
dita pun menatap ke arah bagas, terlihat wajah bagas yg sangat kesal, dan menahan amarah.
" maaf tuan, saya engga ada maksud apa apa. ?? " ( dita) sedikit gugup, karena tatap pan bagas.
" kamu bilang maaf, kamu tau hampir saja menghancur kan rumah tangga saya, karena kamu mengata kan seperti itu ke dokter, dan dokter bilang di depan istri saya, saya engga mau rumah tangga saya hancur, dengan ucapan kamu, yg engga bermutu itu.. ?? " ( bagas) dengan tegas.
" ingat batasan kamu dita, di sini kamu hanya sebagai pengasuh, kalau kamu engga mau jadi pengasuh anak saya jelita, kamu bisa berhenti, dan saya akan mencari pengasuh baru untuk jelita.. ?? " ( bagas)
dita pun mendongak kan wajah nya, dan menatap bagas, terlihat jelas bagas, dengan wajah menahan marah nya, kalau saja tidak ada sang istri di sana mungkin, amarah nya akan meledak, untung saja bagas, sudah bersama pawang nya, jadi bagas akan sedikit melemah.
" maaf tuan, saya engga ada sama sekali, untuk berbicara seperti itu, saya hanya replek saja tuan.. ?? " ( dita)
ia tidak mungkin ke luar dari pekerjaan nya, karena ia masih bertekad untuk mendapat kan bagas, ini sebuah tantangan untuk diri nya.
" sekali lagi kamu, berbuat ke salah han, saya engga akan segan segan untuk menghancur kan kamu.. ?? " ( bagas) dengan tatapan tajam nya, dan penuh dengan penekan nan.
" baik tuan.. ?? " ( dita) ia pun kini menatap wajah bagas.
" saya pegang janji kamu, dan jangan pernah kamu ingkari, dan satu lagi, kalau besok kondisi jelita, membaik ia bisa pulang, dan kalian bisa pulang ke rumah istri saya, untuk sementara waktu, dan setelah acara persidangan saya dengan Siska selesai, kamu bisa tinggal di rumah orang tua saya. " ( bagas) .
" baik tuan.. ?? " ( dita)
cklek..
keluar lah bibi, dengan wajah terlihat segar.
" sore tuan, nyonya.. ?? " ( bibi) sambil membungkuk kan kepala nya.
" sini bi.. ?? "( bagas) ia menepuk nepuk sofa, kosong.
bibi pun mengangguk, dan kini ia pun berjalan, dan sesuai perintah, bibi pun duduk di samping Kayla.
" bi, kalau besok kondisi jelita membaik, besok jelita beserta pengasuh nya akan, kami bawa ke rumah istri aku, sedang kan bibi akan tinggal di rumah mamah, engga apa apa kan bi. ?? " ( bagas) ia merasa tak enak, karena menyuruh bibi tinggal di rumah sang mamah.. " jelita, hanya sementara bi, tinggal di rumah aku, sampai proses persidangan maju selesai, setelah selesai, aku akan membawa jelita beserta pengasuh nya ke rumah mamah, karena mamah yg meminta, sekarang kan kesya tinggal di rumah bersama aku, mungkin mamah ke sepian, karena kesya tinggal bersama aku, makan nya, mamah meminta jelita tinggal di rumah mamah. ?? " ( bagas) ia menjelas kan, secara detail, takut bibi tersinggung .
" kalau bibi mah ngikutin aja, apa keputusan tuan.. ??"( bibi)
__ADS_1
" makasih bi.. ?? " ( bagas)
" sama sama tuan.. ?? " ( bibi)
kini amarah nya bagas, mulai memudar, tapi tetap saja rasa kesal nya, terhadap sang pengasuh, masih ada.
" iya udah, sekarang bibi sama dita, cari makan dulu, biar aku yg menjaga jelita, sebelum aku pulang bi.. ?? " ( bagas) sambil mengambil uang di dalam dompet nya, bagas mengambil nya 3 lembar uang berwarna merah, dan menyodor kan nya, ke arah bibi.
terlihat dari wajah bibi, yg sungkan dan bingung, antara mau di Terima atau engga.
