
Hari ini, setelah pulang sekolah, kebetulan Axel dan Alexa gak ada les sehingga Aulia mengajak kedua cucunya itu untuk mengunjungi restoran miliknya. Axel dan Alexapun sangat senang karena mereka bisa mencoba semua makanan yang ada di resto tersebut. Zahra dan Adzriel pun sangat senang melihat Axel dan Alexa yang begitu semangat untuk mempelajari bisnis dari usia dini. Ya walaupun sesampai di sana waktu mereka kebanyakan untuk makan dan bermain tapi paling tidak, mereka sudah mulai tau dunia bisnis.
Sesampai di resto, Axel dan Alexa melihat ke semua penjuru dan hampir semua kursi penuh dengan pengunjung.
"Oma, apa tiap hari emang selalu ramai kayak gini?" tanya Alexa penasaran.
"Iya sayang, bahkan ini masih belum seberapa. Kalau sudah penuh, omma harus mengambil kursi di dalam dan menaruhnya di luar agar orang orang yang mengantri bisa kebagian semua. Tapi yang tidak mendapat tempat duduk kadang mereka memilih untuk membungkusnya saja dan makan di tempat lain." Jawab Aulia tersenyum.
"Aku gak menyangka, resto punya omma bisa sampai seperti ini." Ujar Axel.
"Resto ini bukan punya omma sayang, tapi punya kita semua. Punya kalian berdua, punya aby dan juga punya umy kalian. Kita kerjasama agar resto ini terus berkembang pesat sama seperti usaha aby yang lainnya." Ucap Aulia ramah.
"Emang apa omma resepnya agar bisa maju dan banyak di sukai orang seperti ini?" tanya Axel.
"1. Pelayanannya harus bagus, semua karyawan harus ramah dan murah senyum. Gak boleh judes atau cemberut
2. Harus pakai bahan yang bagus agar hasilnya bagus dan tidak mengecewakan. Tidak boleh memakai bahan yang busuk atau sudah kadaluarsa. Walaupun pembeli gak ada yang tau bahan apa yang kita pakai\, tetep saja ada Allah yang selalu melihat semua gerak gerik kita. Jadi kita harus belajar jujur untuk diri sendiri. Lagian bahan yang bagus dan berkulitas akan membuat rasa masakan akan semakin nikmat.
3. Harus bersih\, kalau tempat nya kotor akan membuat pembeli males untuk makan di sini. Pembeli paling anti sama jorok. Jadi kita harus selalu membersihkan diri dan juga tempat\, dari dapur sampai semua ruangan harus bersih dan harum hingga membuat pembeli nyaman apalagi jika pelayannya ramah dan rasanya pun menjanjikan hingga membuat orang ketagihan. Bisa di pastikan pembeli itu akan kembali lagi.
4. Jika matok harga jangan terlalu tinggi. Misalkan\, kita ambil untung banyak tapi yang beli satu ya percuma. Mending ambil untung dikit tapi yang beli banyak. Kita harus bisa melihat target kita. Jika kebanyakan yang beli adalah kalangan bawah\, ya kita harus mematok harga yang sekiranya sesuai dengan isi kantong mereka. Tapi di resto ini\, menjual dari harga yang sangat murah sampai harga yang sangat fantastis hingga hanya kalangan atas aja yang mampu beli.
5. Banyak sedekah. Jangan berfikir dengan kita bersedekah\, uang kita akan habis. Malah sebaliknya dengan kita bersedekah. InsyaAllah rezeki akan makin lancar.
6. Banyak doa. Tingkatkan ibadah kita dan minta sama Allah agar segala urusan kita di lancarkan.
7. Banyak banyak menabung agar ketika resto ini mulai merosot\, kita bisa menggunakan tabungan kita untuk membantu keuangan resto hingga bisa kembali stabil. Jadi jika resto sedang mengalami keuntungan yang besar jangan di buat foya foya\, simpan karena kita tak pernah tau kapan roda itu akan berputar. Alhamdulillah jika resto kita terus maju dan berkembang pesat tapi bagaimana jika tiba tiba merosot sangat drastis. Nah itulah yang kita fikirkan jadi usahakan sedia payung sebelum hujan.
