
Setelah mendapat teror itu, Inez pun lagi lagi harus membatalkan janjinya dengan seseorang untuk bertemu di hotel jam satu malam. Inez bahkan gak tidur semalaman karena memikirkan teror itu lagi, tapi bukan Inez namanya jika dia memilih diam saja. Inez pun lagi lagi harus pindah rumah, untunglah rumah yang di sini hanya mengontrak saja jadi bisa di tinggal begitu saja. Inez juga mengganti hp nya lagi dan membeli nomer baru.
Setelah itu, Inez kali ini memilih untuk menetap di Bandung saja agar lebih dekat dengan Jakarta, kali ini ia akan menjebak Aksa agar semua urusannya pun kelar dan ia bisa bersama Aksa dengan alasan dirinya hamil anaknya.
Sedangkan di rumah Axel, lagi lagi axel frustasi karena ia tak lagi bisa menyadap hpnya Inez.
"Kak, kenapa?" tanya Alexa melihat wajah Axel yang wajahnya begitu kusut.
"Dia ganti nomor baru lagi, hp nya gak bisa di lacak bahkan aku gak bsia menhack whastsappnya, dan kayaknya dia juga pindah rumah lagi untuk yang kedua kalinya. Aku harus berbuat apa sekarang, aku tak mungkin meminjam uang lagi pada omma? Uang tabunganku juga sudah habis tak tersisa sedangkan aby akan menstransfer uangnya masih kurang satu mingguan." Jawab Axel, baru kali ini ia benar benar kesal dan emosi atas tingkah laku Inez. Padahal setelah sholat shubuh tadi, ia ingin melihat bagaimana hasil kerjanya semalam tapi nyatanya malah seperti ini. Axel pun mengacak rambunya dengan sangat frustasi.
"Sabar kak, kita mencari jalan keluarnya lagi." Ucap Alexa menenangkan.
"Tapi......"
"Sudahlah, ayo kita keluar olah raga pagi biar otak kita kembali fres." Ujar Alexa lembut, ia tau betul apa yang di rasakan oleh saudara kembarnya itu. Axel sudah menghabiskan seluruh uangnya bahkan ia juga meminjam uang ke Aulia demi melancarkan aksinya tapi sekarang semuanya lenyap gara gara Inez yang harus mengganti nomernya lagi.
"Ayo." Ucap Axel lemah. Walau begitu ia tetap menuruti keinginan Alexa.
"Mau kemana sayang?" tanya Zahra melihat kedua buah hatinya mau keluar.
"Mau jalan jalan umy, di sekitar sini. Olah raga kecil kecilan." Jawab Alexa.
"Oh gitu, iya sudah. Jangan lupa ya pulangnya jangan terlalu siang, kan harus sekolah." Ujar Zahra lembut, yang memang tak pernah berbicara pakai nada tinggi apalagi di depan putra dan putrinya.
"Umy lupa ya, sekarang tanggal merah lho. Sekolah pada libur." Ucap Alexa tersenyum.
"Ah ya umy, lupa. Iya udah sana, eh tunggu bentar kenapa wajah kakak kamu kusut banget kayak gitu." Ujar Zahra saat memperhatikan wajah Axel yang sangat tampak kusut pagi ini.
"Gak papa umy, mungkin karena belum mandi." Ucap Axel berusaha untuk tersenyum karena tak ingin umy nya itu merasa hawatir dengan keadaan dirinya sekarang.
__ADS_1
"Oh gitu, iya udah sana olah raga. Yang semangat ya olah raganya."
"Oke umy. Kami berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah itu, Axel dan Alexa pun segera keluar dari rumah itu lalu lari lari kecil di sekitar kompleks, mereka pun menyapa setiap ada tetangga yang ada di jalan dan melihat ke arah mereka.
"Assalamu'alaikum tan." Ucap Alexa ceria melihat tante Sofia yang lagi olah raga juga di depan rumahnya.
"Waalaikumsalam. Olah raga ya." Sapa Sofia menghentikan olah raganya sejennak. Sofia adalah tetangganya yang ada di samping rumahnya.
"Iya tan. Mau ikut tan, lari lari keliling kompleks?" tanya Alexa.
"Enggak, tante olah raga di sini aja, sekalian menunggu tukang sayur. Eh itu tukang sayurnya udah datang." Ucap Sofia melihat tukang sayur yang pakai sepeda motor melaju ke arah dirinya dan berhenti tepat di depan dirinya.
"Iya hati hati."
"Siap tan."
Setelah itu, merekapun berlari lari kecil namun lagi lagi mereka bertemu dengan Mbok Parmi, pembantu rumah tangga depan rumah.
"Beli apa mbok?" tanya Alexa.
"Oh ini non, beli gula. Gula di rumah habis, Nyonya bilang suruh beli di toko aja dulu. Nanti siang nyonya akan belanja bulanan." Jawab Mbok parmi yang memanggil Alexa non padahal Alexa bukanlah majikannya.
__ADS_1
"Oh gitu, iya udah hati hati mbok."
"Oke non."
Dan setelah itu, Axel dan Alexa terus berlari lari kecil hingga sampailah ke taman kecil yang tak jauh dari rumahnya.
"Bentar ya kak." Ucap Alexa setelah mereka sampai di taman, mereka berdua pun memilih duduk di kursi taman karena lelah sudah lari lari sejak tadi.
"Mau ke mana?" tanya Axel.
"Beli minuman bentar." Jawab Alexa.
"Aku nitip satu ya."
"Oke kak."
Setelah itu, Alexa pun membeli minuman pocari sweet yang botol kecil. Dia membeli dua, satu untuk kakaknya dan satu lagi untuk dirinya. Kenapa dirinya lebih memilih membeli pocari sweet dari pada air mineral. karena pocari sweet mempunyai banyak manfaat salah satunya mengembalikan ion tubuh yang hilang.
__ADS_1