
Keesokan harinya , lifah masuk ke smiling flower begitu antusias tersenyum menyapa aku dan Melda yang sudah datang lebih dulu ..
" Assalamualaikum , dua sahabatku . Nona raii , nona ahyar .. " ujar lifah
" Pasti ada maunya . Ya kan ! " Sahut Melda
" Hehe , kita foto yuk . bareng bunga smiling flower . Untuk kita posting di akunnya smiling flower . pertama biar gak monoton juga dan juga bisa makin membuat menarik orang-orang mengenal smiling flower kan . "
" Maksud mu kita foto sebagai modelnya untuk produk toko kita " seru Melda
" Binggo ... Kita kan bisa jadi modelnya , lagi pula kita juga cantik gak kalah kaya model . Sayangnya kita gak mengikuti ajang Miss universe ajah " Jawab lifah menjeletikan jari nya sambil mengedipkan matanya
" Hmm , ide kau kali ini tidak buruk justru bagus . Sekarang kan zaman juga udah semakin modern apa-apa tuh pasti udah serba digital juga kan " seru Melda
" Aku setuju , tapi kita kan juga perlu mencari fotografernya lebih dulu . Bagaimana kita bisa foto kalau tidak ada yang memotretnya . Kecuali kalau kalian tahu seorang fotografer ? "
" Oh benar juga .. " gumam Melda
" Tenanggg , serahkan pada ku .. " ucap lifah menyombongkan diri begitu percaya diri mengeluarkan sebuah kamera , " aku baru membelinya . kalian bersiaplah .. " seru lifah
" Hei , kau serius ? Sejak kapan kau mempunyai hobi potret memotret hah. " ucap Melda
" baru Kemarin ... " Sahut lifah
" Apa ! jadi kau menjadikan kita bahan percobaan mu gitu ! " Teriak Melda
" Ih gak ada salahnya kan , "
" Itu tandanya kau modal nekat saja tauu ! "
" Udah dong gak usah bertengkar , nanti malah gak gerak-gerak nih lama-lama makin siang juga . Mending sekarang kita menyiapkan semuanya . " kata ku menghentikan mereka , " emm gak ada salahnya kita coba kan bareng-bareng . Kalau begitu aku akan kedepan menutup Smiling flower " ujar ku tersenyum .
Setelah semua sudah rapih tertata dan lifah pun sudah bersiap dengan kamera nya ,
" Mel , kau berpose lah .. " ujar lifah
" Hah ? , Aku ? " Sahut Melda melihat lifah
" Iyaa , gerak cepat ah ! Buruu " ucap lifah mendudukkan Melda di tengah-tengah bunga .. "
" Eh tapi aku harus gaya apa hah ? " Ujar Melda
" Bebas .. , abis ini Kamu ya qay siap-siap ! " Ucap lifah benar-benar bersemangat
Melda pun masih kelihatan bingung harus berpose bagaimana yang bagus , ia masih terus mencari posisi yang bagus . Lifah menghela nafas kasar melihat Melda ,
" Oke , oke lihat sini ... " seru lifah hendak memotret
" Tunggu , tungguu . Tolong aku jangan sampai kelihatan banget chabi yaa ! " Pinta Melda sedikit keras
" Dasar bumil ! , Lihat sini . Oke senyum
1 2 3 .. ckrekk " Melda pun tersenyum secara spontan karena di minta lifah .
Lifah melihat hasil fotonya dan melirik qayla yang berada di sampingnya " qay , coba kamu lihat , bagaimana ? Kurang apa ? " Tanya lifah .
" Wah , baguss ! . " Seru qayla memberikan jempol pada lifah dan juga Melda pertanda hasil fotonya bagues
" kalau gitu aku simpen ya , kau tetep lah di sana berpose lah beberapa lagi . aku akan memotretnya ! " Pinta lifah , lalu begitu juga ia mencoba memotret qayla . Pada property lainnya ,
Belum sampai selesai , tapi mereka menghentikan sejenak kegiatan potret memotret nya karena sudah jam makan siang , mereka makan siang dengan khidmat di dalam smiling flowers sambil dengan Melda yang memuji hasil fotonya lifah bersama qayla . Sementara lifah sibuk dengan ponsel miliknya ..
