
Setelah sarapan pagi, Axel dan Alexapun memilih untuk duduk santai di depan tivi sedangkan Zahra sibuk membantu asisten rumah tangga membersihkan rumah. Zahra hanya bantu mengelap meja dan kursi yang menurutnya kotor. Karena Zahra tidak di perkenankan untuk melakukan hal hal yang berat. Adzriel sendiri sudah berangkat sejak selesai sarapan pagi karena ia ada meeting dengan orang jepang yang menaruh modal di perusahaannya.
"Axel, Alexa mau ikut oma gak pergi ke resto yang ada di bandung?" tanya Aulia yang memang sudah mandi dan sudah berpakaian rapi.
"Emang kami boleh ikut omma?" tanya Alexa.
"Boleh dong." Ujar Aulia tersenyum.
"Ayo kak, ikut. Dari pada di rumah bosan." Ucap Alexa dan Axel pun hanya menganggukkankepala.
"Tapi kalian harus izin dulu ya sama umy." Ujar Aulia yang memang sangat menghargai menantunya itu. Ia tak mungkin membawa kedua anaknya walaupun mereka berdua adalah cucunya sendiri tanpa seizin kedua orang tuanya.
"Oke, omma." Ujar Alexa bersemangat.
Alexa pun berjalan menghampiri Zahra yang ada di dapur.
"Umy?"
"Iya sayang, ada apa?" tanya Zahra.
"Umy aku dan kak Axel mau ikut oma ke Bandung." Jawab Alexa.
"Oh gitu, iya sayang gak papa. Tapi maaf umy, gak bisa mengantar kalian sampai keluar, umy soalnya sibuk nak bersih bersih ini."
"Ya gak papa umy."
"Aku, kakak dan omma berangkat dulu ya umy."
"Iya sayang."
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah berpamitan, Alexa pun kembali menemui Axel dan Alexa.
"Omma, umy sudah ngijinin. Tapi umy gak bisa antar kita ke depan soalnya umy sibuk."
"Iya sayang, gak papa. Iya udah ayo, mumpung belum terlalu siang." Ujar Aulia.
Mereka bertiga pun langsung berangkat menuju mobil yang sudah siap di depan rumah. Axel dan Alexa ga perlu mandi karena memang sebenarnya mereka sudah mandi. Tadi sehabis olah raga mereka langsung mandi dan pakai baju yang lumayan bagus, yang biasanya di pakai tiap hari. Jadi mereka gak perlu mandi untuk yang
kesekian kalinya.
Axel dan Alexa juga tak membawa laptop, mereka hanya membawa hp kesayangannya. Saat di dalam mobil, mereka berduapun berceloteh sepanjang jalan dan sang omma hanya menjadi pendengar setia hingga tak terasa merekapun sudah sampai di depan resto dan langsung masuk ke dalam.
"Omma, kenapa sepi sekali?" tanya Axel.
__ADS_1
"Iya sayang, sebenarnya omma mau meliburkan para karyawan karena ini tanggal merah dan biar mereka bisa berlibur bersama keluarganya. Gak melulu hanya kerja, kerja dan kerja. Tapi ada satu orang yang memohon sama omma, dia memesan catering untuk 1.000 orang. Omma juga gak tega jika harus menolaknya, jadi terpaksa omma mengiyakan dan tak meliburkan para karyawan tapi semua karyawan yang bekerja keras hari ini akan dapat bonus yang lumayan." (Jasa boga atau yang lebih dikenal dengan catering adalah istilah umum untuk wirausaha yang melayani pemesanan berbagai macam masakan baik untuk pesta maupun untuk penunjang kebutuhan suatu instansi. )
"Emang pesanannya mau di ambil kapan omma?" tanya Alexa
"Nanti jam lima sore." Jawab Aulia.
"Emang nutut?" tanya Axel.
"Nutut sayang." Jawab Aulia tersenyum.
Setelah itu, Aulia pun pergi ke ruangannya untuk menaruh tas yang ia bawa dan setelah itu pergi ke dapur untuk membantu karyawan yang lain. Axel dan Alexa pun ikut membantunya.
Tak terasa jam sudah menunjukkan jam 4 sore, namun semua pekerjaan sudah terselesaikan semua dan hanya tinggal membersihkan dapur dan ruangan yang di pakai tadi.
"Akhirnya selesai juga ya omma." Ujar Alexa sambil duduk santai minum Es teh. Ia sangat lelah sekali. Tadi dirinya hanya istirahat sebentar untuk sholat dan makan.
