Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
hari ku di penuhi oleh mu


__ADS_3

Esok harinya , lifah tengah selesai bertemu dengan salah satu costumer smiling flower di sebuah cafe dan juga Melda menyusul tanpa sepengetahuan lifah untuk menemaninya tapi sesampainya di sana Melda tak langsung menghampirinya , ia memilih untuk melihat pemandangan lifah yang diam-diam tersenyum sumringah setelah kepergian ian saat memberikan segelas kopi .


Tentang keberadaan ian di sana , ia baru saja selesai dengan meeting nya di cafe itu .


Lifah tengah asik mengelus-elus gelas kopi itu sambil tersenyum ,


" Oo CEO ian putra Kusuma !. " Ucap Melda mengangetkan lifah yang mencari keberadaan ian .


" Aa-h hai .. kau di sini .. " seru lifah gugup yang langsung menggeser gelas kopi


" Astaga , kau manis sekali mengelus gelas kopi itu . Tentu saja bukan ? dari orang tercinta " ujar Melda


" Aa .. apa maksud mu . Itu gak benar ! " Sanggah lifah


" Aku mungkin tidak pandai berkencan , tapi aku tahu kau menyukai nya ? Jangan mencoba menipu ku ! "


" Uhf habislah aku ! , ya sepertinya itu benar ! aku bisa gila . Jantung ku berdebar hebat tiap kali berada di dekatnya dan melihat nya , arghhh... "


" Sudah ku duga ! , Hei . Kau bisa menyatakan perasaan mu ! , lalu apa masalah nya ? "


" Uhf , masalahnya kau tahu kan ian menyukai qayla . Tidak . Sangat mencintai qayla , apalah aku Mel jauh banget dari qayla ! tidak ada ruang yang tersisa di hatinya untuk ku "


" Apa maksudmu . Qayla tidak mungkin dengan Ian ! Makanya kau punya kesempatan . Sudah berapa lama kamu menyukai nya ? "


" Entah kapan itu , yang jelas mengalir begitu saja . " Lirih lifah tak seperti dirinya yang sat set sat set seperti biasanya jika ia menyukai seseorang hampir semua berakhir pacaran ,


" Shttt biasanya kau tidak seperti ini .. kau selalu tak butuh waktu lama untuk langsung memiliki suatu hubungan "


" Makanya . Aku juga bingung , aku melakukan hal yang belum pernah ku lakukan di depannya itu kejadian langka dan aneh . benar . Ini aneh sekali !"


" Itu sama sekali tidak aneh ! Karena biasanya nya jika memiliki perasaan dengan seseorang hal itu natural akan begitu . Lantas apa yang akan kau lakukan ? "


" Aku gak tahuuu ... "


" jadi . Bisa jelaskan tentang kebersamaan kalian ! " ucap Melda


" Uhff , mungkin hanya sekedar tumpuan bantuan . Bermula dari imbalan yang ia minta saat menolong ku di smiling flower . Pria yang pamrih ! Mau tidak mau aku mengiyakan permintaan nya pura-pura menjadi kekasih nya untuk menolak pertemuan dengan teman kencan wanita nya , yang menyebalkan nya kau tahu Mel wanita itu cantikkk banget . Tapi sepertinya aku terjebak sendiri dengan drama ini . Hanya aku .. "


" Itu murni kesalahannya .. "


" Ah ya , Mel . tolong rahasia ini dulu dari qayla . Ya .."


" tapi Kenapa ? "


" Ya aneh saja . Aku tidak ingin qayla salah paham , kau kan juga tahu mereka itu dekat "


" Hei ! qayla kan sudah bahagia dengan raii . Jadi tidak mungkin qayla begitu , Kau juga tahu kan "


" Aku tahu . Aku hanya merasa tak enak saja , tolong jangan bicarakan ini dengan qayla yah , yaa ? .. aku pasti juga akan memberitahukan nya tapi nanti jika waktunya enak . Barang kali siapa tahu saja perasaan ku pada pria pamrih yang sempurna itu akan hilang kan "


" Baiklah kalau begitu .. " sahut Melda


__ADS_1


Sudah beberapa hari ini Ian seringkali ke smiling flower . Bukan sebuah rahasia lagi bagi Melda dan lifah kedatangan nya ke smiling flower tujuan nya kalau bukan untuk melihat qayla yang justru tak ada , Kali ini ia kembali membantu kesibukan di smiling flower layaknya karyawan part time nya smiling flower .



" Uwuuuu kamu berkerja dengan baik , " Seru qayla tersenyum melihat Ian . Qayla baru saja kembali dari urusan pertemuan smiling flower .



