
Ahmad semakin menggila ingin menemui lifah , hal itu membuat raii akhirnya menghubungi anak buahnya untuk mengurus dan membawa Ahmad pergi .
" Jangan biarkan dia masuk ke mension, apa lagi sampai mendekati Mension ! " Perintah raii ke anak buah nya
Ahmad di seret paksa pergi karena ia yang berontak tak ingin pergi , tapi 4 lawan 1 tentu Ahmad kalah ..
Setelah itu raii dan ahyar mulai menanyakan apa yang sebenarnya terjadi , dengan ahyar yang sebenarnya tak terlalu fokus
Dan Ian lalu menjelaskan nya ...
Flashback
Pada saat lifah pergi mengambil persediaan minuman bersoda di mobil yang terparkir agak lumayan tergolong jauh dari Mension semua masih terlihat baik-baik saja , hingga saat ketika ia kembali di situlah masalah terjadi . Saat itu ia berpikir mungkin hanya berhalusinasi melihat pria yang begitu mirip dengan Ahmad karena pasalnya yang ia tahu Ahmad di Jakarta dan terakhir di pesan WhatsApp nya kalau dia sangat sibuk dengan pekerjaannya .
Sosok pria itu baru saja keluar dari Mension di salah satu pantai dengan bergandengan mesra seorang wanita , seksi itulah yang terpampang jelas dari busana yang di kenakan wanita itu mereka duduk di resto kecil-kecilan tapi tetap terkesan mewah dan romantis untuk vibes pantai masih dengan keintiman mereka bahkan mereka tak malu-malu nya bertautan yang terkesan terlalu brutal . sampai pada lifah yang penasaran pun melihat lebih dekat mereka , ia nampak sangat mengenal sosok pria yang duduk di bangku resto tersebut ..
Lifah menyeringitkan dahinya ,
" Sayang , kenapa si kamu gak ngomong ajah kalau kamu tuh gak cinta dan gak bahagia sama si wanita lifah-lifah itu ! . Lagian buat apa ngejalanin hubungan dengan dia kalau kamu ajah tuh gak happy . Dia cuma bisanya tuh ngatur ini , ngatur itu menyusahkan kamu ajah , tinggal bilang ajah si kalau kamu gak nyaman sama dia ! . "
Lifah dengan ragu semakin mendekati mereka terlebih ia mendengar ada namanya di dalam perbincangan dua orang itu , ia juga ingin meyakinkan dirinya jika orang yang ia lihat ini bukanlah Ahmad kekasihnya . Ia berdoa semoga apa yang baru saja di dengar hanyalah sebuah kebetulan saja ,
" Waktunya belum pas sayang . "
" apa lagi si yang kamu tunggu , wanita itu bahkan gak bisa kan ngasih apa yang kamu minta darinya . Sementara aku bahkan memberikan semua nya yang kamu minta , kita berdua begitu menikmati nya AHMAD ! "
ketika lifah semakin intens dengan mereka dan mendengar nama Ahmad terucap jelas ,
DEG .. semua minuman soda yang dia bawa jatuh berhamburan ketika ia mengetahui jika sosok pria yang mirip Ahmad itu adalah memang Ahmad . hal hasil membuat semua orang di sana menoleh kearah nya begitu juga Ahmad dan wanita itu ,
Lifah menatap kecewa ke Ahmad
" Cih Perempuan gatel , kamu gak tahu kalau dia itu adalah kekasih ku ! " Seru lifah marah berdiri di depan wanita itu
Prok , prok , prok .. wanita itu tepuk tangan sambil tersenyum , " kekasih ? , Apa Ahmad menganggap mu seperti itu ? gua tuh kasihan banget ya sama loh . Lu tahu gak si Ahmad tuh udah muak banget sama lu , ia tuh cuma kasihan ajah sama loh " jelas wanita itu tampak mengejek
" Ah kau pikir gua bakal percaya sama wanita kaya lu , ini gak bener kan Ahmad ? " Tanya lifah
" Mau tahu tidak kita di sini ngapain ? , Apa lagi kalau bukan bercinta yang gak bisa lu berikan untuk Ahmad . Lihatlah stempel di leher ku " Ujar wanita itu , yang di hentikan Ahmad
Lifah yang semakin marah kala mengingat adegan brutal tadi , dan melihat leher jenjang wanita itu sudah penuh dengan stempel milik Ahmad . ia tak menyangka kalau Ahmad melakukan hal seperti itu
__ADS_1
" Wanita penggoda !! , Katakan ini tidak benar Ahmad ? " Ucap lifah menahan suaranya agar tidak begitu getar karena tangis yang sedang ia tahan lalu hendak melabrak wanita itu tapi jelas ia kalah telak dengan pertahanan body semog wanita itu yang malah justru mendorong dan menarik baju lifah hingga jatuh di beralaskan pasir ..
" Lu itu bukan tandingan gua , " ejek wanita itu
Lifah menguatkan mentalnya , " tentu saja aku bukan tandingan mu mana mungkin aku bertanding dengan wanita penggoda seperti mu ! " Ucap lifah menarik tangan Ahmad untuk pergi . Parahnya Ahmad tak sama sekali merespon ,
Lifah sangat mencintai Ahmad makanya ia memilih untuk berbicara dengan Ahmad dan ia percaya dengan Ahmad hingga membuat nya tampak begitu tak memiliki harga diri ..
ucapan lifah Menyulut emosi wanita itu yang tak segan-segan melukai lifah , dan mendorong kembali . kali ini benar-benar membuat lifah tampak menyedihkan bahwa adegan mereka di tonton semua yang berada di resto tersebut ..
