
Setelah selesai mengantarkan Ayunda ke sekolahnya, Alexa langsung pergi ke rumah sakit. Alexa memakai kecepatan tinggi agar gak telat.
Saat ia sudah sampai di rumah sakit. Andi langsung menghampirinya.
"Assalamualaikum Alexa." ujar Andi dengan wajah cerianya.
"Waalaikumsalam." jawab Alexa sambil pergi menuju ruangannya dan Andi pun mengikutinya.
"Al, aku mau ngasih sesuatu buat kamu." ujar Andi.
"Apa?" tanya Alexa.
"Ini, buat kamu." Andi memberikan kotak bekal punya Alexa yang tadi malam ia bawa ke kontrakannya. Kotak bekal yang di pinjemin Alexa buat di isi dengan gorengan mie tadi malam.
"Hah! Ngapain di bawa lagi?!" tanya Alexa
"Karena kotak bekal ini punya kamu," jawab Andi sambil duduk di kursi di depan meja Alexa.
"Tapi aku memberikannya ke kamu."
"Mana bisa aku mengambil apa yang sudah aku berikan kepada orang lain."
"Tapi di dalam kotak bekal ini ada isinya, apa kamu masih tidak mau menerimanya?!"
"Ada isinya? Apa?!"
"Hehe cuma nasi sambel, ayam dan lalapan sih. Soalnya ini aku buat dengan tanganku sendiri."
"Serius? Kamu buat sendiri?" tanya Alexa tak yakin.
"Iya. Tadi habis sholat shubuh, aku rela pergi ke pasar dan beli ayam dan sayur serta bumbu bumbunya karena di kontrakan cuma tinggal beras, garam, gula dan bawang merah. Jadi aku harus beli bumbu yang lengkap agar rasanya enak dan kamu menyukai masakan yang aku buat." jawab Andi tersenyum.
"Astagfirullah, dia rela melakukan itu hanya untuk aku? Sebesar itukah dia mencintaiku?" batin Alexa.
"Kamu kan nerima ini?" tanya Andi.
"Baiklah, aku menerimanya." jawab Alexa yang tak ingin membuat Andi kecewa.
"Aku harap kamu memakannya dan tak membuangnya atapun memberikan kepada orang lain." ucap Andi. Dia memang tau bahwa selama ini, apa yang ia berikan kepada Alexa pasti Alexa akan memberikannya kepada Vita, sahabatnya.
Dari mana Andi tau? Dia selalu melihat Vita selalu memegang sesuatu yang Andi berikan kepada Alexa. Bahkan Andi juga pernah dengar sendiri saat Alexa berbicara kepada Vita, bahwa Alexa gak mau menerima pemberian apapun darinya namun Andi tetap aja memberikan sesuatu buat Alexa berharap kelak Alexa mau menerimanya dan juga mau membuka hati padanya. Andi yakin usahanya dan cinta tulusnya, kelak akan membuahkan hasil. Ia yakin kelak Alexa pasti akan menerima dirinya dan mencintai dirinya seperti ia yang selama ini selalu mencintai Alexa walaupun Alexa seringkali membuat dirinya kecewa dengan semua penolakan yang ia berikan padanya.
__ADS_1
Alexa sendiri sangat kaget, bagaimana mungkin Andi tau kalau dirinya selalu memberikan semua pemberiannya kepada Vita. Dan kenapa Andi gak pernah menegurnya bahkan seakan-akan ia gak tau apa-apa. Alexa jadi malu dan merasa sangat bersalah kepada Andi.
"Aku janji, aku akan memakannya. Tapi aku makan saat makan siang aja ya, soalnya kalau sekarang, aku masih kenyang dan maaf aku gak membuatkan sarapan pagi buat kamu sebagaimana janji aku kemaren karena tadi pagi bukan aku yang masak tapi bibi." ucap Alexa.
"Gak papa, terserah kamu mau makan apa aja." ujar Andi tersenyum.
"Aku keluar dulu saya soalnya mau siap siap operasi jam setengah 8 nanti." Lanjut Andi.
Alexa hanya tersenyum sambil mengangguk, "Iya."
Setelah Andi keluar, Alexa baru bisa bernafas lega. Alexa membuka kotak bekalnya itu dan benar ada nasih berbentuk love, sayuran yang di rangkai menjadi bacaan I Love You dan juga daging ayam yang di bentuk di potong kecil-kecil lalu di bentuk jadi bunga dan juga sambel yang di taruh di atas nasi sehingga seperti tanda hati.
Alexa tersenyum, untuk pertama kalinya. Alexa merasa senang dengan pemberian Andi.
