
Kai pulang kerumahnya setelah makan malam dengan keluarganya dan keluarga Sarah.
Melihat Sarah yang cantik Kai ikut tertarik, tapi bukan cinta. Tidak ada getaran di hatinya baginya mereka berbeda. Sarah terlihat manja dan selalu mengandalkan orang tuanya. Bukan gadis seperti itu tipe yang Kai suka.
"Tuan ..."Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Kai.
"Ada apa?"
"Ada tuan Deniz di bawah"
Deniz? bukankah harusnya dia ke rumah mama dan papa.
Kai menuruni anak tangga dan mendapati Deniz dengan wajah panik dan gugup. Tampangnya sudah tak karuan.
"Kakak tolong aku...."
"Ada apa Deniz? kau kenapa?"
"Kak tolong! aku menabrak seseorang dan sepertinya ia terjatuh ke jurang"
"Apa maksud mu?!" Kai mengacak rambutnya dengan jemari.
"Bagaiman ini kak kalau sampai polisi mencari ku?"
Kai terdiam, Ia meraih ponselnya dan menghubungi Han asistennya.
"Sekarang pulanglah ke rumah papa dan mama, akan kuselesaikan masalah ini"
"Tapi kak apa aku akan di bawa ke kantor polisi?"
__ADS_1
"Itu tidak akan terjadi"
"Terimakasih kak, aku takut sekali" Deniz memeluk Kai lalu pulang di antar sopir.
Han tiba di rumah Kai, ia bergegas menuju ruang kerja Kai.
"Ada apa tuan kenapa tuan Deniz terlihat ketakutan"
"Kau bertemu dia?"
"Iya tuan saya bertemu tuan Deniz di halaman depan"
"Han bantu aku cari tahu identitas pria yang di tabrak oleh Deniz"
Keduanya berbicara dengan pelan agar tidak ada yang mendengar sekalipun adalah pelayan di rumah itu.
Han mengangguk paham dan berjalan pergi meninggalkan rumah Kai.
"Tuan saya sudah dapatkan data orang yang di tabrak tuan Deniz"
Nama Mischa Hermanoto
Usia 28 tahun
Pekerjaan Pengusaha Kain
Tunangan Klara
"Bagaimana keadaannya?"
__ADS_1
"Saya dengar tidak selamat tuan"
Kai menghela napas dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Beberapa saat ia terdiam jika kasus ini di bawa ke pihak hukum atau paling tidak tunangannya menyelidiki siapa penabrak Mischa semua bisa berbahaya. Deniz bisa di penjara dan mama pasti akan kepikiran.
"Han cari tahu siapa tunangan lelaki ini, aku ingin secepat mungkin kau mengabari ku"
"Baik tuan"
***
Klara menangis semalaman setelah mendengan tunangannya yaitu Mischa kecelakaan dan masuk ke dalam jurang.
Sampai saat ini bahkan Mischa belum juga di temukan.
Klara mengingat hari-hari yang ia lalui bersama Mischa. Sebentar lagi mereka akan menikah sesuai permintaan papa Klara.
Papa Klara sakit dan ia ingin anak gadisnya segera di pinang oleh pria yang baik. Baginya Mischa adalah pria mapan yang memenuhi kriteria.
Klara duduk termenung di toko bunga miliknya. Ia memandangi bunga cantik dan segar tapi tidak bergairah untuk menata bunga-bunga itu seperti biasanya.
Klara juga tidak menunjukan sedang membuka toko bunga nya.
Tapi seorang pria terus mengetuk pintu toko bunga milik Klara. Pria tampan itu entah apa maunya.
"Maaf tuan jika anda ingin membeli bunga saya sedang tidak membuka toko" begitu kata Klara Tan menghiraukan si pria.
"Nona tapi ..bisakah kita bicara sebentar?"
Klara mendongakkan wajahnya dan memandang pria di hadapannya dengan mata sembab dan wajah putus asa.
__ADS_1
"Maaf tuan Anda siapa? saya sedang tidak ingin bicara dengan siapapun. tolong jangan ganggu saya pergilah dan cari saja bunga di tempat lain"
Klara kembali masuk ke dalam toko bunganya. Ia melanjutkan kesedihannya, entah sampai kapan ia bisa bangkit dari kehilangan tunangannya.