
Pagi ini di apartment mewah ternama Seoul . yang setiap per lantainya hanya ada dua unit saja untuk di huni , ahyar baru saja akan menekan bel . Belum sempat ia menekan , raii sudah keluar . Masih dengan wajah sendunya , kalau di luar sedang mendung kelabu bagai malam hari . Mungkin sekarang wajah nya raii tampak seperti itu .
" lu bilang kita ada pekerjaan di Busan , kita pergi sekarang " serunya datar
What , lu mau pergi sekarang ? Setelah kemarin lusa lu menolak mentah-mentah ! .. aku cuma bisa geleng-geleng dalam hati .
" Baiklah , " jawab ku mengiyakan , kalau bukan dia sahabat ku dan sedang galau mati-matian mungkin aku akan berdebat soal ini .
Saat ini tepatnya di perjalanan menuju kota Busan yang tak berlalu jauh dari Seoul , duh kalau boleh bilang perjalanan kali ini benar-benar garing gak ada obrolan . Sekian tahun , abad bahkan . Kita sahabatan Ini kedua kalinya gua ngeliat raii sefrustai itu akibat qayla setelah kesalahannya dulu . Cuma qayla yang bisa bikin raii begitu ,
" Qayla , ia ingin mengakhiri hubungan kita . Kemarin " seru raii membuka pembicaraan di perjalanan yang garing ini
Aku sendiri gak terlalu kaget mendengar nya karena semalam bang Usen sudah lebih dulu menceritakan hal itu , sengaja aku tak menanyakannya sebelum ia cerita sendiri .
" terus lu gak akan menyerahkan kan ?! "
" Tidak akan , kata itu gak pernah ada dalam kamus gua . " ucap raii
" Baguslah .. Lantas . apa yang akan lu lakuin ? "
" Uhff , entahlah . " lirih raii , sontak mengagetkan ahyar dalam
30 menit perjalanan , mereka tiba di Busan
Saat mereka akan bekerja , " lu yakin gak mau kirim surat atau sesuatu gitu ? " Tanya ku sebelum tempur dalam pekerjaan . yang hanya di jawab helaan nafas beratnya .
***
" Qayla , aku tak menemukan surat untuk mu pagi ini " ujar Lin
Sementara aku tengah termenung duduk di tepi jendela , jika boleh jujur ada perasaan sedih . Bukan ada , tapi memang sedih ku rasa cuma bukankah ini kabar baik itu artinya raii tak membuang-buang waktu nya untuk wanita seperti ku , " aku memintanya untuk tidak datang dan mengirimkan surat pada ku lagi . Aku sudah mengakhiri hubungan kami " seru ku
" Apa ini , kenapa kau lakukan apa yang bukan hati mu inginkan ! . Kalian saling mencintai . Maksud ku kenapa membuat keputusan yang akan melukai hati mu qay ! " Sahut Melda yang baru tiba bergabung dalam perbincangan
" Aku sudah memikirkan dengan benar-benar , raii berhak bahagia dengan wanita lain , di sekitarnya banyak orang-orang yang jauh lebih baik dari aku .. "
" Yang lebih baik dari mu ? Veronica ? Jangan bilang kau berpikir itu ! "
" Kenapa tidak , Veronica baik ia juga anak sahabatnya ibu Dina dan ayah Nugraha . Bahkan raii dan Veronica juga berteman baik , aku lihat Veronica menyukai raii . Kau juga pernah bilang seperti itu kan Mel " seru ku ,
menurut ku hidup itu sebenarnya di isi dengan berwarna abu-abu . Bukan hitam atau putih saja , Di dunia ini menurut ku tidak ada orang yang benar-benar jahat . karena di dalam orang jahat pasti ada kebaikan di dalamnya . begitu juga orang baik , sebaik-baiknya orang baik pasti ada setitik warna gelap di dalamnya . Gak ada manusia yang sempurna , bukannya naif tapi begitu adanya..
" Baik ?! , Kau bilang dia baik ? . Jika ia baik , ia tidak akan melakukan hal ini . Jika ia baik ia tidak mungkin membuat orang yang di cintai nya ( raii ) begitu frustasi ! " Ucap Melda emosi , sudah bergelut sengit dalam perbincangan dengan qayla
" Aduh-aduh yaallah perut ku .. " ujar Melda memegang perutnya yang tiba-tiba saja begitu kencang .
Maklum si manusia yang banyak ikut tegang , hehe ..
