
"Aksa." Ujar Inez senang karena akhirnya ia bisa bertemu dengan orang yang beberapa hari ini ia cari.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Aksa cuek sedangkan Balqis hanya bisa diam, ia bingung harus berbuat apa.
"Cari kamulah. Kamu kenapa sih tiba tiba pergi keluar negeri gak bilang bilang ke aku?" tanya Inez seakan akan ia tak punya rasa malu. Setelah ia menghina Aksa dengan kata kata yang begitu kejam sekarang ia datang lagi untuk menemuinya.
"Apa kamu lupa atau pura pura lupa. Bukankah kamu sudah tak mau lagi dengan orang kere. Bahkan kamu sendiri yang memutuskan hubungan kita. Bahkan kau mengatakan aku bodoh karena aku lebih memilih kamu dari pada orang tuaku. Kau hanya mencintai hartaku bukan aku. Dan aku juga masih ingat, kau mengatakan bahwa yang kau butuhkan itu adalah harta bukan cinta. Apakah uangmu sudah habis hingga kamu rela mencariku sampai sejauh ini? Oh aku ingat juga, terakhir kamu bilang ke aku tak kan sudi menampakkan wajahmu lagi di hadapanku dan sekarang kamu datang untuk mencariku. Hahaha..........sungguh lucu sekali." Ucap Aksa sambil tertawa melihat penampilan Inez yang sekarang sudah tak lagi seperti dulu. Bahkan ia rela datang hanya untuk mencarinya setelah apa yang dia lakukan terhadap Aksa dulu.
"Aksa, maafkan aku. Tolong kembalilah padaku. Aku mohon." Pinta Inez dengan wajah memelas.
"Inez, inez.........kamu fikir dengan kamu memasang wajah memelas seperti itu, aku akan merasa kasihan. MIMPI!." Ujar Aksa sambil menarik tangan istrinya menuju mobil namun Inez dengan gak tau malunya, ia masih mengekor di belakang Aksa dan Balqis.
"Aksa, aku mohon. Tolong jangan seperti ini kepadaku. Aku tau kamu masih cinta sama aku." Ujar Inez.
Aksa pun membalikkan badan menghadap Inez. "Cinta? Iya dulu aku emang masih mencintaimu tapi itu DULU bukan SEKARANG. Lebih baik kau pergi dari pada hanya mempermalukan diri kamu sendiri. Dulu aku begitu bodoh mempertahakan wanita yang sama sekalli tak mengerti arti cinta, yang ada di otaknya adalah bersenang senang dan mengumpulkan banyak uang. Tak peduli jika caranya itu harus jual diri dan menyakiti hati banyak orang. Jangan di kira aku gak tau apa yang kamu lakukan di belakangku, aku sudah tau semuanya. Aku bersyuku papa sama mama menolak keras hubungan kita dan menikahkan aku dengan wanita yang begitu sholehah. Entah bagaimana jadinya hidupku jika aku menghabiskan sisa umurku dengan wanita gak tau malu dan tak punya harga diri." Ujar Aksa sinis dan setelah itu, ia langsung membuka mobil dan menyuruh Balqis untuk masuk. Setelah masuk ke dalam mobil, Aksa pun segera masuk ke dalam mobil juga tanpa menghiraukan Inez yang masih melihat dirinya.
"Aksa, aku pastikan kau akan menyesal telah memperlakukan aku seperti ini." Ujar Ines dengan sorot mata yang penduh dengan dendam. Sedangkan Aksa tak peduli, ia segera pergi tancap gas karena ia tak mau lagi berurusan dengan wanita gila seperti Inez.
"Mas, apa kita gak keterlaluan dengan Inez? Bagaimana jika Inez melakukan sesuatu yang membuat rumah tangga kita jadi retak?" tanya Balqis hawatir.
"Kamu tenang aja sayang, aku tak kan biarkan siapapun menghancurkan rumah tangga kita. Aku sangat menyayangimu dan akan selalu menyayangimu. Akan aku jadikan yang kemaren itu sebuah pembelajaran agar aku tak menyesal untuk kedua kalinya. Aku tak akan menyakitimu lagi, aku janji." Jawab Aksa tersenyum sambil melihat ke arah istrinya sebentar lalu melihat ke depan lagi.
