Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kebahagiaan Alexa dan Andi


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit jiwa, mereka langsung pulang ke rumah. Rumah yang kini menjadi tempat mereka berteduh. Rumah yang di bangun dengan hasil jerih payahnya Andi sendiri. Sebenarnya Alexa bisa saja beli rumah yang lebih mewah dari rumah yang ia tinggali. Hanya saja ia lebih suka tinggal di rumah yang sudah di siapkan oleh suaminya itu.


Sesampai di rumah, mereka segera mandi lalu sholat. Selesai sholat, mereka duduk santai sbil nonton tivi.


Hari ini Alexa gak perlu masak karena sebelum mereka pulang, tadi mereka sudah makan di restoran.


"Mas, aku kasihan lihat kondisi Vita seperti itu," ujar Alexa sambil bersender di bahu suaminya.


"Iya aku juga tak tega melihatnya. Dia dulu wanita yang sangat cantik dan pintar. Tapi kini ia menjadi wanita lumpuh, gak bisa jalan seumur hidupnya dan tangan kanannya juga di amputasi. Belum lagi kini ia masuk rumah sakit jiwa karena kondisinya yang seperti itu. Sungguh aku sakit sendiri liatnya," ujar Andi yang juga tak tega melihat keadaan Vita tadi.


"Iya. Kenapa hidupnya bisa seperti itu? Aku juga merasa sakit melihat keadaannya yang begitu mengenaskan. Kemarin Afifah meninggal dadakan, karena pendarahan. Sekarang Vita yang kondisinya seperti itu. Padahal Afifah dan Vita adalah orang baik tapi nasib kehidupannya sungguh di luar dugaan. Tak akan ada yang menyangka mereka akan bernasib seperti ini."


"Iya, makanya kita jadi orang jangan suka jahatin orang lain. Kita juga harus mendekatkan diri sama Allah, agar kita terus berada dalam lindungannya. Terhindar dari kejahatan, penyakit, dan lain sebagainya yang membahayakan jiwa kita. Semoga Allah juga memberikan kita kesehatan dan juga umur panjang agar kita bisa terus bersama sampai kita jadi kakek nenek," ujar Andi menasehati istrinya .

__ADS_1


"Iya Mas. Oh ya, bagaimana ya bulan madu Kak Axel dan Alesha?" tanya Alexa yang tiba-tiba ingat dengan saudara kembarnya itu.


"Entahlah. Tapi yang pasti mereka bahagia saat ini," jawab Andi.


"Mas gak iri lihat mereka bulan madu?" tanya Alexa.


"Iya enggaklah, ngapain iri. Kita kan nanti bulan madu juga, hanya saja untuk saat ini bulan madu kita di tunda dulu. Tapi walaupun gak bulan madu, kita bisa kog bersenang senang di atas kasur," ucap Andi sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Iya dong karena rasanya sangat nikmat dan aduhai,"


"Kamu itu kalau bicara gak di saring dulu,"


"Kenapa harus di saring, kan aku bicara sesuai fakta. Kamu aja sampai mendesah terus menerus,"

__ADS_1


"Aih mas ngomongnya. Kalau sampai ada yang denger malu tau," ucap Alexa kesal.


"Hehe kenapa harus malu sayang? Lagian di sini cuma ada kita berdua," goda Andi yang membuat Alexa semakin kesal.


"Bagaimana kalau saat ini kita melakukan itu lagi," tanya Andi.


"Gak ah, capek,"


"Gak boleh nolak lho. Nolak permintaan suami dosa," ujar Andi sambil tersenyum.


"Emang kamu gak capek, kita baru aja pulang dari kerja lho, setelah itu jalan-jalan sebentar, ketemu orang tua Vita laku ke rumah sakit jiwa, pulangnya mampir ke resto, sampai sini langsung mandi dan sholat. Setelah itu istirahat bentar dan mas sekarang ngajak gitu-gituan. Apa gak capek?" tanya Alexa.


"Gak ada kata capek kalau masalah itu," ujar Andi sambil menggendong Alexa dan membawanya ke dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2