
Alexa memencet bel apartemennya sendiri. Walaupun ini adalah apartemennya tapi ia gak bisa masuk gitu aja karena saat ini ada seseorang yang menempatinya. Gak sopan rasanya jika langsung masuk gitu aja walaupun Alexa tau, bagaimana membuka apartemennya itu karena Alexa hafal betul berapa kode untuk membuka apartemennya.
Tak lama kemudian, Edwin pun membuka pintunya namun betapa kagetnya dia saat ia melihat di depannya ada Alexa dan juga Andi.
"Assalamualaikum," ujar Alexa yang masih tersenyum walaupun ia merasa sangat kesal, selama ini ia sudah di bodoh bodohi oleh laki-laki yang kini ada di depannya itu.
"Waalaikumsalam, ayo masuk," ucap Edwin. Dia sangat kesal melihat Alexa dan Andi yang terlihat sangat akrab bahkan terlihat bahagia. Padahal ia berfikir, dirinya sudah bisa menaklukkan hati Alexa. Nyatanya ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Alexa bersama dengan Andi dan mereka seakan-akan tak ada masalah. Padahal sebelumnya Alexa sendiri yang bercerita padanya kalau Andi sudah memutuskan pertunangan. Untuk itulah Alexa pergi ke Surabaya untuk menenangkan diri tapi nyatanya sekarang. Mereka seperti pasangan yang sangat romantis.
Alexa dan Andi duduk di sofa, begitupun dengan Edwin. Edwin gak menyediakan minuman atau apapun karena Edwin sibuk dengan fikirannya sendiri.
"Kamu pasti bingung kan, kenapa aku bisa datang ke sini berdua dengan Mas Andi?" tanya Alexa.
"Iya," jawab Edwin singkat dan padat.
"Aku sudah tau semua rahasia kamu mas. Rahasia kalau kamu sudah punya tunangan di kampung bahkan kamu akan menikah tahun depan," ujar Alexa.
"Apakah Andi yang memberitahu kamu?" tanya Edwin.
__ADS_1
"Bukan. Tapi keluarga ku. Saat aku baru pulang, mereka langsung memberitahu semuanya. Bahkan mereka juga yang bilang bahwa Mas Andi ke Surabaya untuk memberikan penjelasan bahwa Mas Andi sudah lepas dari jeratan Vita yang telah tega memfitnahnya," ucap Alexa menjelaskan panjang lebar.
"Maafkan aku, aku gak bermaksud membohongi kamu. Hanya saja aku gak yakin dengan pertunangan yang aku jalani karena itu adalah pertunangan dari hasil perjodohan bukan karena cinta. Dan saat aku bertemu denganmu lagi, aku ragu untuk mengatakannya. Karena aku fikir, aku bisa bersama kamu setelah aku tau kamu dan Andi sudah putus tunangan. Aku juga akan segera memutuskan pertunangan ku itu,"
"Kamu mau mutusin tunanganmu karena aku?" tanya Alexa.
"Iya," jawab Edwin.
"Ternyata kamu bukan laki-laki yang setia. Kamu rela melepaskan tunanganmu hanya demi aku yang belum tentu memilihmu untuk jadi pasangan hidup aku," ujar Alexa.
"Tapi aku mencintai kamu,"
"Kamu menyesali apa yang sudah terjadi di antara kita?" tanya Edwin.
"Iya, aku sangat menyesal. Dan bagiku, itu adalah kebodohan terbesar yang pernah aku lakukan selama hidupku," jawab Alexa jujur.
"Apakah kamu akan kembali sama Andi?" tanya Edwin memastikan.
__ADS_1
"Iya. Aku memilih Mas Andi dan kami akan menikah dalam waktu dekat," jawab Alexa tanpa ragu sedikitpun.
"Aku senang mendengarnya. Maafkan aku yang sudah membohongimu. Aku ikhlas kamu bersama Andi sahabat aku. Dia memang pria yang baik dan sangat pantas buat kamu. Beda denganku.
Aku akan kembali ke Surabaya dan bekerja seperti biasa dan setelah itu. aku juga akan menikah dengan tunanganku," jawab Edwin yang berusaha untuk tegar walaupun hatinya sangat perih dengan apa yang telah di ucapkan oleh Alexa. Namun memang benar, apa yang di ucapkan oleh Alexa adalah benar apa adanya. Di sini, dirinyalah yang salah.
Mungkin memang Alexa takdirnya berjodoh dengan Andi dan Edwin gak bisa untuk melepaskan mereka ataupun merebut Alexa dari tangan Andi karena Edwin bisa melihat sendiri bahwa Alexa dan Andi adalah pasangan yang serasi.
"Baiklah, mungkin lebih baik seperti itu. Aku harap kamu bisa menjadi laki-laki yang setia. Hargailah pasangan kamu walaupun kamu belum mencintainya dan aku doakan, kamu dan tunangan kamu bisa menjadi pasangan yang harmonis sampai maut memisahkan," ujar Alexa tulus.
"Iya, terimakasih doanya," ujar Edwin tersenyum.
"Bro, maafin aku," ucap Edwin.
"Gak papa, santai aja. Aku sudah maafin kamu, jauh sebelum kamu minta maaf," jawab Andi tulus.
"Aku harap kita tetap menjadi sahabat untuk selamanya," ujar Edwin yang menyesal karena sudah menyakiti sahabatnya.
__ADS_1
"Yah, kita akan jadi sahabat selamanya," jawab Andi yang memang gak menaruh dendam ataupun sakit hati atas apa yang pernah di lakukan oleh Edwin beberapa hari yang lalu.
Setelah itu, Andi dan Alexa pun pamit. Karena Andi juga harus mengantarkan Alexa pulang dan juga Andi ingin bertemu dengan saudara ipar dan juga mertuanya untuk membicarakan pernikahan dirinya dan juga Alexa.