"Terima kasih ya mas, terima kasih untuk semuanya." Ujar Balqis terharu mendengar jawaban suaminya.
__ADS_1
"Aku yang seharusnya terima kasih sayang. Walau aku telah membuat hatimu terluka tapi kamu masih mau memaafkan aku dan mempertahankan rumah tangga ini."
"Yank, aku harap keluarga kita menjadi keluarga yang harmonis dan akan selalu bahagia sampai maut memisahkan kita." Ujar Balqis
"Sayang, selama kita masih hidup, selama kita masih bisa bernafas, Allah akan selalu menguji kita, kita tak kan pernah bisa lepas dari yang namaya masalah. Tapi selama kita bersabar menerima semua ujian itu. InsyaAllah kita akan tetep bisa bertahan sampai maut memisahkan kita. Yang penting kita mau sama sama terbuka, saling mengalah satu sama lain, saling jujur, setia, gak egois dan saling menghargai satu sama lain. Tidak boleh gampang percaya dengan berita yang ada di luaran sana, misal: ada seseorang yang mengaku ngaku jadi pacarku, kamu gak boleh langsung percaya gitu aja. Kamu harus cari tau dulu kebenarannya atau ada seseorang yang menelvon kamu dan mengirim kamu vidio atau gambar tentang aku dengan orang lain, kamu harus tanya dulu sama kau. Jangan langsung emosi dan menuduhku yang tidak tidak, karena bisa jadi foto dan vidio itu itu di ambil sebelum aku menikah denganmu atau bisa jadi foto dan vidio itu hanyalah sebuah editan saja. Dan jikapun kelak ada seseorang yang mencoba untuk mendekatiku, aku akan berusaha menjauh sebisa mungkin dan kamu juga harus bantu aku agar aku bisa lepas dari wanita wanita gila di luaran sana, bukan malah marah marah dan meninggalkan aku. Jika aku salah, beri tau aku biar aku bisa memperbaikinya bukan malah menghindar dan menjauh begitupun jika kelak kamu melakukan kesalahan, aku akan memberitahumu dan menasehatimu dengan baik baik. Kamu faham kan maksudku." Ujar Aksa berbicara panjang lebar.
"Aku faham mas. InsyaAllah ucapan mas, akan selalu aku ingat sepanjang hidupku." Jawab Balqis tersenyum.
"Syukurlah, kita langsung pulang aja ya. Aku capek."
"Iya mas, aku juga capek. Pengen istirahat." Ujar Balqis.
Aksa pun hanya tersenyum dan mengangguk. Mereka pun segera pulang dan tak lagi pergi ke mana mana. Setelah sampai di depan rumah, Aksa langsung meminta seseorang untuk membersihkan mobilnya dan setelah itu menaruhnya di garasi. Sedangkan Aksa dan Balqis memilih untuk pergi ke kamar untuk istirahat.
"Sayang, gak mandi dulu?" tanya Balqis.
"Iya udah ayo mandi bareng."
"Beneran?" tanya Aksa girang.
"Iya sayang."
Aksa pun segera melepas bajunya dan segera membawa istrinya ke kamar mandi. Merekapun mandi bersama hingga tak terasa mereka sudah satu jam lebih berada di dalam kamar mandi. Selesai mandi, mereka segera sholat dhuhur berjamaah karena jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang.
Selesai sholat mereka langsung naik ke atas tempat tidur.
__ADS_1
"Mau makan siang dulu atau langsung tidur?" tanya Balqis.
"Tidur. Aku masih kenyang." Jawab Aksa. Balqis pun mengerti. Ia memeluk suaminya dengan erat.
"Sayang?" panggil Aksa.
"Hemm."
"Bikin dede bayi yuk." Ajak Aksa.
"Hemm oke. Ayo." Ucap Balqis, walau sebenarnya ia lelah dan pengen segera tidur tapi ia juga tak mungkin bisa menolak keinginan suaminya itu.
Mereka pun melakukan hubungan suami istri sampai mereka kelelahan dan setelah itu mereka pun tidur bersama sampai jam 4 sore.
__ADS_1