
Qayla sedang duduk sambil mengayun-ayunkan kakinya sambil menunduk , tak lama raii selesai dengan meeting nya dan kembali menuju ruangan nya .
Ketika sudah mendekati ruangannya , ahyar lebih dulu pamit ke ruangannya . Raii melihat sosok wanita yang selalu di rindukannya ,
" sayangg " seru raii membuat qayla menoleh dan tersenyum
" Kenapa duduk nya di sini ? , Kenapa tidak di dalam , kenapa resepsionis tidak memberitahu kan aku jika istri ku ini kesini "
" Aku yang bilang gak usah , aku kesini cuma mau kasih ini buat kamu . aku buatkan ini untuk mu "
" Yakin cuma mau kasih itu saja bukan karena rindu mau ketemu akuu "
" Ishh .. " gumam qayla menunduk
Raii tertawa , " masuk yuk .. " dan mereka pun duduk
" Kau harus sarapan , sesibuk apapun pokoknya harus sarapan walaupun sedikit tau nanti kalau sakit gimana "
" kamu bakal sedih gak ? "
" Ya iyalah , masa kamu sakit aku gak sedih "
Raii tersenyum puas mendengar nya ..
Tok , tok , tok . " Raii , rapatnya sudah akan di mulai " ucap ahyar
" Yaa ! " Jawab raii menatap kearah pintu
" Yaudah kalau gitu aku sekalian pamit , eh iya dari sini aku mau ke rumahnya lifah sama Melda udah janjian , boleh kan ? "
" He'um , asalkan di antar sopir yah "
" Eung .. "
Sesampainya di luar. ahyar Tengah menunggu raii ,
" Lu duluan ajah Yar nanti gua nyusul . gua mau temenin istri gua kedepan dulu "
" aku kebawah nya sendiri ajah . " Angguk qayla
" ah tidak mauu , aku akan mengantarmu .. "
Sementara ahyar tampak geli melihat raii ,
" qay , lu ko gak geli si . " Seru ahyar geleng-geleng
Seketika raii langsung berubah menatap tajam dan dingin Ahyar
" Kalau gitu gua duluan .. " ucap ahyar tersenyum
Raii dan qayla pun sudah keluar dari elevator dengan raii yang masih menggandeng tangan
Qayla ,
Lagi-lagi dan lagi semua karyawan yang melihatnya pemandangan di depan mata mereka terpanah dengan sosok Presdir yang mereka kenal dengan image dingin seperti kutub Utara dan kejam nan sadis mampu begitu manis dan lembut bersama qayla .
" Terimakasih ya makanannya dan hati-hati , kabarin aku kalau sudah di rumah lifah . " Seru raii membuka pintu mobil
" eung sama-sama , masuklah .. "
Raii tampak sedih , " uhff sebenarnya aku masih ingin bersama istri ku ini "
__ADS_1
" Semangat dongg , " senyumnya manis
" Iyah .. " Sahut raii tersenyum mengelus kepala qayla yang tertutup hijab
Ketika qayla hendak masuk , " raii .. semangat ! , " Gumam qayla pelan mengepalkan kedua telapak tangannya dengan manis lalu melambaikan tangan
Tak henti-hentinya raii tersenyum sumringah melihat istrinya itu sebelum akhirnya qayla pergi ,
Kemudian raii menuju ruang meeting yang sudah di tunggu ahyar di sana dan yang lainnya , ia berjalan masih dengan senyumannya mengabaikan yang lain yang tengah terpesona dengan senyuman dan juga iri dengan perlakuan yang di berikan Presdir untuk qayla ..
" Duhh yaallah gak kuat , gak KUAT ! sumpah liat senyumannya Presdir " oceh salah satu karyawan
" Ahhhh beruntung banget jadi nona qayla , udah di perlakukan dengan sangat istimewa dan juga tiap hari bisa liat senyumannya Presdir yang sangat langka "
" Benerrrr , Kayanya gak deh kalo nona qayla sering-sering ajah kesini kan. soalnya nih ya keliatan Presdir happy gitu tiap nona qayla ke sini apa lagi kalau di rumah ya kan "
" Eh-eh gak ngebayangin kan di dekapan Presdir gitu hadeuhh ..." Menjerit pengen
" Btw , apa kalian tahu asal-usul nya qayla itu ! " Timpal Sasa
Semua karyawan mengeleng tak tahu ..
" Lucu bukan sampai sekarang saja Presdir tak pernah tuh sekalipun berkoar mengumumkan pernikahannya bahkan nih di blog pribadi atau laman sosmed gak ada tuh tentang pernikahan mereka .. "
" Kamu mencari tahu semua itu sa ?! " Tanya sang resepsionis baik
" Iyah ! , Karena aku masih gak suka ajah kalau wanita yang super biasa-biasa ajah dan gak jelas juga asal usul nya itu adalah istri dari Presdir raii . Cih gak pantes !! , Coba aku tanya kalian tahu gak wanita itu dari keluarga mana ? , Pendidikan nya apa ? , Kita gak tahu kan . bisa saja kan wanita itu adalah anak haram yang gak jelas siapa orang tuanya ! "
" Sasa cukup , kamu itu keterlaluan . Jelas-jelas kamu tahu kan kalau nona qayla itu adalah adik dari CEO perusahaan yang tak kalah terkenal juga . " Seru sang resepsionis
" Cih .. " gumam Sasa
Sementara yang lain sibuk mencari tahu nya di laman internet ..