Selesai makan siang , baik qayla dan Melda meminum minuman herbal yang Lin berikan . mereka pun kembali bersiap melanjutkan pemotretan nya , " Kalian minum apa si dari kemarin ? Sepertinya produk yang sama ! " Tanya lifah
__ADS_1
" Oh , ini . Minuman herbal dari Lin teman yang waktu itu ku ceritakan pada mu " seru qayla
" Ah , hmm tolong tanyakan padanya ada resep minuman herbal untuk cinta tidak . Ya paling gak berikan aku satu pria tampan nan kaya " ujar lifah yang membuat Melda keselek lalu tertawa
" hei ! , kau pikir dia dukun hah ! Yang benar saja " seru Melda masih tertawa "
" Siapa tahu kan barangkali dia punya ramuan cinta , gak ada salahnya usaha . Iya kan ? " ucap lifah melihat qayla
" Eum Kurasa seperti tidak ada .. " sahut qayla tampak tak yakin
" Usaha si boleh tapi usaha mu ini gak ngotak kalau gitu sekalian ajah kau datang ke dukun langsung . sebentar bukannya kau selalu punya stok pria yang mengantri mengejar mu ? . Apa sekarang tidak ada ? " Tanya Melda mengerutkan keningnya pada lifah
" Eayy ayolah , bukannya tidak ada . tapi mereka tidak ada yang klik ! "
" Sudah ku duga mana ada seorang lifah tak ada pria yang sat set sat set mendekat padanya . Jangan pernah percaya itu qay ! , Tampan dan kaya itu kan hanya bonus yang penting ia mencintai mu " ujar Melda yang di anggukkan qayla .
duh Mel , qay yang model-modelnya cuman buat senang-senang ajah mah ya banyak . Kalau bisa yang serius , eh tapi kalau yang datang serius juga perlu di pikir-pikir dulu si ya . harus lihat juga bentukan-bentukan nya , Masih mengingat kan ku pada pak Mamat ketua RT komplek rumah ku . Anak nya Erik yang so kegayaan dengan postur tinggi nan kerempeng , pria yang tampangnya super duper minta di tonjok itu dan begitu manja tapi saat melda takut-takuti ia lari sampai masuk selokan saat kami , aku , qayla dan Melda pulang sekolah . Lusa lalu mereka datang melamar ku pada orang tua ku , sebenernya aku si udah say no dari awal dan juga males banget ngobrol bahkan kalau sampai terlibat sekedar berbincang dengan dia tapi aku harus menghargai mereka kan . ending cerita yang membuat ku terkejut ia terang-terangan mengaku guy . Wah gila si jujur saja ! , kalau itu aku tidak perlu pikir panjang langsung pastinya aku cut say no . niat hati ingin memperbagus keturunan kan , lah ini nanti bagaimana ! . batin lifah mengingat nya .
" eh tapi bagaimana dengan Ian ? , Duh dia kan tampan , kaya , mapan nya pake banget juga . udah gitu baik pula . Sempurna tuh " sambung Melda
" Wahh kau benar-benar hilang akal ya ! " Sahut lifah menyambar cepat lalu memukul pelan Melda
" Aku satu suara dengan Melda .. " seru qayla memberi jempol untuk penilaian Ian
" Astaga ! , Tidak . Big no ! " Ucap lifah pergi mengambil kamera nya , " cepatlah kita lanjutkan ini sebaiknyaa "
" Masa iya ! .. " teriak Melda menggandeng tangan qayla
***
mereka bertiga . lifah , qayla dan Melda berkumpul setelah sudah lumayan banyak hasil potret yang lifah ambil dan mereka tengah melihat-lihat semua hasil foto nya kemudian tengah bingung memilih yang mana saja yang akan di masukkan medsos dan laman portal web ,
Raii dan ahyar tiba-tiba datang , setelah melihat pesan foto yang di kirim lifah ,
Dan ahyar yang langsung menatap Melda sambil mengelus perut nya " Foto melda yang kau kirim pada ku , pakai foto cantik itu saja " seru ahyar
tentu saja bagus semua . buat kalian , orang bucin juga pasti bakal bilang gitu Kalee . Apa lagi pasutri bucin kaya kalian .. batin lifah
ya lifah memang sengaja mengirim pesan potret qayla dan Melda sebenarnya hanya ingin membaginya saja si niatnya , sekalian pamer skill dikit lah yaa wkwk . Tapi ia tak menyangka jika pesannya itu bisa membuat dua orang ini ke sini
" Okee .." ucap lifah langsung mengambil alih laptop
" Stop , yang ini ! Aku suka foto yang ini " seru raii mengehentikan Lifah
" Baiklah , akan ku pakai di laman portal web ! " seru lifah . Lalu sesaat tiba-tiba mendadak menepuk tangannya membuka kaget semuanya , " aku punya ide , bagaimana kalau kalian juga menjadi model ! mengambil bagian potret smiling flowers ?! " Ucap lifah tersenyum senang membayangkan betapa akan sangat menarik perhatian smiling flowers , secara mereka berdua kan terkenal di mana-mana dan wajah dan fisik mereka juga tak perlu di ragukan lagi .
" Bidang pemasaran marketing mu boleh juga . " Ucap raii
" Jadi bagaimana ? Mau kan ? Tidak ada ruginya untuk kalian "
" Ya , tentu . Kenapa tidak " sahut raii dan ahyar
Dan lagi-lagi begitu semangat lifah mulai bermain dengan kameranya , lifah mengambil foto raii dan ahyar karena dari segi manapun hasil potret mereka ya Bagus bak model-model idol negeri ginseng di majalah-majalah terkenal ..
