantik dan baik." Ujar Alexa tersenyum sedangkan Axel memilih diam.
"Oh ya tante kami di sini gak bisa lama lama, karena satu jam lagi kami harus les. Jadi kami harus cepat pulang sebelum umy menelvon kami."
__ADS_1
"Iya sayang, salam ya buat umy, aby dan juga omma. Kalian hati hati di jalan."
"Iya tante, tante juga baik baik ya di rumah. Kami permisi dulu, assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah itu, Axel dan Alexa pun segera masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah Balqis. Setelah setengah jam akhirnya mereka pun sampai juga di rumahnya sendiri. Zahra yang sudah menunggu kedatangan putra dan putrinya segera menghapiri.
"Assalamu'alaikumm umy." Ucap Axel dan Alexa bersamaan.
"Waalaikumsalam, tumben pulangnya telat?" tanya Zahra.
"Aku tadi mampir ke rumah Tante Balqis, sebentar. Maaf ya umy, gak bilang dulu." Ujar Axel merasa bersalah.
"Iya sayang, gak papa. Yang penting kan kalian sekarang sudah pulang. Iya sudah sana, kalian mandi terus ganti baju biar gak bau kecut hehe."
"Oke umy." Ujar Axel bersemangat.
"Umy masak apa sekarang?" tanya Alexa yang merasa perutnya sudah mulai keroncongan.
"Umy masak nasi, tempe goreng, tahu goreng, sambel sama sayur bayam." Jawab Zahra yang memang tidak memasak yang aneh aneh.
"Wow, kayaknya enak tuh. Iya udah deh, aku mau segera mandi terus makan." Ucap Alexa yang langsung pergi ke kamarnya untuk mandi begitupun dengan Axel.
Zahra hanya menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah buat hatinya yang begitu menggemaskan itu.
__ADS_1