Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
cinta akan mengalahkan segalanya


__ADS_3

Tak terasa hari pun sudah semakin sore , Dina yang baru mendengar kabar tentang keadaan qayla pun sudah berada di rumah anaknya itu . Ia menanyakan tentang keadaan menantunya pada anaknya yang di jelaskan pula dengan raii ,


" Maaf kan ibu ya , ibu tidak tahu jika itu malah membahayakan qayla . " Lirih ibu dina begitu sedih mengetahuinya terlebih ia juga harus menerima fakta jika tak akan memiliki cucu yang sangat di damba-dambakan . Bahkan sepintas intan asisten rumah tangga raii dan qayla yang mendengar dengan samar-samar obrolan majikan nya tentang apa yang terjadi pun begitu sedih


" Tidak ada yang tahu akan seperti ini Bu , " seru raii menghibur ibunya


Raii pun mengantar ibunya ke kamar mereka ,


" Sayangg .. " panggil ibu Dina begitu raii membuka pintu kamar untuk nya


" Ibu .. kapan datangnya ? "


" Baru saja , bagaimana keadaan mu sayang ? "


" Qayla sudah baik-baik saja ko Bu , hanya keram perut saja . Ibu kesini kenapa tidak mengabari qayla "


Ibu Dina tidak bisa berkata-kata hanya bisa memeluk qayla ,


" Qayla bener sudah tidak apa-apa ko


Bu , oh ya bu minuman herbal yang ibu berikan sudah habis , ibu minta qayla bilang kan jika minumannya sudah habis "


" hmm ibu minta maaf ya sayang .. "


" Kenapa Bu ? , Ibu gak ada salah ko sama qayla "


ibu Dina melihat qayla , maafin ibu karena tidak tahu jika herbal itu lah yang sampai membuat perut mu jadi seperti ini sayang batin Dina , " emm minuman itu sudah di minta semua dengan teman-teman ibu sayang , mereka membawa nya semua . Bohong Dina , kalau gitu Sebentar ya sayang ibu buatkan bubur untuk kamu , "


Qayla menggeleng karena ia memang sudah baik-baik saja ,


" Hanya sebentar ko sayang " seru Dina pergi ke dapur


Tak lama datanglah Usen , Vano dan juga rehan . Mereka bertemu raii di bawah kemudian Mereka berbincang ,


Usen mengusap kasar wajahnya , ia bahkan sangat ingin marah dengan keadaan tapi lagi-lagi ia harus di paksa kuat kala melihat Qayla tengah tersenyum di hadapannya saat ini .


" Gadis nakal , kenapa tidak bicara jika sakit ! " ucap Usen


" Bagaimana keadaan mu qay ? " Sambung rehan


" Kau membuat kita sangat frustasi mengkhawatirkan mu ! " timpal Vano


" Aku kan cuma keram . Lagi pula sekarang juga sudah baik-baik saja , tapi kenapa malah jadinya merepotkan banyak orang , " lirih qayla pelan


" Itu karena kita semua mengkhawatirkan mu , " sahut Usen


" Duh-duh tolong menjauh sedikit dari menantu ibu , " seru Dina yang datang membawa semangkuk bubur dan juga air putih , sayang makanlah .. "


Kini jam sudah menunjukkan pukul 8 malam ,


" maafkan aku ya sudah merepotkan ibu dan kalian jauh-jauh datang ke sini padahal kan qayla cuma keram biasa saja "


" Sayang , bagaimana kalau kamu ikut pulang ke rumah utama saja ya ( kediaman Nugraha ) biar ibu bisa menemani dan merawat mu di sana . "


" Tidak mengapa Bu , qayla di sini saja . Lagi pula qayla bener sudah tidak apa-apa ko dan berkat bubur buat ibu juga qayla jadi jauh semakin baik .