" Ahh , tampannya suami kuu .. " lirih Melda tersenyum senang berdiri di samping qayla dan lifah memuji ahyar
" Manisnya .. " gumam qayla bergantian , kala melihat interaksi raii
__ADS_1
" Betul , Manis sekali ya mereka ihiii . Ahhh manisss .. bagaimana bisa mereka begitu semanis itu yaa " seru Melda melihat ahyar yang tengah tertawa bersama raii entah apa yang sedang mereka perbincangkan hingga sebegitu nya , seketika pula image dingin bak balok es batu kutub Utara meleleh .
mendadak dua sahabatnya itu menjadi alay , membuat lifah tak tahan mendengar nya .
" Yang punya suami kan bukan cuma kalian ! , kenapa kalian alay begitu sii " ujar lifah yang lelah
" Biarin . kamu mana tahu rasanya , coba bayangin kalau di sana juga ada doi mu , Lucu kan " seru Melda
" Ngebayangin ? Duh gak deh , harus ada orang yang normal di tengah-tengah empat orang bucin ini .. " sahut lifah
" A-apaa !! .. " Ujar melda berdiri melirik sinis lifah dengan tatapannya , selalu seperti biasanya qayla menjadi penengah . Ia bahkan dengan sabar menjadi kubu menenangkan .
" Apa yang sedang kalian kerjakan ? ..." Ujar suara yang tentunya membuat kami menoleh nya ,
" iann .. " gumam qayla , yang di sambut senyuman oleh ian
" Tulisannya tutup . tapi aku melihat kalian di dalam , maaf ya . jadi aku masuk . Kenapa tutup smiling flower nya ? " seru ian lalu melihat jika ada raii dan juga ahyar
" Nggapapa , kami sedang melakukan mengambilan potret untuk smiling flower " jawab qayla tersenyum
Dan yaa tentunya membuat raii berdiri malas menatap ian di sudut sana , meskipun qayla berada di sisi nya , miliknya . tapi sosok ian masih menjadi sosok yang amat menggangu dan tak menyenangkan bagi raii yang tahu mengenai perasaan ian pada istrinya itu .
Ahyar tersenyum , " gua pikir perang dingin antara lu sama ian dah beres . "
" Menurut lu ! apa gua harus biasa ajah ngeliat orang yang mencintai istri gua masih stay di dekatnya . " Sahut raii dingin berjalan menghampiri qayla dan yang lain , kemudian Ahyar menyapa Ian ..
" Eh , iann . Bagaimana kalau kau juga jadi modelnya . Tambah Bagus kan , bagaimana ? " Ujar Melda
" Dengan senang hati , jika qayla tidak keberatan " ucap Ian melirik qayla yang tentunya menyulut kekesalan raii . ia memincingkan bola matanya
" Ah , tentunya tidak keberatan , justru kita senang kalau kau mau menjadi model smiling flower " sahut qayla
" Nah , kalau gini kan baru bagus genap tiga , tiga " seru Melda menyenggol lifah
" Hei ! Menambah pekerjaan saja .. " ucap lifah yang sudah cukup lelah melirik Melda
" Kamu istirahatlah lif , sini gantian biar aku yang mengambil foto nya " seru qayla
" biar aku yang melakukannya , sayang .. " ucap raii mengambil alih kamera di tangan qayla , dan berlalu . yang membuat ian tertawa kecil melihat raii
Ahyar menyinggung kan senyumnya
" kalian istirahatlah . " Seru ahyar , " ah , raii cukup mahir , ayoo .. " ucap ahyar berlalu bersama ian
" Cepat bergaya ! " Ucap raii dengan wajah masam malas nan cueknya
Lagi-lagi Ian tertawa , " kau melakukan ini karena tidak ingin qayla yang mengambil foto ku kan . Klasik sekali , kau takut jika aku bisa merebut qayla dari mu ? " gumam ian sambil melakukan pose
" Cih , berhenti bicara omong kosong . Takut ? Untuk apa ! . Terlalu percaya diri tampaknya ! " Ucap raii mencekrek begitu cepat ke arah mana saja wajahnya ian lalu memberikan kamera di tangannya itu pada ahyar , " gua gak Sudi memotretnya ! " Seru raii berlalu
Kemudian ahyar lah yang mengambil alih mulai memotret ian " apa kalian akan terus-terusan seperti itu " ujar ahyar menanyakan nya
" Apa dia sesensitif itu ? sudah jelas dia adalah pemenang nya , aku memang mencintai qayla tapi kau tahu kan qayla sangat mencintai nya . Lagi pula aku tentunya sudah kalah , apa yang bisa kulakukan ? yang bisa ku lakukan hanya berada di dekat qayla memastikan nya selalu bahagia . Hanya itu yang ku inginkan " jelas ian tertawa
\-
\-
***jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻***
__ADS_1