" ambil lah bi, jangan malu malu, sekalian membeli cemil, untuk nanti kalian, takut nya kalian lapar. " ( bagas )
" baik tuan, bibi Terima.. ?? " ( bibi) ia pun mengambil nya, dengan terpaksa, karena ia benar benar sungkan dan malu, padahal ia juga punya uang sendiri, untuk membeli makan nan nya.
" oh iya tuan, kenapa engga menginap di sini, takut sewaktu waktu jelita menangis, dan mencari tuan.. ?? " ( bibi) ia berbicara seperti itu, karena beberapa hari, ini jelita sering mengigo menyebut nama sang papah.
" engga bisa bi, soal nya aku khawatir dengan anak anak aku bi, apalagi dia. masih asi, aku takut nya, stok asi nya habis.. ?? " ( Kayla) sambil tersenyum.
" maksud nya non, kamu udah punya anak dari tuan bagas.. ?? " ( bibi ) penuh dengan tanya.
Kayla hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.
" iya bi, lain waktu aku akan bicara sama bibi,.. ?? " ( Kayla)
" oh iya bi, jangan panggil aku nyonya, panggil aku nama aja bi, aku nama aja bi. " ( Kayla)
" engga sopan, kalau bibi panggil nama.. ?? " ( bibi)
" supaya nya, aku engga mau tau, aku ingin bibi memanggil aku nama saja, iya kan mas.. ?? " ( Kayla) ia menatap ke arah sang suami, mencari pembelaan, bagas pun tau dengan sang istri, ia pun mengangguk.
" ikutin aja, apa mau istri saya bi.. ?? " ( bagas) dengan tegas.
" tapi tuan.. ?? " ( bibi) ia merasa tak enak.
bagas hanya menatap tajam ke arah bibi, bukan nya engga sopan, tapi ia memberitahu bibi, kalau dia tidak bisa di bantah, akhir nya bibi pun merasa kalah, dan ia pun mau tidak mau mengikuti ke mauan Kayla
__ADS_1
" tapi bibi, panggil nya nak aja ya, bibi nyaman nya manggil seperti itu, dari pada nama. " ( bibi) ia menatap Kayla.
" iya terserah bibi aja, senyaman bibi aja. " ( Kayla) sambil tersenyum.
handphone nya Kayla berbunyi, Kayla pun mengalihkan kan tatapan nya, dan melihat, siapa yg menghubungi, ternyata ibu hanin, ia pun menekan tombol hijau.
" assalamu'alaikum bu. ?? " ( Kayla)
" waalaikumsalam nak. ?? " ( ibu hanin)
" ada apa bu.. ?? " ( Kayla)
" kapan pulang nak, soal nya asi dede kian udah habis, takut nya ia bangun, dan minta susu, tapi susu nya habis nak.. ?? " ( ibu hanin)
" oh iya bu, sekarang aku pulang ko bu.. ?? " ( Kayla)
" oh iya udah, kalau gitu ibu di tunggu nak, kamu hati hati ya, assalamu'alaikum.. ?? " ( ibu hanin)
" waalaikumsalam.. ?? " ( Kayla) ia pun menyimpan handphone nya ke dalam tas, dan melirik sang suami.
" ada apa sayang.. ?? " ( bagas)
" kita pulang sekarang, takut nya dede kian ke bangun, soal nya stok asi sudah habis mas.. ?? " ( Kayla)
" oh iya udah, kita pulang sekarang. ?? " ( bagas) .
Kayla hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban nya.
" bi, kita pamit ya.. ?? " ( Kayla)
" iya nak, hati hati ya di jalan.. ?? " ( bibi) sambil tersenyum ke arah Kayla.
" iya bi, assalamu'alaikum.. ?? " ( Kayla)
" waalaikumsalam.. ?? " ( bibi dan dita).
__ADS_1
Kayla dan bagas pun meninggal kan rumah sakit, dan menuju pulang ke rumah, untung saja jarak antara rumah sakit, dan rumah nya tidak terlalu jauh, jadi tidak memakan waktu lama, hanya menempuh jarak 2 jam.
kini bagas dan kayla sudah sampai rumah, dan di sambut oleh kesya, dan dede kianu yg sudah bangun.