Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Amnesia


__ADS_3

Keara tak berhenti menangis. seharusnya hari ini merupakan hari bahagia untuk dirinya dan Hyuk. sementara tuan Ma dan Bram menunggu dengan cemas, mengamati ruang ICU. Hyuk sedang di dalam di tangani oleh dokter. Ariani mencoba menenangkan Keara.


Dokter keluar dari ruang ICU ia mengajak Bram dan tuan Ma untuk berbicara.


"Tuan Hyuk terluka parah di bagian kepalanya karena pukulan benda keras yang menyebabkan kerusakan di saraf otaknya".


"Jadi bagaiman dokter?". Bram terlihat cemas dan panik.


"Kemungkinan jika tersadar ia akan lupa dengan semua".


"Apa maksudmu dokter?". Tuan Ma memegang lengan Bram mencoba menenangkannya.


"Kemungkinan tuan Hyuk akan menderita amnesia berat. ia tidak akan bisa mengingat apapun".


Bram tertunduk lesu. tuan Ma meneteskan air matanya. keduanya keluar ruangan dokter dengan lunglai. Bram bingung bagaimana ia akan menjelaskan pada Keara. gadis itu tak berhenti menangis selama beberapa jam.

__ADS_1


***


Seorang lelaki tertawa puas mendengar laporan dari anak buahnya yang menghajar Hyuk sampai tak berdaya.


"Biar ia merasakan derita yang di tanggung adiku empat tahun yang lalu. adiku tidak selamat karena perbuatannya. kini giliran si brengsek itu menerima imbalannya".


***


Keara menunggu Hyuk selama beberapa hari. lelaki itu belum juga sadarkan diri. Keara tidak bisa membayangkan ketika Hyuk membuka matanya ia akan lupa pada gadis itu. Keara harus masuk kerja. ada beberapa pengawal dan suster yang akan menjaga Hyuk.


Keara yang baru tiba di rumah sakit langsung datang menghampiri Hyuk. Hyuk perlahan membuka matanya. ia menatap Keara seperti orang asing. bahkan ia tak mengizinkan gadis itu memegang tangannya.


"Sayang kau tak mengingat ku?".


Hyuk meremas kepalanya ia mengusir Keara. Keara menangis di luar ruang rawat Hyuk. Bram yang melihat menenangkan Keara.

__ADS_1


"Ku mohon Keara, jangan menyerah bantulah dia untuk pulih". Keara mengangguk. Sementara Hyuk akan tinggal bersama ayahnya. tuan Ma memberikan fasilitas terbaik untuk Hyuk. Hyuk lebih banyak mengurung diri di kamarnya setelah pulang dari rumah sakit.


Tuan Ma mengerahkan anak buahnya untuk mencari tahu siapa yang memukuli Hyuk tempo hari. ia ingin orang itu di bawa hidup-hidup di hadapannya. Bram tak kalah gesit. ia juga memerintahkan semua pengawal Admaja Group untuk mencari biang keladi atas musibah yang di alami asisten setianya.


***


"Sial kenapa tidak ada yang bilang kalau dia anak dari tuan Ma?! si tua itu tidak bisa di anggap remeh. kekuasaanya masih besar".


Lelaki itu nampak gusar dan marah. ia membanting barang-barang di dekatnya. seharusnya kemarin ia menghabisi Hyuk tanpa sisa. tapi sial nyawanya masih tertolong karena Bram membawanya ke rumah sakit dengan cepat.


"Kita mulai dari Bramantyo Admaja, hancurkan dia. kali ini jangan sampai meninggalkan jejak. tanpa asistennya ia tidak akan berkuasa!".


"Baik tuan".


Dua buah mobil terlihat berjaga di depan gerbang rumah utam. Bram yang memantau dari cctv terlihat serius mengamati orang-orang itu. ia mengenali mereka yang kemarin menghajar Hyuk sampai lupa ingatan.

__ADS_1


"Siapkan ruangan kita adakan pertemuan dengan tuan Ma". Bram menghubungi sekertarisnya.


__ADS_2