Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Andi Lelah


__ADS_3

Sesampai di rumah Vita, Andi langsung memarkirkan mobilnya ke garasi. Lalu setelah itu, ia pun langsung masuk ke dalam rumah. Namun saat ia mengucap salam tak ada yang menjawabnya. Andi pun segera pergi menuju kamar Vita dan ternyata Vita masih sibuk dengan Hp nya.


"Sudah pulang mas?" tanya Vita saat melihat Andi berada di kamarnya.


"Iya," jawab Andi


"Gimana sudah berakhir kan hubungan kamu sama Alexa?" tanya Vita


"Iya,"


"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Alexa itu emang gak pantas buat kamu. Yang pantas buat kamu itu aku. Iya sudah kamu buatin aku kolak pisang dong," pinta Vita


"Iya. Tapi aku mau ke luar dulu, mau nyari pisangnya karena di dapur gak ada pisang," ucap Andi


"Iya udah sana cepetan," ucap Vita ketus.


Andi pun langsung pergi ke luar lagi untuk membeli pisang.


Setelah membeli pisang, ia juga beli kelapa yang sudah di parut dan juga pandan.


Setelah selesai ia pun segera kembali pulang agar ia tak mendengar Vita ngoceh ini dan itu.


Sesampai di rumah. Andi segera pergi ke dapur untuk mengupas pisangnya dan memotongnya jadi dua. Ia juga memeras kelapa yang sudah di parut untuk di ambil santannya. Andi juga mencuci pandan yang ia beli dan menyiapkan gula putih sebagai pemanis.

__ADS_1


Setelah selesai iapun membuat kolak pisangnya, tak butuh waktu lama cuma sekitar 15 menit. Sudah selesai.


Lalu ia pun membersihkan dapurnya. Setelah bersih, ia membawa kolak pisang itu ke kamar Vita.


"Ini kolaknya," ucap Andi sambil menaruh kolak itu di meja.


"Suapin dong," pinta Vita.


"Tapi kan tanganmu yang sebelah kiri masih bisa di pakai. Kamu taruh dulu hp nya, agar bisa makan sendiri," ujar Andi


"Mas, kamu harus inget ya. Aku seperti ini juga karena kamu. Aku memang mencintai kamu, bahkan aku rela mengorbankan nyawa aku buat kamu. Seharusnya kamu perlakukan aku dengan sangat istimewa. Bukan membantah apa yang aku suruh. Tanganku emang bisa di pakai, tapi kamu lihat kan. Aku sibuk main game. Jadi aku ingin kamu suapi aku. Kamu aja kadang juga nyuapin Alexa di kantin, kenapa nyuapin aku gak mau. Ingat baik-baik ya. Jika bukan karena aku, mungkin kamu sudah meninggal dan sudah di tutup tanah," bentak Vita yang membuat Andi harus beristighfar berkali-kali.


"Vita dulu kamu gak seperti ini. Kamu dulu baik saat masih bersahabatan dengan Alexa. Bahkan aku lihat setiap dhuhur, kamu juga ikut Alexa untuk sholat di masjid. Kamu juga ramah kepada siapapun. Tapi sekarang, kenapa kamu jadi kasar seperti ini? Kenapa?" tanya Andi tak mengerti dengan jalan fikiran Vita.


"Sekarang kamu sudah berhasil membuat aku sama Alexa putus tunangan. Kamu juga berhasil membuat aku jadi milik kamu. Apakah sekarang kamu puas?" tanya Andi


"Enggak. Aku belum puas. Sebelum melihat Alexa benar-benar menderita. Aku juga belum puas karena kamu belum bisa mencintai aku. Kamu melakukan semua ini karena terpaksa bukan karena tulus," ujar Vita


"Kenapa kamu sangat membencinya Alexa padahal dia baik banget sama kamu. Dan bagaimana aku bisa mencintai kamu jika kamu gak bisa menghargai aku," ucap Andi.


"Aku membenci Alexa karena dia selalu beruntung dari pada aku bahkan dalam hal apapun. Dan aku bukannya gak bisa menghargai perasaan kamu tapi inilah aku. Seperti yang kamu lihat. Inilah sifat asliku. Gak suka sholat alias malez., gak bisa bersih-bersih dan masak, manja, suka merintah, egois, suka bentak orang lain dan tidak terlalu akrab dengan orang tuaku,"


"Jika kamu gak suka bersih-bersih. Lalu siapa yang membersihkan rumah ini sedangkan orang tuamu selalu sibuk dengan bisnisnya?" tanya Andi heran.

__ADS_1


"Pembantuku,"


"Lalu dimana dia sekarang?"


"Aku sudah meminta mamaku memecatnya saat aku tau kamu akan tinggal di rumahku untuk merawatku?"


"Kenapa kamu memecatnya?"


"Karena aku gak membutuhkannya lagi. Bukankah sudah ada kamu yang menggantikan posisi dia. Bahkan kamu bisa membersihkan rumah ini, masak untukku dan juga melayani semua keinginan ku. Lalu buat apa aku mempertahankan pembantu yang sudah tidak aku butuhkan lagi," ujar Vita


"Kamu mencintaiku tapi kamu juga memperlakukan aku layaknya pembantu?" tanya Andi


"Iya, aku sangat mencintaimu. Sebenarnya aku gak menganggap kamu sebagai pembantu, aku hanya memanfaatkan apa yang kamu bisa. Lumayan kan, aku gak perlu bayar pembantu. Lagian sekarang aku gak kerja dan gak ada masukan. Sedangkan mama dan papa hanya memberiku uang yang yang tidak terlalu banyak jadi aku harus berhemat," jawab Vita.


"Kamu memang perempuan hebat," sindir Andi


"Kalau aku gak hebat. Aku gak mungkin bisa mendapatkan kamu," ucap Vita dalam hati.


"Sudahlah, sekarang kamu suapi aku karena aku gak suka jika kolaknya sudah dingin," ujar Vita.


Andi pun melakukan apa yang di suruh oleh Vita. Selesai menyuapi Vita, Andi segera mencuci baskom nya dan juga sendok ya. Lalu ia pergi ke kamarnya untuk ambil wudhu, sholat dan menenangkan pikirannya karena ulah Vita yang selalu bisa membuat dirinya kesal setengah mati.


Namun ia harus bisa menahan emosinya agar tak terpancing. Walau bagaimanapun, karena Vita dirinya masih hidup sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2