
Ariani menarik bangku kecil sampai di hadapan Bram. ia menaiki bangku itu dan memasangkan dasi untuk Bram. seperti biasa Bram akan mengganggunya kalau ia sedang di rutinitas satu ini. karena ketika Ariani menaiki bangku itu wajahnya sejajar dengan wajah Bram. Bram akan mengatainya kekurangan gizi maka pertumbuhannya terhambat. begitulah tuan kaya yang seenaknya. ia bicara sesukanya. dan Ariani sudah terbiasa. bahkan kalau dalam sehari Bram tak mengatainya ia malah khawatir. pasti suasana hati Bram sedang buruk karena tak menggodanya.
Bram mengacak rambut Ariani yang sudah disisir rapi. rambut ikalnya berantakan lagi. Bram terkekeh. baginya lucu sekali Ariani dengan rambut anehnya itu. Ariani tak bergeming ia tetap fokus dengan dasi.
"Sayang hari ini aku mau ke pameran busana, boleh kah?",
"Hyuk akan mencari pengawal untuk menemani mu",
"Tidak perlu sayang, aku akan pergi bersama Petra",
"Jadi kau akan bersama adiku seharian?",
"Iya, apa kau cemburu?", Bram tergelak.
"Pergilah, kembalilah sebelum aku pulang",
"Baik sayang", Ariani mengecup pipi kanan Bram.
__ADS_1
"Apa cuma ini yang bisa kau lakukan?", Ariani kembali ingin mengecup pipi kiri Bram tapi Bram sudah menangkap bibirnya dan menggigitnya sampai merah. Ariani turun dari bangku dan menggamit lengan Bram. mereka berjalan menuju meja makan. hanya ada mama disana. Petra mungkin masih tidur. Bram menghabiskan sarapannya.
"Bram mama kemarin bertemu Lisa", suara mama terdengar senang sekali. bahkan Ariani tak mengira jika mama ternyata akrab dengan Lisa.
"Dia kelihatan cantik sekali", Bram tak bergeming. sementara Ariani merasa mamanya sedang memprovokasi Bram. apa berarti mama tak menyukainya dan lebih menyukai Lisa. memang wajar jika mamanya menyukai Lisa. Lisa cantik dan berasal dari keluarga terpandang. Ariani mulai tau diri terhadap mama. sedang Bram yang diajak bicara mengenai Lisa sama sekali tak menggubris. ia pamitan pada mama mau berangkat kerja. Ariani mengekor di belakang Bram. mengantarnya sampai halaman utama. Bram mengecup kening Ariani lalu melangkah masuk ke dalam mobil. Hyuk menutup pintu mobil dan berputar menuju kursi kemudi. Hyuk menjalankan mobilnya pelan melalui gerbang tinggi rumah utama. Ariani membantu bibi Nam merapikan meja makan. mama memandangnya dari sofa ruang tamu. lalu berjalan mendekat pada Ariani.
"Ariani mama tidak tau apa alasan Bram menikahi mu, tapi yang jelas mama tau ia tidak menyukai mu",
Ariani terdiam ia tersenyum memandang mama di hadapannya. ia tau kemana arah pembicaraan ini.
"Aku tau Lisa kan, Bram mencintainya. ia suka sekali dengan Lisa. mungkin suatu saat mereka bisa kembali bersama", ada rasa perih ketia Ariani mengetahui ibu mertua tak menyukainya. selama ini hanya sandiwara di depan Bram.
"Baik ma"?.
"Apa maksudmu bicara begitu",
"Jika suatu saat Bram meminta ku untuk meninggalkannya. akan kulakukan itu ma",
__ADS_1
mama berjalan pergi dengan hati puas. sementara Ariani merasakan matanyanya menghangat. entah kenapa ia merasa sedih saat berbicara seperti tadi. padahal mama hanya mengingatkannya pada kenyataan. Ariani berjalan menuju kamar. ia bersiap pergi dengan Petra. ia mengenakan gaun selutut berwarna ungu muda dengan lengan pendek. sepatu dan tas warna senada. ia tampil elegan dan cantik dengan rambut di cepol kecil dan rapi bagian depan ia buat bergelombang dan kaku. Ariani sudah tampak seperti istri tuan kaya sekarang. ia terkikik membayangkan menggamit lengan Bram. Petra mengetuk pintu kamar Ariani dan mengajaknya pergi. Petra juga terlihat tampan tak jauh berbeda dengan kakaknya. mereka berdua pergi dengan mobil Petra menuju peragaan busana. di perjalanan Ariani memberanikan diri bertanya soal kakak pertama mereka. Petra sedikit terkejut.
"Sarimana kakak tau? apa kakak ku mengatakannya pada mu?",
"Tidak, saat aku bertanya ia tidak menjawab', Petra tersenyum.
"Kau tau dari Lisa?",
Ariani hanya tersenyum. memang ia tau dari Lisa.
"Nanti biar kakak ku yang bercerita", Petra fokus dengan kemudinya. ia menambah kecepatan mobilnya.
lagi-lagi Ariani tak mendapat jawaban. akhirnya mereka sampai di gedung tempat peragaan busana. Petra memarkir mobilnya di samping mobil Petra ternyata ada Joan yang juga baru keluar dari mobilnya bersama Brenda.
"Ar kamu disini", wajah sumringah Joan tertangkap oleh Petra. ia tidak suka dengan Joan. ia tau Joan mantan karib kakaknya ia juga tau Joan mantan calon tunangam kakak iparnya.
"Iya kakak ipar pergi bersama ku", Petra menyahut. Joan tersenyum pada Petra. sementara Brenda memandang tidak suka pada Ariani. mereka berjalan ber empat memasuki gedung. peragaan busana sudah dimulai. Joan mengambil kesempatan untuk duduk di samping Ariani. Petra merasa terganggu. tapi dua orang model yang sudah pentas terlihat mendekati Petra dan mengajaknya pergi. Petra tidak sempat bicara pada Ariani karena kedua model itu menarik lengan Petra. sementara Joan makin leluasa mengobrol dengan Ariani. Brenda terlihat sibuk berbincang dengan temannya yang juga disaner. saat sedang bicara dengaan Ariani, ada yang memegang pundak Joan dan menghantam rahang Joan. Joan tersungkur dari kursinya. keributan terjadi antara Bram dan Joan. Hyuk mencoba memisah. Ariani panik ia bingung sejak kapan Bram berada di tempat itu. Ariani menggamit lengan Bram yang siap akan memukul Joan lagi. Ariani mengajak bram keluar dan masuk kedalam mobil. Hyuk mengemudikan mobilnya menuju rumah.
__ADS_1