"Iya sayang dan itu berkat kalian yang sudah mau membantu." Jawab Aulia tersenyum.
"Omma, bolehkan aku bermain keluar sebentar, sebelum kita pulang aku mau lihat lihat dulu sekitaran sini." Ujar Axel.
"Boleh sayang tapi ingat jangan jauh jauh ya. Dan sebelum jam lima sudah harus ada di sini." Ucap Aulia menasehati.
"Oke omma, siap."
"Ka, aku ikut ya." Ujar Alexa.
"Iya, ayo."
Saat ia melihat ke arah Mall, ia melihat wanita yang sangat ia kenal.
"Ka, itu bukannya tante Inez?" tanya Alexa sambil menunjuk ke arah wanita yang berpakaian sangat sexi.
"Iya benar, itu tante Inez. Ternyata tante Inez pindah ke Bandung ya. Untung kita ikut omma, jadi kita bisa tau keberadaan Inez sekarang." Jawab Axel tersenyum.
"Ka, ayo ikutin dia. Kayaknya dia mau pergi."
"Iya udah ayo."
Axel dan Alexa pun pergi menuju mobil yang terparkir. Itu mobil milik Aulia yang tadi pagi mengantarkannya sampai sini.
"Pak, ikutin mobil itu ya." Ucap Axel sambil masuk ke dalam mobil bersama Alexa.
"Iya den." Sang sopir yang dari tadi sibuk hp pun langsung ia taruh hp nya dan mengikuti mobil yang berjalan di depannya.
"Pak, jangan sampai tertinggal ya."
"Siap den."
"Ka, kita belum izin sama omma. Nanti omma pusing nyariin kita." Ucap Alexa yang tiba tiba ingat dengan keberadaan Aulia yang masih ada di resto.
"Oh ya, hampir aja lupa. Hehe." Axel pun segera mengirim pesan kepada Aulia dan mengatakan bahwa dirinya pergi dengan membawa sang sopir. Aulia pun mengizinkan yang penting sebelum adzan maghrib, harus sudah ada di resto lagi.
__ADS_1
"Sudah." Ucap Axel.
"Apa kata omma?" tanya Alexa.
"Gak papa, omma mengizinkan yang penting sebelum adzan maghrib, sudah harus ada di sana." Jawab Axel.
"Syukurlah. Pak, nanti kalau omma nanya kita ke mana, jawab aja jalan jalan ya. Jangan bilang ngikutin mobil orang." Ujar Alexa.
"Siap non." Jawab sang sopir itu sambil sedikit menganggukkan kepala.
Setelah setengah jam mengikuti mobil Inez, akhrinya mereka pun berhenti di sebuah perumahan yang tak terlalu mewah.
"Oh sekarang dia tinggal di sini toh." ujar Axel.
"Tapi bagaimana agar kita bisa cari tau nomer hp nya dan kegiatannya tiap hari?" tanya Alexa dengan suara pelan agar tak terdengar oleh sang sopir.
"Entahlah. Aku juga bingung. Tapi gak papa deh, itu bisa di atur. Sekarang kita harus balek lagi sebelum omma bingung cariin kita."
"Oke deh." Jawab Alexa.
"Pak, kita kembali ya ke resto tadi."
"Siap, den."
Sang sopir pun putar balek dan langsung ngebut menuju resto di mana Aulia berada. Syukurlah, mereka bisa sampai di sana sebelum adzan magrib berkumandang. Mereka pun segera masuk ke dalam resto di mana Aulia sudah menunggu.
"Assalamu'alaikum omma." Ucap Alexa tersenyum.
"Waalaikumsalam. Bagaimana jalan jalannya, asyik?" tanya Aulia lembut.
"Asyik omma, pengen deh ke sini lagi."
"Iya udah nanti pas hari Minggu kita ke sini lagi ya."
"Iya omma."
"Kita sholat maghrib dulu di sini setelah itu langsung pulang biar nanti nyampek rumah gak terlalu malam."
"Iya omma."
Di resto itu, ada satu musholla kecil. Jadi Aulia, Axel dan Alexa sholat di sana begitupun dengan sang sopir. Selesai sholat maghrib, mereka pun langsung menutup resto dan pulang. Karena memang semua karyawan tadi sudah pulang tepat jam lima lebih lima menit, setelah pesanan di ambil oleh orang yang memesan.
__ADS_1