Setelah itu, Alexa menutup kembali dan menaruh kotak bekalnya di atas meja.
Alexa melihat jam tangannya sudah jam 7 lewat 10 menit, bahkan Andi sudah siap-siap untuk operasi walaupun masih kurang 20 menit, sedangkan Vita masih belum juga nongol.
Padahal biasanya setiap dia datang atau Alexa datang, Vita akan selalu menghampirinya atau datang ke ruangannya namun sekarang bahkan Vita belum nongol sama sekali.
Alexa bisa duduk santai karena dirinya ada jadwal jam 8 pagi yang penting tadi dirinya sudah ceklok. Ceklok ini tidak hanya ada di rumah sakit tapi semua perusahaan besar maupun perusahaan kecil sudah banyak yang memakai ceklok atau absensi karyawan.
\==
"Assalamualaikum." (Alexa)
Dan tak lama kemudian ada balasan,
"Waalaikumsalam." (Vita)
"Kamu kenapa jam segini belum juga datang?" (Alexa)
"Aku gak masuk sekarang." (Vita)
"Kenapa?" (Alexa)
"Saudara yang dari luar negeri datang, aku gak mungkin meninggalkannya.. Apalagi besok pagi dia sudah balek ke negaranya. Kasihan kalau di tinggal gitu aja. Jadi dua hari ini, aku gak masuk kerja. Kalau ada makanan, bunga dan coklat. Jangan di buang, kirim aja ke rumah aku." (Vita)
"Hari gak ada. Ya sudah, aku mau kerja dulu." (Alexa)
Setelah itu, Alexa segera menaruh hpnya ke dalam sakunya tanpa menunggu balasan dari Vita.
__ADS_1
Setelah itu, Alexa segera bersiap-siap untuk bekerja melayani pasien yang membutuhkan pertolongannya.
\=====
Saat ini sudah jam makan siang. Beberapa dokter menghentikan aktivitas mereka untuk makan siang di kantin.
Alexa hanya membeli es teh dan membawanya ke ruangannya dan setelah itu, ia makan bekal yang di buat oleh Andi.
Saat Alexa sedang asyik-asyiknya makan, seseorang datang. Dia adalah Andi.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Boleh, aku masuk?" tanya Andi
"Boleh, silahkan." jawab Alexa.
Andi pun masuk, ia juga membawa bekal sama seperti punya Alexa hanya saja punya dirinya gak berbentuk love seperti punya Alexa.
Jujur Andi sangat bahagia sekali, karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Alexa makan masakannya.
"Apakah aku boleh makan siang bareng kamu, tenang aja, aku juga bawa bekal." Andi memperlihatkan bekal yang ia bawa.
"Iya, boleh. Duduk aja."
Andi pun duduk dan menaruh bekal serta air mineralnya di atas meja.
"Tadi sebenarnya aku ke kantin, hanya saja aku gak liat kamu dan Vita, jadi aku memutuskan ke ruangan kamu," Andi menjelaskan tanpa di minta.
"Vita gak masuk, dan aku gak suka makan sendirian di kantin. Jadi aku milih makan di sini." jawab Alexa sambil terus menikmati makanannya.
"Aku gak ganggu kamu makan, kan?" tanya Andi sambil membuka bekalnya.
"Enggak kog, santai aja." jawab Alexa.
"Terimakasih, aku sangat senang karena akhirnya bisa makan berdua sama kamu." Andi tersenyum sambil makan bekalnya.
"Yah, aku juga senang, makan ada yang nemenin." Biasanya Alexa selalu menjauhi Andi, tapi tidak untuk saat ini karena ternyata Andi adalah orang yang ramah, ceria, punya pengetahuan yang sangat luas dan enak di ajak ngobrol apalagi sama-sama dokter membuat mereka saling bisa berbagi ilmu satu sama lain. Mereka terus mengobrol hingga makanan mereka sama-sama ludes gak tersisa. Setelah itu Alexa mencuci tempat bekalnya, dan ia juga menyucikan punya Andi juga. Setelah selesai, ia memberikan tempat bekal itu kepada Andi.
Selesai makan, mereka memutuskan pergi ke Musholla untuk sholat dhuhur.
__ADS_1
Selesai sholat, Alexa pamit ke Andi bahwa dirinya harus segera pergi menjemput adiknya karena 10 menit lagi, adiknya akan keluar dari kelasnya dan Alexa janji akan menjemputnya dan membawa Ayunda untuk ikut bersamanya ke rumah sakit tempat ia bekerja.
Andi pun mengiyakan.