" Maaf kan Ibu ya sayang , ibu tidak bisa menginap di karenakan ayah Nugraha hari ini tiba tugas dari luar kota " lirih nya sambil pamit


Qayla tersenyum , " gapapa Bu " jawab nya


" Kalau begitu Abang juga pamit yah , " lalu di sambung rehan dan Vano ,


" kita berdua juga pamit ya qay " seru nya

__ADS_1


" Biar qayla antar kedepan yah , "


" Duh sayang kamu istirahat saja yah gak usah mengantar kita , kan ada si maniak kerja ini yang mengantar " ujar ibu Dina


" Iyah qay kamu istirahat saja " sahut yang lain , kemudian mereka turun


" Jaga menantu kesayangan ibu , " seru Bu dina menatap anaknya kemudian di sambung permintaan maaf soal minuman herbal itu dengan Usen . Yang di respon usen , rehan dan juga Vano


" Tentu saja .. " ucap raii


Lalu pergi , di arah tempuh yang berlawanan baik Usen dan juga ibu Dina memikirkan kegusaran di pikiran mereka ,


" Apa yang harus gua lakukan ?! , Dan yang gua takuti adalah apakah raii bisa hidup bersama nya tanpa seorang anak yang akan mereka miliki . " Ucap Usen menatap datar kedepan


" Bukankah kita sudah melihat sendiri bagaimana raii mencintai qayla dan itu makanya juga kita mempercayai qayla dengan nya . Mereka saling mencintai sen kata orang cinta akan mengalahkan segalanya , jadi gua rasa kita bisa mempercayai raii sen " seru Vano


Sedang di jarak tempuh ibu Dina ,


" rehan , apa itu tandanya kita tidak akan pernah bisa mendengar suara bayi nya raii bahkan dulu pun juga kita tidak bisa melihat sampai lahir ke dunia . Ibu merasa sangat bersalah sekali dengan apa yang menimpah qayla " gumam ibu Dina begitu sedih


" Entah apa maksud yang di atas Bu , tapi semua ini akan ada hikmah nya . Yang perlu kita lakukan adalah terus mensuport qayla karena ialah yang sangat hancur jika mengetahui hal ini Bu " ujar rehan menghibur ibunya


~ tengah malam pun tiba ..


Kini tepatnya sudah pukul 2:00 pagi , karena raii tak bisa tidur pulas . Ia terbangun duduk melihat qayla kemudian berdoa dengan khusyuk di dalam hatinya agar bisa selalu melindungi orang yang sangat ia cintai di dalam hidup nya ini ,


Qayla perlahan membuka matanya lalu melihat raii , " apa kau terbangun ? , doa Apa yang sedang kamu pinta ? " Gumam qayla membuat raii menatap nya


" shht aku berdoa , agar kau tidak mendengkur "



" Pembohong . Serunya sambil menutupi setengah wajahnya dengan selimut , apa benar aku mendengkur ? "


" Mengapa kamu mengubah topik ? , Aku bertanya apakah aku mendengkur . "


" Kamu tidak mendengkur . Kemarilah , " ucap raii membentangkan lengannya meminta qayla untuk tidur di lengannya lalu mereka pun kembali tidur .


***


Pagi ini matahari sudah cukup bersinar memasuki celah-celah gorden kamar qayla dan raii , membuat Qayla membuka mata nya yang cukup terkejut karena sudah sangat siang ia baru terbangun dan melihat raii yang sudah keluar rapih dari walk in closet .


" Kenapa tidak membangunkan ku , aku kesiangan . aku juga kan belum membuat sarapan dan bersiap ke smiling flower "


" Hari ini kau tidak perlu pergi ke smiling flower dan istirahat lah di rumah , aku sudah meminta intan membuat mu sarapan . "


" Tapi kenapa ? , Aku kan sudah baik-baik saja "


" Tolong dengarkan aku , kamu harus istirahat di rumah . Aku sudah memberitahu Melda dan lifah jika kamu tidak pergi kesana . Dan Aku harus ke kantor karena ada urusan yang harus aku selesaikan , aku pergi yah "


" Eung , hati-hati " sahut qayla


Raii mengecup kening qayla dan pergi ,


Qayla pun langsung bergegas membersihkan diri sebelum akhir ia turun ke bawah ,


" Intan , " panggil nya qayla di halaman belakang


" Oh , nona muda sudah bangun "


