Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Pertemuan Keluarga Besar


__ADS_3

Keesokan harinya, Andi menyuruh keluarganya untuk bersiap-siap karena Andi akan mengajak seluruh keluarga besarnya itu untuk pergi ke rumah mertuanya. Ayah mertuanya sudah mengirim pesan agar dirinya segera berangkat ke sana karena keluarga Alexa sudah menunggu.


Andi menyewa bus untuk mengangkut keluarganya karena jika naik mobil gak akan kuat dan Andi pasti akan capek jika bolak balik.


Saat di bus, keluarganya ngomong ini dan itu hingga suasana menjadi rame sedangkan Andi memilih diam dan menjadi pendengar setia. Andi hanya menjawab jika ada yang bertanya.


Sedangkan keluarganya begitu semangat, dari yang membahas pekerjaan, ekonomi, keluarga, artis yang lagi naik daun, artis yang sedang di jerat polisi, membahas hubungan Andi dan Alexa, membahas apa aja.


Andi hanya sengan senyum sendiri mendengarnya. Dari awal naik bus mereka gak berhenti bicara. Ada aja topik yang mereka bicarakan. Sedangkan kaum bapak-bapak, mereka hanya bicara seperlunya aja sama seperti Andi. Hanya kaum ibu ibulah yang selalu pandai dalam bergosip, pandai dalam mencari topik dari A sampai Z.


Setelah setengah jam, akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Alexa. Andi segera turun dengan di susul oleh ayah dan ibunya dan setelah itu keluarganya pun ikut turun satu persatu. Andi memberi kode agar mereka diam namun namanya kaum emak emak melihat rumah yang super mewah, lagi-lagi mereka bicara ya walaupun tidak lagi menggunakan suara tinggi seperti di dalam bus tadi.

__ADS_1


Andi masuk bersamalan dengan Adzriel dan juga Axel begitupun dengan kaum bapak-bapak.


Sedangkan kaum ibu ibu salaman dengan Alexa, Aulia, Zahra, Ayunda dan juga Afifah yang kebetulan juga ada di sana.


Memang tadi pagi-pagi, Axel menjemput Afifah untuk me rumahnya karena akan ada pertemuan untuk membahas masalah pernikahan yang sudah kurang dua Minggu lagi.


Ruangan kaum wanita dan kaum pria, di bedakan jadi dua ruangan, namun mereka tetap bisa mendengar suara satu sama lain.


Adzriel menjelaskan tentang perencanaan pernikahan kedua buah hatinya yaitu Axel dan Alexa. Adzriel juga menjelaskan tentang pesta yang akan di adakan secara besar-besaran.


Toh di rumah Adzriel ada beberapa kamar yang gak di pakai. Jadi bisa menampung keluarga Andi untuk menginap di rumahnya termasuk Andi juga. Afifah juga akan menginap di rumah Adzriel. Nanti Afifah akan tidur bareng Alexa dan Andi akan tidur bareng Axel. Aulia akan tidur di kamar Ayunda, sedangkan kamarnya sendiri akan di pakai oleh ayah dan ibunya Andi. Sedangkan untuk keluarga Andi akan tidur di kamar tamu dan beberapa kamar yang gak kepakai namun setiap hari selalu di bersihkan sehingga semua kamar selalu tertata rapi dan jauh dari debu.

__ADS_1


Setelah hampir satu jam mereka ngobrol, Aulia dan Zahra pergi ke dapur dengan di bantu oleh Alexa, Afifah dan Ayunda untuk mengeluarkan makanan. Karena jika mereka di suruh masuk dan makan di ruang keluarga, tentu gak akan cukup karena ruang makan hanya bisa di tempati oleh 12 orang, karena kursi makan juga ada 12.


Untuk itulah, keluar Adzriel dan Zahra sepakat agar nasi dan lauk pauknya di keluarin aja termasuk buah dan juga cemilan serta minuman yang memang sudah di sediakan. Mereka makan di ruang tamu, dengan duduk di karpet. Mereka makan dengan lesehan karena makan lesehan lebih mantap dari pada makan di atas kursi. Apalagi rame-rame gini hingga suasananya menjadi lebih seru dan menyenangkan.


Keluarga Andi yang memang dari kampung, mereka sangat bahagia dengan makanan yang di sediakan. Lauk pauk yang super mewah, segala macam buah ada. Bahkan berbagai macam cemilan juga tersedia. Keluarga Andi makan dengan lahap hingga membuat Andi malu atas sikap mereka. Namun Adzriel dan Zahra memakluminya dan mereka tersenyum melihat keluarga Andi yang bahkan hampir menghabiskan semua yang ada di depan mereka.


Selesai makan, mereka ngobrol lagi. Sedangkan piring-piring yang kotor di bawa oleh ART ke dapur untuk di bersihkan.


Keluarga Andi sangat betah di sana karena keluarga Alexa yang sangat ramah dan baik bahkan dalam waktu dekat, mereka bisa ngobrol akrab layaknya keluarga. Afifah juga merasa seperti berada di tengah-tengah keluarga yang menyayangi nya. Yah walaupun ia sadar betul, siapa dirinya namun entah kenapa Afifah bahagia berada di antara mereka.


Dari kecil Afifah hidup sendirian namun sekarang, ia merasa seperti punya keluarga yang sangat lengkap bahkan Afifah merasakan ketulusan dari mereka semua.

__ADS_1


Afifah berharap, masa lalunya tidak akan merusak masa depannya.


Sedangkan Alexa, ia sangat bahagia ngobrol dengan ibunya Andi dan juga keluarga Andi yang sebentar lagi akan menjadi keluarganya sendiri begitupun dengan Aulia dan Zahra. Mereka sangat bahagia sekali. Ayunda, dia juga ikutan ngobrol walaupun kadang ia kurang nyambung apa yang sedang di bicarakan oleh keluarganya.


__ADS_2