Wanita itu tersenyum senang ,
" Ehk menyedihkan ! , "
Tiba-tiba seseorang pria datang dan memakaikan jasanya lalu kemudian membantu lifah bediri , " bangunlah kau tidak pantas begini . " ucap pria itu menatap dingin Ahmad
Lifah menoleh kesosok pria itu yang jelas ia kenal ,
" Ayokk .. " seru pria itu mengajak lifah pergi , baru beberapa langkah lifah kembali menghampiri Ahmad
" Brengsek ! , Kau adalah laki-laki brengsek . Jadi ini yang katanya kau itu sibuk bekerja , tak balas pesan ku . Cih Kalian ! , Kalian berdua itu sangat memalukan !! " maki lifah sambil menangis tak dapat lagi membendung tangisan nya kemudian pergi ,
Di sepanjang jalan lifah menangis di samping pria itu seperti anak kecil yang tengah kehilangan orang tuanya saat lagi di taman bermain , semua orang yang melihat maupun sedang lewat melihat sinis ke sosok pria yang berada di samping ..
" Bukan saya , ia menangis bukan karena saya , bukan . saya tidak melakukan apapun . " seru pria itu
Tapi bukan warga +62 kalau tidak julid , mereka hanya menilai dari apa yang mereka lihat dan menyimpulkan dari apa yang terlihat tanpa tahu apa yang terjadi .
" Ya ! , Jangan membuat orang salah paham .. " ujar pria itu mencoba menghentikan tangisan lifah
" Kau , kau mana tahu bagaimana rasanya jadi aku , kenapa tega sekali . hampir 10 tahun kita miliki hubungan dan bahkan sudah memiliki rencana pernikahan sudah sejauh itu tapi , tapi kenapa melakukan ini pada ku ahhhh Hiks hiks hiks , bagaimana , aku harus bagaimana hikssss hiksssss " sahut lifah yang tambah membuat perjalan kaki yang melintas pun menatap pria itu dan mulai berguncing
Pria itu melihat kearah para pejalan kaki ,
" shtt , bukan saya .. bukan , "
" Uheuhhh , kenapa rasanya sesakit ini hiks , kenapa tega mengkhianati aku ! , Kalau memang gak nyaman dan bosen dengan ku kenapa bertahan sejauh ini seharusnya pergi saja . Aku bahkan tidak pernah sekalipun berkhianat , apa karena aku tidak bisa memberikan apa yang di minta makanya melakukan hal itu dengan wanita lain , kisah kita dari awal terlihat sangat meyakinkan , tapi kenapa sekarang berujung menyakitkan hiks hiks " oceh lifah merecom mengeluarkan uneg-uneg kesedihan nya
Orang-orang mulai bergeleng-geleng menatap sosok pria yang berada di samping lifah , memandang jelek pria itu .
" Uhf .. " Pria itu pun membawa lifah ke tempat yang sepi menjauh dari keramaian orang berlalu lalang ,
__ADS_1
" silahkan , kau bisa menangis sekeras dan sepuas hati mu di sini " seru pria itu
Tanpa malu-malu lifah mengeluarkan kesedihan nya , kemarahan nya , kekecewaannya . seada-adanya , ia merasakan hal yang tak bisa lagi di terima oleh kenyataan nya kisah yang selama ini ia rajut begitu lama dengan orang yang baginya sudah menjadi separuh hidupnya berakhir begitu saja , hancur ia sangat lah merasa hancur kala mengingat semua rencana yang mereka buat . kini hanya lah tinggal kisah buruk semata-mata yang jika boleh ingin ia tolak keadaannya .
Setelah cukup lelah ia menangis dengan mata yang begitu sembab ,
" Sudah merasa lebih baik ? " Tanya pria di samping nya yang dengan setia mendengar celotehan dan tangisan lifah
" Apa aku seburuk itu untuk di perlakukan seperti ini ? " Gumam lifah tak bergeming menatap lurus air laut di pantai
" Pria yang baik tidak akan melukai wanita nya , hapuslah air mata mu sayang jika terbuang sia-sia untuk pria seperti nya . "
" Kau tak akan paham bagaimana rasanya .. " lirih lifah
Pria itu tersenyum , " kau benar , tapi Sepertinya kau lupa jika menanyakan rasa semacam ini dengan ku "
Lifah menoleh , ya ia lupa jika pria yang berada disampingnya pun mungkin merasakan luka yang mungkin sedang ia rasakan , karena melepaskan dan merelakan wanita yang sangat di cintai nya agar bahagia bersama pria yang ternyata memiliki tempat spesial di hati wanitanya .
" Aku sedang tidak ingin mengadu hidup dengan mu , bukankah seharusnya kau bersyukur mengetahui hal ini sebelum terlambat . Sang pencipta seolah menghancurkan rencana mu , hanya untuk rencana mu tidak menghancurkan mu "
" tapi bagaimana dengan hidup ku " lirih lifah lalu terdiam
" Ya mungkin dunia serasa akan runtuh , tapi ingat jangan terlalu drama hanya karena dia tidak ada , dunia tidak akan runtuh . Kau punya banyak orang-orang yang menyayangi dan mencintai mu , kau punya qayla dan melda yang akan selalu ada dan hadir untuk mu . Jangan buang-buang tenaga mu untuk pria seperti nya ! "
....
" Masih mau di sini ? , Biar ku menghubungi qayla agar mereka tidak khawatir . Mereka pasti khawatir mencari mu "
Lifah mengeleng pelan , lalu mereka pun berjalan menuju Mension ..
End flashback ..
π»π»π»
-
-
-
...jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun βΊοΈπ»...
__ADS_1