" Aku bantu yah , "


" Nona sebaiknya sarapan dulu , intan sudah membuatkan sarapan untuk nona muda "

__ADS_1


" nanti saja intan aku belum laper , aku akan membantu mu dulu "


" Nona muda , tuan raii meminta saya untuk menjaga nona muda agar nona istirahat "


" Uhf , aku sudah tidak apa-apa intan , Perut ku juga sudah tidak keram sama sekali . "


" Bagaimana kalau nona muda sarapan dulu setelah itu baru bantu intan di sini "


" Eum baiklah , " ujar qayla setelah menimang-nimang


Selesai sarapan yang sudah agak lumayan tergolong siang itu qayla mendatangi intan kembali , tetapi perkejaan yang intan kerjakan sudah selesai semua . Ia sengaja cepat menyelesaikan semua pekerjaan .


" Yah , sudah selesai semua ya intan ? "


" Sudah beres semua nona muda , "


Tampak kesedihan di raut wajah qayla ,


" Intan punya ide gimana kalo intan buatkan teh untuk nona muda menonton televisi " jawab intan tersenyum


Qayla pun menyetujui nya sambil mengikuti intan ke dapur ,


" Nona bisa menunggu saja di ruang tamu " pinta intan


" Tidak apa aku ikut saja , " lalu menonton televisi bersama


Menit demi menit berganti , jam demi jam juga terus berganti dan tak ada yang ia kerjakan bahkan qayla sampai menelpon Melda dan lifah ia mulai dari menanyakan keadaan pekerjaan di smiling flower sampai menceritakan kebosanan nya yang hanya di tanggapi goyunan oleh dua sahabatnya itu . Hingga sambung telpon akhirnya terpaksa di akhiri


Lama qayla mencari kesibukan mulai dari membaca , memainkan ponsel dan menonton acara-acara hiburan di laptop tapi lagi-lagi berakhir pada kata bosan . Qayla mendatangi Intan kembali


" Intan aku sangat merasa bosan , apa tidak ada yang bisa kita lakukan atau kerjakan gitu ? "


"Tidak ada nona . Apa nona muda tidak mengantuk ? , "


" Tidak , aku bahkan tidak biasa tidur siang . "


Saat intan mulai bingung . Tiba-tiba saja bel rumah berbunyi , intan bergegas membuka pintu . Saat ini tepatnya sudah pukul 16 :00 .


Setelah pintu itu terbuka , senyuman qayla tampak sumringah karena yang datang adalah Melda dan lifah .


" Assalamualaikum nona raii Nugraha yang kali ini aku sampai ampun-ampun dengan mu " seru lifah sambil melambaikan tangan dengan intan


" Senengnya kalian bisa datang , aku sangat bosan " ujar qayla


" Kau perlu tahu isi pesan ku itu isinya chat dari kamu semua dengan isi yang sama bertuliskan bosan , bosan , aku sangat bosan . Hei intan apa kabar ? " sapa Melda


" Kau pikir hanya kau saja Mel , aku juga lihat ini " timpal lifah menunjukkan ponselnya


" Alhamdulillah baik , kalau non Mel dan non lifah bagaimana ? " Tanya intan tertawa mendengar cerita Melda dan lifah


" Kita Sama baiknya dengan mu , yang pastinya juga agak tidak nyaman dengan pernyataan bosan nya nona raii ini kan " ucap lifah


Intan tertawa dalam arti mengiyakannya , " kalau begitu intan permisi .. "


Mereka pun berbincang ,


" hei nona kenapa kau tidak mengirim pesan yang sama juga dengan suami mu itu " ledek lifah


Qayla menggeleng , " kadang aku hanya bingung saja padahal kan aku hanya keram biasa saja dan sekarang juga sudah baik-baik saja tapi dia menyuruh ku untuk istirahat bahkan ia tidak membolehkan aku melakukan apapun . Sampai aku bertanya-tanya sendiri sebenernya aku ini sakit apa si ? , seperti aku sedang sakit yang parah saja , padahalkan hanya keram biasa ya kan ? " .


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻


__ADS_2