
Alexa menemui Edwin yang sudah duduk di ruang tamu.
"Assalamu'alaikum." ucap Edwin berdiri sambil menyatukan telapak tangannya di depan dada.
"Waalaikumsalam, maaf lama." ujar Alexa tersenyum mencoba menghilangkan rasa gugupnya.
"Iya gak papa. Maaf juga aku telat setengah jam soalnya tadi masih mengantarkan ibu dulu ke suatu tempat dan kebetulan yang lain gak bisa nganterin. Sekali lagi maaf, karena di hari pertama malah seperti ini." ucap Edwin gak enak hati.
"Gak papa, santai aja. Tau rumah ini dari mana?" tanya Alexa.
"Tadi pagi aby kamu ngirim alamat lengkapnya jadi langsung menuju ke sini, gak perlu nanya sana sini." jawab Edwin ramah.
"Oh gitu, iya sudah aku tinggal dulu ya ke belakang. Ayunda, kamu belajarnya yang semangat. Kasihan gurunya, udah jauh jauh ke sini demi kamu." ujar Alexa ke adeknya.
"Iya kak." ucap Ayunda.
"Saya permisi dulu ya." ujar Alexa ke Edwin.
"Iya." jawab Edwin.
Setelah itu Alexa pun segera pergi ke belakang untuk membuatkan minuman dan kue serta gorengan. Sedangkan Edwin langsung mengajari Ayunda tentang beberapa mata pelajaran.
Alexa memang gak mau ganggu, agar konsentrasi adiknya itu bubar dan adiknya tetap bisa fokus. Lagian Alexa juga mantau mereka dari CCTV yang Alexa pantau lewat hp nya.
Alexa membuat juz Alpukat 3 gelas dan juga "singkong mata roda ~ kaca mata".
Setelah selesai, barulah Alexa membawa 3 juz itu dan juga kue singkong mata roda dan gorengan kentang keju ke ruang tamu di mana Ayunda dan Edwin berada.
"Ini saya buatkan juz Alpukat dan cemilan. Bisa belajar sambil ngemil." ucap Alexa.
"Iya terima kasih." ujar Edwin, ia pun meminum juz Alpukatnya itu hingga sisa setengah dan juga makan kue singkong mata rodannya satu. Sedangkan Ayunda hanya mengambil 3 gorengan "kentang keju".
"Gimana belajarnya, lancar?" tanya Alexa.
"Alhamdulillah lancar, Ayunda anak yang pintar jadi InsyaAllah, dia nanti bisa juara satu asal terus semangat belajarnya." jawab Edwin.
"Belajar sama Pak Edwin enak lho kak, beda saat aku belajar sama kakak. Pak Edwin itu sabar dan gak suka marah. Pak Edwin juga ngejelasinnya pelan dan gak marah marah. Aku jadi suka belajar sama Pak Edwin, karena dia sangat telaten." ucap Ayunda jujur.
"Hemm jadi sekarang lebih suka belajar ke guru kamu sendiri ya dari pada kakak?" goda Alexa.
"Gak gitu juga kak, aku juga tetap suka kog belajar sama kakak walaupun sedikit galak." jawab Ayunda, Alexa memang pernah marah, tapi itu jika di ajarin lebih lima kali adeknya gak faham faham karena gak memperhatikan saat Alexa menerangkan dan itu yang membuat Alexa marah, tapi Alexa gak pernah pakek nada tinggi ataupun pakai kata kata kotor. Alexa kalau marah, gak berhenti bicara hingga Ayunda mengerti.
__ADS_1
"Iya sudah sana gih, belajar lagi. Jangan ngobrol terus. Biar cepet selesai. Kakak gak akan ganggu lagi, nanti ketahuan aby, umy. Di marahin." ujar Alexa.
"Iya kak." jawab Ayunda.
Setelah itu, Ayunda pun mulai belajar lagi dengan di bantu oleh Edwin. Edwin menjelaskan berkali kali sampai Ayunda faham baru selanjutnya. Kalau belum faham faham juga Edwin akan menjelaskan secara detail, sedetail detailnya.
Setelah satu jam setengah, akhirnya belajar pun selesai. Ayunda segera merapikan bukunya dan menaruhnya ke dalam tas. Karena yang di pelajari sekarang yang akan di bahas besok di sekolah. Semua PR dari sekolah, juga sudah di selesaikan dengan baik berkat bantuan Edwin.
"Silahkan di minum juznya, tapi pasti sudah gak dingin lagi ya, apa perlu saya buat yang baru lagi?" tanya Alexa.
"Gak usah, ini sudah sangat cukup." jawab Edwin sambil menghabiskan juz nya hingga tak tersisa sedikit pun.
"Iya sudah, kamu makan gih kue dan gorengannya, kalau perlu habisin." ujar Alexa tersenyum.
"Iya pak, habisin aja gak papa. Kak Elexa ini sangat pintar lho masak, buat gorengan, buat kue dan rasanya enak enak." Puji Ayunda yang membuat Edwin merasa bangga dengan Alexa.
"Wow, sudah cantik, pintar, masih muda tapi sudah jadi dokter, dan jago di dapur pula." puji Edwin. Dia memang tau Alexa adalah seorang dokter dari temannya, Andi.
"Biasa aja kog pak." jawab Alexa.
"Jangan panggil pak, panggil mas aja." ujar Edwin.
"Iya mas maksudku." ucap Alexa tersenyum.
"Iya." jawab Alexa. Edwin, pun makan kue nya satu persatu sambil ngobrol dengan Alexa.