" Mell , " ujar ku membantu Melda duduk . "
" Lihat Uma mu sayang , Uma nakal banget gak mau dengerin mami " seru Melda mengelus berbicara dengan si baby di kandungan nya
" Minumlah .. " ucap Lin memberikan air untuk Melda kemudian di minum nya .
__ADS_1
" Ku harap kau mengerti Mel , aku hanya tidak ingin menyeret seseorang masuk kedalam menyelami pusaran ketidakbahagiaan hidup ku . Tidak ada yang bisa aku berikan kan Mel , cinta ? . Percayalah Cinta juga tak cukup " lirih ku " Kita gak usah membahas ini yaa .. " gumam ku menahan getir , menyudahi perbincangan ini karena aku tahu jika di lanjut tak akan ada kelarnya .
Meninggalkan Melda yang sedikit kecewa karena tak bisa berbicara dengan qayla , ia juga mengirim pesan pada ahyar jika ia tak berhasil berbicara dengan qayla .
π»π»π»
keadaan di smiling flower
Dua hari sudah berlalu , aku masih di liputi kegusaran dengan masih tak dapat menerima kabar dua sahabat ku itu di sela-sela pembeli smiling flower yang ramai .
Jujur saja aku juga tak bisa berlama-lama bersikap manis menutupi kegusaran ku ini . Terlebih menghadapi kerewelan pembelian yang sontak ingin ku maki saja karena aku tengah di landa kekhawatiran ! , Ponsel ku masih setia di samping meja menemani. jaga-jaga jika nantinya Melda mengabari ku ataupun mengirim pesan palingan tidak , aku bisa langsung mengangkatnya .
" Apa kau ingin para costumer pergi ke toko bunga lain karena owner nya sudah lama melayani . eh terus juga tak manis ramah begitu " ucap seseorang yang tidak ada pekerjaan ku rasa makanya ia ke sini .
sontak saja ku lirik sinis , karena menambah mood ku buruk saja ..
" Qayla , sudah ketemu . keadaannya juga baik-baik saja terlepas entah dengan raii " seru Ian ,
flashback
Oke , setelah ia meninggal smiling flower begitu saja kala itu . Ian langsung tengah terlibat pembicaraan lewat gawai nya , terlibat bercakap yang serius dan ia juga sudah mendengar secara detail langsung kabar keadaan qayla ..
" Kalau begitu , Saya akan melakukan penerbangan kesana " ucap ku , yang tak segan-segan untuk kesana
" Bukankah besok kita ada pertemuan penting yang gak bisa untuk kita cancel dengan perusahaan xxx . Gua dan rehan dalam perjalanan Jakarta .. " seru Usen di bandara , menjelaskan keadaan di sana .
" Ahh .. " gumam Ian menghela nafas
end flashback
Hari ini usai selesainya pertemuan dengan perusahaan xxx itu dan berbincang dengan Usen dan Vano . Ian ke smiling flower ..
Mendengar kabar itu tentu saja kali ini ujung sudut bibir ku bisa melengkung , " ah syukurlah .. " lega , itu yang ku rasa .
" Ah akhirnya , gitu kan enak .. "
" Apa ? "
" Melihat mu tersenyum , lebih enak di pandang dari pada melihat ekspresi wajah mu yang masam . " seru ian tersenyum
(....)
Nih orang kenapa si , bikin baper ajah . Tolong jangan buat anak orang salting kalau gak niat mau tanggung jawab nanti nya ..
***
Ahyar baru saja berbicara dengan Melda lewat ponsel gawai milik nya , saling melontar kalimat rindu mereka . Beda halnya dengan aku yang hanya dapat melihat istri ku dari foto-foto paparazi yang di kirimkan Melda di ponsel ku , menyiksa itulah yang ku rasakan .
Qayla masih tak ingin bertemu dengan ku , bahkan terakhir perbincangan ku dengan nya itu hal yang paling ku anggap tak pernah masuk akal . Tak bisa ku terima tepatnya dan tak akan pernah mau ku terima . Mungkin benar yang di bilang bang Usen , butuh jeda . Bukan hanya untuk qayla tapi juga untuk ku . Dua hari ini aku sengaja menyetujui menyelesaikan pekerjaan yang berada di Busan . sebenarnya aku bisa saja menyelesaikan nya di Seoul tanpa perlu kebusan dengan ahyar , tapi karena butuh jeda itu . aku akhirnya melipir . melipir sebentar , agar niat ku yang begitu ingin bertemu dan melihat qayla tak begitu besar di rasa . Tapi sekali lagi ini benar-benar menyiksa ku ,
__ADS_1
aku meminta Melda untuk mengajak qayla pergi keluar cari udara segar barangkali . Soalnya ia tak pernah mau pergi keluar . Sebelumnya Melda bilang kalau qayla selalu menolaknya tapi entah bujukan apa yang di lakukan oleh Melda akhirnya qayla mau pergi keluar .