8. Selalu renovasi restorannya agar tidak membuat pelanggan bosan. paling tidak satu tahun 1x.
__ADS_1
udah itu aja sih tips dari omma." Ujar Aulia menjelaskan panjang lebar.
"Wah, bagus bagus. Baiklah tips dari omma akan aku ingat ingat sepanjang hidup aku. Semoga kelak aku bsia seperti aby, umy dan juga omma." Ucap Axel tersenyum, ia membayangkan kelak ia bisa menjadi pengusaha sukses nomer satu di ASIA.
"Omma yakin kelak kalian berdua pasti bisa melebihi omma, umy dan juga aby kalian."
"Ya semoga aja, omma. Aamiin."
Setelah bercakap cakap sebentar, Axel dan Alexa pun pamit untuk pergi ke dapur melihat lihat isi dapur seperti apa. Dan mereka melihat di dapur hanya ada koki laki laki saja.
"Kenapa kokinya cowok semua?" tanya Alexa heran.
"Entahlah nanti kita bisa tanyakan ke omma." Jawab Axel.
Ia pun mendekati seorang laki laki yang sedang menata makanan. Axel dan Alexa memperhatikan bagaimana cara kerja koki itu.
"Hus, gak beleh ngomong gitu. Ayo kita ke sana." Ujar Axel sambil melihat laki laki yang sedang memotong sayuran.
"Hai om." Ucap Axel sok ramah.
"Hai juga, kenapa kalian bisa masuk ke dapur ini?" tanya koki itu heran.
"Oh, tadi aku sudah izin sama omma dan omma mengizinkan kami untuk masuk ke dapur dan liat liat bagaimana suasanannya dan bagaimana cara kerjanya."
"Oh, kalian cucu dari pemilik resto ini?" tanya koki.
"Iya benar. Om, ngapain itu?"
__ADS_1
"Biasalah, memotong semua sayuran. Jadi nanti tinggal masak aja, gak perlu lagi motong ini dan itu." Jawab koki itu ramah.
"Oh gitu toh. Iya udah lanjutkan om, semangat. Aku ke sana dulu ya." Ujar Axel tersenyum.
Axel dan Alexa pun melihat lihat dan tiba tiba ia melihat berbagai macam bumbu yang sudah di siapkan.
Setelah cukup puas berada di dapur, Axel dan Alexa pun kembali dan memesan pizza terbaru di resto ini. Pelayan pun segera melayani cucu dari pemilik resto ini.
"Ini den pizzanya." Ujar pelayan itu ramah. Axel pun mengangguk dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Setelah kepergian pelayan itu, Axel dan Alexa pun segera menyantap pizza yang rasanya sangat aduhai dan bikin lidah jadi ketagihan. Ingin rasanya Alexa memesan lagi tapi Axel melarangnya dan Alexapun hanya bisa pasrah.
Setelah kenyang, mereka pun jalan jalan lagi dan melihaat seseorang di kursi pojok yang menghadap ke jalan.
"Lho itukan tante Inez, kenapa dengan pria lain lagi?" tanya Alexa.
"Sudahlah itu tak penting, dia pergi sama laki laki yang mana, yang paling penting sekarang adalah mengambil foto dia secara diam diam." Jawab Axel.
"Ah ya, kaka benar." Alexa pun mengambil lhp dan mengambil gambar Inez yang sedang di suapi oleh laki laki yang ada di hadapannya. Bahkan laki laki itu membersihkan sedikit kotoran yang ada di bibir Inez.
Setelah mengambil beberapa gambar yang romantis, Axel dan Alexapun segera pergi ke ruangan Aulia karena mereka berdua tak ingin jika Ines sampai melihat dirinya.
__ADS_1