"Kata Andi, kamu itu sudah lulusan S2 ya dan banyak cowok yang ngincar kamu termasuk Andi, tapi kamu selalu saja menolaknya bahkan kamu juga berusaha untuk jaga jarak dengan mereka. Jujur, aku salut sama kamu. Di zaman modern ini, kamu milih untuk jadi jomblo dari pacaran, bahkan kamu juga gak pernah ngasih harapan apapun sama mereka termasuk Andi." ucap Edwin.
"Saya gak bisa nerima mereka karena saya gak mau pacaran. Yang kedua, saya gak mau ngasih PHP kepada orang lain karena itu akan sangat menyakitkan buat mereka jika mereka tau, aku tak mencintainya. Ketiga, aku gak mau pacaran, karena jika memang aku mencintai seseorang dan seseorang itu mencintaiku dan kami sama sama siap untuk menikah maka aku pun memilih untuk pacaran setelah menikah karena itu jauh lebih baik dan halal karena terhindar dari dosa.
Lagian aku gak mau dekat sama mereka karena aku selalu di pantau oleh aby di manapun aku berada sama seperti Kak Axel, saudara kembar aku. Jadi aku gak bisa ngapa ngapain, aku juga gak mau mengecewakan kedua orang tuaku.
Biarlah aku jomblo, gak papa. Aku ingin menjaga diriku sebaik mungkin untuk suamiku kelak." ucap Alexa menjelaskan panjang lebar.
"Apakah jika ada yang melamarmu, akan kamu terima?" tanya Edwin.
"Gak, karena aku masih belum siap menikah di usia muda. Aku masih ingin menikmati karirku dulu sebagai seorang dokter." jawab Alexa.
"Kamu siapnya kapan?" tanya Edwin.
"Mungkin dua tahun dari sekarang." jawab Alexa.
__ADS_1
"Apakah aku harus menunggu selama itu?" tanya Edwin.
"Maksudmu apa?" tanya Alexa.
"Gak papa, aku cuma bercanda aja. Oh ya aku mau pulang lagian kue dan gorengannya sudah habis kan." ujar Edwin. Yah, Edwin dari tadi ngobrol sambil makan kue dan juga gorengannya dan tanpa sadar menghabiskannya tanpa sisa.
"Hehe iya, lagian juga kamu sudah selesai mengajar adik aku kan?" tanya Alexa.
"Iya, kalau gitu. aku permisi pulang dulu ya. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam." jawab Alexa. Setelah itu, Alexa pun mengantarkan Edwin sampai depan pintu. Sedangkan Ayunda yang dari tadi hanya duduk di sova hanya senyam senyum sendiri jadi pendengar setia.
Alexa dan Edwin sampai lupa kalau ada Ayunda yang masih ada di antara mereka, bahkan saat Edwin pulang pun, Edwin lupa sama Ayunda. Padahal dia ada di sampingnya dari tadi duduk diam mendengarkan perbincangan mereka dengan seksama.
Setelah Edwin pulang, Alexa pun segera masuk ke dalam rumahnya dan tak lupa mengunci pintu.
"Lho dek belum masuk kamar?" tanya Alexa.
"Dari tadi aku belum masuk kamar kak. Aku duduk diam di sini mendengarkan kalian bicara terus menerus tanpa menghiraukan aku." jawab Ayunda.
"Benarkah? Maafkan kakak ya. kakak lupa kalau dari tadi kamu masih ada di samping kakak." ujar Alexa sambil duduk di samping adeknya.
"Ya begitulah kalau sedang jatuh cinta. dunia serasa milik berdua. Dan orang yang di sekitarpun walaupun ada seakan tiada." sindir Ayunda.
"Maafin kakak sayang, kamu jangan sampai bilang masalah ini ke aby dan umy ya." ujar Alexa.
"Kakak lupa ya, kalau dari tadi kita sudah di perhatikan oleh aby dan umy dari kamar. Di sini ada CCTV, dan aby umy bisa melihat sesuka mereka dari hp nya." jawab Ayunda.
"Astaugfirullah kakak lupa." ujar Alexa takut.
"Santai aja kak, yang penting di sini kan gak ada penyadap suara. Jadi kakak aman. Lagian dari tadi kan kakak dan Pak Edwin ngomongnya dari jarak jauh dan di tengah tengah kalian ada aku. Jadi aby dan umy gak mungkin dengar apa yang kalian omongin. Lagian tadi kakak dan Kak Edwin bicara hal yang wajar kan, bukan bicara sesuatu yang menjurus. Jadi santai aja. Aku yakin aby dan umy mengira kakak tadi bahas tentang aku dengan Pak Edwin. Kalian juga tadi bicara dengan suara pelan dan gak terlalu keras." ucap Ayunda menenangkan.
"Iya sudah kamu masuk kamar gih, setelah itu sikat gigi dan langsung tidur. Besok harus sekolah kan?" tanya Alexa.
"Iya kak, iya udah aku ke kamar dulu ya ka." ucap Ayunda.
"Iya."
Setelah Ayunda masuk kamar, Alexa pun membereskan gelas dan juga tempat kue dan gorengan tadi. Alexa membawa semua yang kotor kotor itu ke dapur lalu mencucinya. Setelah selesai, Alexa pun masuk kamar.
Alexa segera gosok gigi dan setelah itu, ia megang hp nya.
__ADS_1
Entah kenapa Alexa sangat bahagia sekali hari ini, bisa ngobrol panjang lebar dengan Edwin, laki laki yang telah berhasil mencuri hatinya.