
Lisa menahan malu tak terkira ketika dua orang anakbuah Hyuk menyeretnya keluar dari gedung Admaja Group. masih untung di luar tidak ada wartawan kalau tidak bisa hancur karir yang di bangunnya dengan susah payah.
"Tunggulah pembalasanku asisten sialan!", Lisa melampiaskan kesalnya pada Hyuk yang telah menggagalkan rencananya. dan mengingat Bram tak lagi peduli dengannya, hatinya semakin hancur.
ini pasti gara-gara gadis kampungan itu!.
tunggulah aku tidak akan membiarkan mu berada di sisi Bram ku. tak kan kubiarkan Bram mencintai gadis kampungan itu!.
Lisa sedang memikirkan rencana apa lagi yang akan ia pakai untuk kembali pada Bram. "Pertama aku harus menyingkirkan Hyuk. tapi bagaimana caranya ya?" Lisa beberapa kali berteriak mengusir kekacauan dalam pikirannya. ia harus berfikir jernih agar rencananya nanti berjalan lancar.
Lisa pergi ke butik Brenda. dua wanita rubah betina itu saling kenal. tadi nya mereka bermusuhan karena berebut hati Bram. tapi kini mereka tersingkir oleh Ariani. jadilah keduanya teman akrab dan bekerja sama menyusun rencana. kegilaan yang di lakukan oleh lisa pada Bram hari ini tak lepas dari pengaruh Brenda juga. Lisa turun dari mobilnya. ia melangkah masuk ke dalam butik milik Brenda.
rupanya Brenda sedang ada tamu. ia terlihat berbincang dengan seorang lelaki tampan. Lisa yang penasaran segera mendekat. dan ternyata ia mengenali lelaki tampan itu.
"Joan?", Lisa menyapa Joan.
__ADS_1
"Lisa", mereka berjabat tangan. Joan melepas kacamata hitamnya.
"Aku nggak sangka kita bertemu disini", ucap Lisa.
Joan tersenyum. bagi Lisa Joan adalah target setelah Bram dan kakak laelakinya. bila ia tak mendapat akses masuk ke dalam keluarga besar Admaja ia bisa berada di keluarga Winata. begitu pikirnya. Brenda yang sudah tau kelicikan Lisa mencoba menghentikan basa basi mereka.
"Baik Joan kita bertemu lagi besok, aku ingin bicara sesuatu dengan Lisa". Joan tak keberatan dan oergi meninggalkan Lisa dan Brenda.
"Kamu ya, jangan bilang Joan juga masuk daftar target mu?"
"Kamu tau Joan juga mantan tunangan Ariani?",
"Ariani? gadis kampungan itu?",
"Siapa lagi?",
__ADS_1
"Kenapa dunia ini sempit sekali. beruntung sekali gadis kampung itu setelah Joan ia pindah pada Bram. hebat juga dia",
"Bagainana rencana mu? berhasil kau dapatkan hati Bram?".
"Gagal semua. ini gara gara asisten sialan itu",
" Hyuk maksudmu?",
"Siapa lagi",
"Sudah kubilang melewatinya jauh lebih sulit di banding Bram",
keduanya mulai menyusun rencana jahat lagi untuk memisahkan Ariani dan Bram.
***
__ADS_1
Disisi lain Bram dan Ariani terduduk di atas tempat tidur. Ariani memandangi Bram mencoba mencari tau apa yang terjadi. Bram hanya terdiam. ia beralasan kalau ia salah minum. Bram mengenakan jubah mandinya berjalan menuju kamar mandi. ia membiarkan air dingin memgguyur seluruh tubuhnya. kedua tangannya menyentuh tembok. ia memikirkan kejadian siang tadi. bagaimana kalau Hyuk telat datang dan rencana Lisa berhasil. ia tidak akan bisa menjelaskan pada Ariani seandainya terjadi sesuatu padanya dan Lisa. ia memang harus memperketat keamanan. menahan Hyuk tetap berada di belakangnya adalah hal yang paling benar. bagaimana pun ia selalu butuh Hyuk apa lagi di situasi seperti hari ini. Bram menyandarkan kepalanya ke dinding kamar mandi. ia merasa bersalah pada Ariani. gadis itu yang menanggung akibat dari perbuatan Lisa yang mencampurkan obat pada minumannya. kesekian kali Bram dan Ariani melakukan hubungan itu, Bram berharap Ariani suatu saat akan hamil anaknya. Bram tersenyun memikirkan hal itu.