Berhentilah sebuah mobil di depan rumah minimalis dengan sentuhan sederhana ,
" Terimakasih pak .. " lalu berjalan masuk kedalam rumah tersebut menengok kanan kiri lalu menuju dapur ,
" Assalamualaikum Tante .. " serunya
" ah astagfirullah , cukup mengejutkan wanita yang sudah tak muda lagi itu .
" waalaikummusallam qaylaa " sahutnya tersenyum . itu adalah ibunya lifah
" Tante bagaimana kabarnya ? " Tanya qayla
" Alhamdulillah baik sayang , kalau kamu dan suami bagaimana ? " Balik tanya
" Alhamdulillah qayla dan raii baik juga , oh iya ini untuk Tante "
" Pake repot-repot banget bawa ginian segala si qay , "
" Gak ngerepotin Tante , " gumam qayla melihat keatas ..
" pasti kalian udah janjian kan , keatas lah udah ada Melda juga di sana "
" Hehe , qayla ke atas ya Tante "
" Iyah . eh tapi tunggu , Tante mau nanya lifah baik-baik saja kan ya ? "
" Ah ? .. "
__ADS_1
" Soalnya dari kemaren tuh lifah gak keluar kamar terus mukanya suram gitu Tante tanya katanya dia baik-baik ajah , kamu tahu gak lifah kenapa qay ? " ujar sang ibu khawatir
" Emm , gimana nya Tante .. " gumam qayla sambil membatin , kalau lifah memang belum terbuka atas apa yang ia alami ..
" Jadi gak mau kasih tahu nih sama Tante ? , dari dulu tuh ya gak pernah berubah kalian bertiga selalu ajah merahasiakan sesuatu "
" Qayla keatas dulu ya Tantee .. " seru qayla berjalan meninggalkan ibunya lifah
Sesampainya ia di atas , di dapati lifah yang benar-benar tak bersemangat di atas kasur dengan Melda yang masih berusaha untuk menghibur nya ..
" Ouhh , pantas saja di luar begitu mendung ternyata itu karena kau " ujar qayla berhasil membuat Melda dan lifah melihat nya
" Ishh mana ada .. " sahut lifah merespon
" Aku membeli cake kesukaan kalian , " unjuk qayla di tangannya
" Wahh kebetulan , dari tadi aku hanya di anggurin tanpa minuman dan makanan pula " canda Melda membuka cake yang di bawa qayla itu
" Kau kan bisa ambil di belakang , aku lagi males ngapa-ngapain ! " Ucap lifah dengan bekas kedua mata yang sipit sembab tampaknya air matanya mungkin sudah habis dia keluarkan ..
" Meskipun males tapi kamu juga harus makan , seenggaknya kamu juga harus pikirkan kesehatan mu " pinta qayla
" Uhfff .. tapi aku gak laper , kalian makan saja " seru lifah
" Masa kamu tega si lif aku udah beliin ini untuk kamu loh terus udah anteri lama juga buat bisa beliin cake kesukaan kamu , " lirih qayla
" Parah si ! " Ujar Melda geleng-geleng
Lifah melihat kedua sahabatnya itu ,
" iyah-iyah , aku makan .. " ucap lifah yang langsung membuat qayla dan Melda tersenyum manis memandang nya
" Lif , tadi mama mu menanyakan tentang mu , ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan mu " . Seru Melda Yang di anggukkan qayla
Lifah menoleh Melda dan qayla ,
" Rasanya aku butuh waktu untuk memberitahukan mereka karena sulit saja membicarakan ini " gumam lifah
" Lihat kita , kamu pasti bisa melewati ini di luar sana banyak ko pria yang lebih baik dari pada dia jangan menangisi orang seperti nya . aku tahu berbicara mungkin lebih mudah tapi kamu gak harus seperti ini , sementara dia di sana mungkin masih bisa makan dengan tenang . " ucap Melda
" Tapi kenapa ? , kenapa setelah 10 tahun ini Allah baru memberitahukan semuanya ketika banyak hal yang sudah aku lalui bersama nya " gumam lifah berkaca-kaca
" Karena yang di atas lebih tahu yang terbaik untuk kamu sedang kamu tidak , yang aku tahu segala sesuatu yang tidak mengenakkan pasti akan selalu ada hal baik di dalamnya untuk mu apapun itu , kau itu orang yang baik pasti Allah akan mempertemukan mu dengan orang yang baik pula . Kadang kala kamu memang di pertemukan dengan sebagian orang yang memang hanya di takdir Allah untuk sebatas menemani mu bukan untuk menjalani hidup bersama mu , dulu tanpa dia kamu baik-baik saja dan aku harap sekarang tanpa dia juga kamu akan baik-baik saja seperti dulu " Seru qayla memegang tangan lifah
Tiba-tiba pula perkataan qayla dan Melda mengingatkan nya pada ucapan Ian malam itu ...
" Mau pergi jalan keluar untuk cari angin ," ujar Melda
Qayla melihat lifah ...
" Gak ah , aku mau tidur ajah udah sore sebaiknya kalian pulang ajah ! " ucap lifah menolak , lalu menarik diri masuk kedalam selimut dalam-dalam . Membuat qayla dan melda khawatir karena tak biasanya ia menolak pergi jalan keluar meskipun sedang sibuk sekalipun
Lalu Melda dan lifah menarik nafas dalam-dalam berbarengan sebelum akhirnya mereka kemudian pergi , karena gak banyak hal yang bisa mereka lakukan pada orang yang sedang terluka hatinya oleh cinta . selain menyemangati dan menghibur tapi tampak jelas jika lifah masih belum baik-baik saja ..
~π»π»~
-
-
...jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun βΊοΈπ»...
__ADS_1
maaf yaa Mimin baru sempet update soalnya ada masalah internal π