" Kau sudah kembali . Hiyaa ! Sepertinya ada yang akan mengalahkan kesibukan ku " ucap Ian melihat qayla



" Haha tidak akan sesibuk CEO satu di depan ku ini .. " sahut qayla tertawa



" Haha , jadi berapa gaji part time yang akan kau berikan pada ku . Kau bilang pekerjaan ku memuaskan . " Seru Ian tersenyum



" A- CEO ian . Astaga . Menurut mu itu perlu ? Ayolah , coba kita lihat .. Penghasilan mu perjam bahkan lebih banyak dari pada aku , kau bahkan lebih kaya . Jadi apa kau akan mengambil beberapa sen pula dari smiling flower ... " Ujar qayla



" Bukankah kau lebih kaya dari pada aku , berita kejayaan suami mu menyebar luas di dunia jadi aku tidak mau rugi meski beberapa sen saja .. " seru Ian tertawa menggoda qayla




" Becanda haha aku hanya bercanda .. " sahut Ian tertawa



![](contribute/fiction/1722853/markdown/16263207/1665752750392.jpg)



Di balik canda mereka ada lifah yang berdiri diam membisu melihat mereka . sebelumnya lifah dan ian tengah melabelkan semua pesanan buket bunga smiling flower yang akan di antar tapi melihat sisa label yang kurang ia pun mengambilnya , kemudian saat lifah hendak menghampiri kembali setelah mengambil sisa label . Ia melihat Ian tertawa bahagia saling canda dengan qayla .



***Apa ini ? , kenapa aku merasakan perasaan yang tak nyaman begini melihat mereka bersama . Tidak boleh , tidak seharusnya seperti ini bukan lif*** .. batin lifah



" Kalau begitu aku kedalam ya ... Oo- lifah .. " ujar qayla melihat lifah sekaligus membuyarkan lamunannya



" Oh .. kau sudah kembali ." seru lifah senyum tipis sedikit memaksa si


__ADS_1


" Ya , semua berjalan lancar dan mereka senang dengan pekerjaan kita . mereka ingin smiling flower memegang event berikut nya pada tempat mereka " jelas qayla



" Ah syukurlah .. " sahut lifah



" Kalau begitu aku akan memberitahukan ini dengan Melda juga yah .. " gumam qayla memperhatikan lifah yang sedikit aneh sambil berjalan meninggalkan nya .



" Hiyaa ! Kau sengaja baru kembali kan . Agar aku sendiri yang menyelesaikan semua ini ! " seru Ian tersenyum menghampiri lifah dan menatap nya . Pandangan mata mereka bertemu ,


" Bicara apa ! " Sahut lifah mengalihkan pandangannya dengan jantung yang berdebar , " kau tampak terlihat sangat senang . " Ucap lifah


" Benarkah .. " Gumam ian masih dengan senyumnya yang manis . lifah memalingkan wajah ,


...Kenapa ? tiba-tiba hari ku di penuhi oleh diri mu . Tiba-tiba aku melihat mu di beberapa sudut pikiran ku , apa kau tahu bagaimana perasaan ku ? Ketika kedua mata kita bertatap . Aku seakan berhenti bernafas , bisakah kau mendengar detak jantung ku ? Saat aku berdiri di hadapan mu . Aku merasa seperti seolah menjadi orang bodoh , saat aku menatap mu aku bahkan tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata .. ...


Sementara di dalam Melda begitu senang mendengar kabar yang di berikan qayla saat ini , ia juga senang karena qayla kembali dengan membeli beberapa cake .


" Wahh ! kau tahu saja. aku di sini sedang kekurangan kadar gula .. " ujar Melda tersenyum menggoyangkan tangannya senang menyuap cake yang baru saja di potong qayla di pantry


" Mel , kau tahu .. lifah .. ia menyukai Ian kan " seru qayla


" Oh Bagaimana kamu bisa tahu ! Lifah sudah memberitahukan mu ? " Ujar Melda terkejut


" ah aku benar begitu bukan ! Jadi kamu sudah mengetahui ini ? "


" Aku juga baru tahu .. "


" Tapi kenapa lifah tak cerita pada ku ? "


" Ah itu , ia bilang akan bicara dengan mu jika waktu nya enak .. "


" Jadi apa mereka sudah jadian ? " seru qayla Melihat Melda , Yang hanya di jawab gelengan an kepala oleh Melda


" Qay , aku minta maaf sebelumnya .. tapi kau Dengan Ian sudah tak ada apa-apa kan di antara kalian ? " Gumam Melda


" Sama sekali tidak . Tidak ada apapun di antara kita selain teman , hanya itu . Benar , Sungguh ! kau juga tahu kan Mel jika aku mencintai raii ... "


" Ahh tentu aku tahu itu ... Argh benar-benar , ya ampun terserah . " Ujar Melda riwueh .


***


-


-


-


jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻

__ADS_1


__ADS_2