
Hyuk merasa sudah pulih, lengannya sudah tidak sakit dan perbannya juga sudah di lepas. ia mulai menkuni olahraga kesukaanya yaitu menembak dan memanah. Hyuk selalalu fokus pada sesuatu yang menjadi targetnya seperti olahraga menembak juga membutuhkan fokus dan konsentrasi.
Hyuk beristirahat di sela hobinya itu. ia meminum jus buah buatan santi. ia merapikan peralatannya.
"Maaf tuan, tuan Bram menunggu di ruang tamu". Kata Santi.
Hyuk bergegas ke ruang tamu sebelum Bram marah karena menunggunya terlalu lama.
"Tuan". Sapa Hyuk menundukan kepalanya.
"Hyuk ada yang ingin ku bicarakan pada mu".
Keduanya berjalan menuju ruang kerja Hyuk yang luas dan nyaman. Bram duduk di kursi kerja Hyuk sementara Hyuk berdiri menunggu perintah.
__ADS_1
"Kau tahu berapa banyak yang kita investasikan ke perusahaan Dewan Bestari".
"Separuh dari saham yang saya miliki tuan".
"Benar dan itu jumlah yang besar".
Hyuk membaca arah pembicaraan Bram. wajahnya sedari datang sudah terlihat menegangkan.
"Beberapa hari ini aku menyuruh orang mu untuk mengawasi Dewan dan mereka mendapat bukti kelicikan Dewan".
"Hyuk, aku tau kau dekat dengan salah satu putri Dewan Bestari. tapi ku harap kau bisa menjalankan semua tanpa hambatan seperti biasa kau lakukan".
"Akan saya lakukan sesuai perintah tuan". Bayangan wajah Keara berkelebat di benaknya.
__ADS_1
"Bagus aku tak jadi melanjutkan perjodohan antara Petra atau kau dengan putri Dewan".
Sebelum beranjak pergi Bram menepuk pundak Hyuk. ia berharap Hyuk tak akan luluh dengan gadis itu. karena Bram tahu Hyuk sudah jatuh hati pada gadis itu.
***
Cecilia mendatangi rumah Hyuk ia ingin sekali bertemu Hyuk. tapi Hyuk mengusirnya pulang dan mengatakan jangan menemuinya lagi. Cecilia yang tidak mengerti langsung menangis. ia tidak pulang melainkan pergi ke tempat kerja Keara. ia mengadukan pada adiknya itu sikap Hyuk padanya. Keara yang terkejut langsung menenangkan kakaknya dan menyuruh Cecil pulang saja. Keara mengambil kunci mobil dan bergegas pergi menemui Hyuk di rumahnya. sesampainya di rumah Hyuk seperti biasa keadaan rumah mewah itu selalu sepi. Santi juga tidak masuk kerja sepertinya. satpam di depan mengizinkan Keara untuk masuk berarti Hyuk memperbolehkan dirinya untuk bertemu.
"Kenapa kau mengusir kakak ku tuan?". Tanya Keara. ia menatap Hyuk yang memunggunginya. Hyuk berdiri di dekat jendela menatap ke halaman rumahnya yang luas.
"Mulai sekarang kau juga tak boleh bertemu dengan ku atau keluarga tuan Admaja lagi". Suara Hyuk dingin dan datar. Keara seperti tak mengenalinya sama sekali.
Ada apa ini. kenapa ia bersikap begitu. Keara.
__ADS_1
"Ada masalah apa tuan?, kenapa jadi begini?".
"Pergilah. aku sudah cukup bicara padamu. akan kubalas kebaikan mu suatu hari nanti karena telah menolongku saat aku terluka". Hyuk melangkah pergi menuju ruang kerjanya. Keara yang mematung perlahan berjalan lunglai menuju pintu keluar. ia memasuki mobilnya dan menangis. semua berkecamuk di benaknya. kemarahan Hyuk bukan kemarahan biasa. bahkan Hyuk biacara tak melihat wajah Keara. ia membiarkan gadis itu hanya melihat punggungnya. saat Keara pergi meninggalkan rumahnya Hyuk mengamati mobil Keara dari jendela ruang kerjanya. ia tahu gadis itu pasti sedang menangis. tidak ada pilihan lain. Hyuk tidak pernah berhianat pada Bram. tidak sekarang dan juga nanti. meskipun ia harus mengorbankan dirinya.