Lalu Melda mengirimkan foto istri ku itu tengah memegang cangkir kopi ,
ah fotonya saja tidak cukup untuk melepas rindu ku . aku begitu rindukan nya .
" cantik " itu yang selalu ku gumam kan bersama senyuman tipis ku setiap kali melihat foto-foto yang di kirimkan , ku pikir dengan melipir bisa membuat ku tak terlalu ingin bertemu dengan nya tapi itu salah , justru semakin aku jauh dengan nya itu membuat ku tak berdaya .
" Gua , gua mungkin tidak bisa bertemu istri gua , tapi gua tahu apa yang dia lakukan . Ini membuat gua gila . Awuh gua bisa gila . Gua berharap bisa bertemu dengan nya hari ini , uhf . Gua merindukan nya , sangat . Gua sangat ingin bertemu dengan nya .. " lirih ku menghela nafas duduk memandangi pemandangan yang masih begitu asli di kota Busan ,
dengan ahyar yang mungkin saat ini tak tega melihat sahabatnya itu
" Gua bisa saja menemui nya . Tapi masalahnya , gua tidak bisa melakukan itu hanya karena ingin kan . " Aku menghela nafas panjang
" Hei ! , lu bisa bertemu dengan qayla .. " ucap ahyar akhirnya membuka mulut .
Membuat raii menoleh menatapnya ,
" Pekerjaan kita sudah selesai , lu bisa mampir melihat qayla . Tapi hanya dari mobil ! " seru ahyar yang memang ia juga begitu rindu dengan Melda dan baby-nya .
Tanpa banyak pikir , aku mengambil jaket ku dan melemparkan kunci mobil pada ahyar . Ya kita meninggalkan Busan dan kembali ke Seoul ..
35 menit kita dalam perjalanan , akhirnya sampai pada sebuah cafe tempat di mana qayla , Melda dan Lin sedang berbincang . Aku menatap lekat-lekat istri ku itu meskipun hanya melihatnya dari kejauhan di sebrang dalam mobil , senyumannya yang setengah mati ku rindu dapat ku lihat langsung " Ah , aku sangat merindukanmu " gumam ku cukup lama memandangi wajah qayla . Tapi itu benar-benar tak bertahan lama aku tak begitu tahan hanya berdiam diri melihat nya dari mobil . Aku membuka pintu mobil dan hendak keluar
" Apa yang mau lu lakuin ! " Tarik ahyar bagai menghentikan penjahat yang akan beroperasi , menutup pintu mobil yang kala itu tengah terlibat percakapan dalam pesan dengan Melda ,
" Apa menemui istri sendiri kejahatan ? " ucap ku sedatar-datarnya .
Jelas bukan , tapi sekarang lu juga perlu baca situasi nya ..
" Gua tahu lu ingin sekali bertemu dengan qayla , gua tahu lu merindukan nya . tapi lu juga perlu tahu jika lu kesana mungkin qayla akan pergi menjauh dan kemungkinan besar pula mungkin ada ketidak nyamanan padanya " sahut Ahyar memberi penjelasan
" Uhf .. " aku membanting kencang bahu ku di kursi mobil , menyetujui setiap perkataan ahyar
" Jalan Yar , jika terus berada lama di sini mungkin gua akan mengila menerobos kesana " ujar ku yang takut tak bisa mengkontrol diri
Ahyar pun melajukan mobil ..
" Sorry , ide gua gak bagus ya " ucap ahyar
" Kalau gak bagus kita gak mungkin kesana , cuma guanya ajah yang emang gak bisa nahan diri " sahut ku
" Mudah-mudahan Melda bisa ngebujuk qayla lagi dan hubungan kalian segera membaik "
Kuaamiin kan paling khusyu , agar di aamiinkan juga oleh para malaikat yang mendengarnya ..
-
-
__ADS_1
-
jangan lupa like vote dan komenya βΊοΈπ»