Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Axel Cemburu


__ADS_3

Setelah mengantarkan Afifah pulang, Axel langsung pulang ke rumahnya, ia gak mau kembali lagi ke kantor karena ia sudah gak mood, kalau di paksakan pun malah berakhir tidak baik dan hasilnya pun tidak terlalu memuaskan. Lebih baik Axel memilih menenangkan diri terlebih dahulu sampai ia bisa berfikir jernih lagi.


Sesampai di rumah, Axel langsung memasukkan mobilnya di garasi. Lalu ia segera masuk rumah dan setelah itu langsung pergi ke kamarnya. Axel membuka semua baju yang melekat di tubuhnya lalu pergi ke kamar mandi untuk merendam tubuhnya dengan air hangat.


Axel berharap setelah ini, Axel bisa berfikir jernih kembali. Sungguh memikirkan satu wanita itu lebih rumit dari pada memikirkan semua bisnis yang ia kelola.


Andai di suruh memilih, Axel lebih baik di suruh mengerjakan banyak berkas perusahaan daripada harus berkutat dengan satu wanita yang gak peka dan gak mau mengerti perasaannya. Karena jujur, itu sangat menguras emosi Axel.


Bahkan Axel merasa lelah dengan kisah cintanya yang begitu rumit. Lebih lelah dari pada saat ia membangun perusahaannya sendiri dari nol hingga bisa seperti sekarang. Walaupun ia memegang perusahaan aby nya tapi Axel juga sudah mempunyai perusahaan sendiri yang ia bangun dengan hasil jerih payahnya tanpa bantuan siapapun kecuali bawahannya.

__ADS_1


Setelah merendam tubuhnya di air hangat selama 30 menit, Axel segera membersihkan tubuhnya lalu ambil wudhu karena ia belum sholat dhuhur.


Selesai ambil wudhu, Axel langsung mengeringkan tubuhnya menggunakan handuk lalu memakai sarung, baju Koko dan pecinya. (Peci adalah songkog atau kopiah). Axel juga tak lupa menyemprot bajunya dengan minyak wangi yang tanpa alkohol.


Setelah itu, Axel pun langsung pergi ke musholla untuk sholat dhuhur sendirian. Selesai sholat, Axel menyempatkan diri untuk membaca Al Qur'an sekitar satu juz. Setelah selesai membaca Alquran, Axel kembali ke kamarnya untuk istirahat. Yah, Axel membaringkan tubuhnya ke atas kasur dan tak lama kemudian ia ketiduran.


Axel bangun tidur jam 4 sore. Axel segera ambil wudhu lalu sholat ashar. Selesai sholat, ia duduk santai di ruang keluarga sambil nonton tivi. Tiba-tiba Axel ingat dengan hp yang ada di kamar tidurnya, hp nya belum ia sentuh sama sekali sejak ia pulang ke rumah.


"Maafkan aku jika kata-kataku tadi menyakiti Mas Axel. Maafkan aku jika aku sudah membuat Mas Axel kesal dengan apa yang terlontar dari mulutku. Bukan maksudku membuat Mas Axel kesal, kecewa dan juga sedih. Hanya saja aku gak suka jika Mas Axel terlalu posesif terlebih kita ini sedang tidak menjalani sebuah hubungan.

__ADS_1


Aku tau perasaan Mas Axel, mas menyukai ku. Mas Axel cinta sama aku tapi jangan sampai rasa cinta itu membuatku jengah dengan sikap Mas Axel. Aku gak akan berjanji, tapi aku akan berusaha untuk jaga jarak dengan orang lain terutama kaum laki-laki. Jadi Mas Axel gak perlu hawatir. Sekali lagi aku minta maaf."


Axel membaca pesan itu lalu menaruh hpnya di atas meja. Axel gak ada niatan untuk membalas pesan dari Afifah.


Karena bosan gak tau harus berbuat apa, Axel pun pergi jalan-jalan, ia mengelilingi kota dan singgah ke panti asuhan untuk memberikan rezekinya kepada mereka, anak yatim. Axel juga sempat bermain bersama mereka hingga tak terasa adzan Maghrib berkumandang. Axel pun sholat berjamaah sama mereka (anak yatim), selesai sholat. Axel langsung pamit pulang ke rumahnya.


Namun di perjalanan, Axel melihat Afifah bersama seorang laki-laki. Ingin rasanya Axel menghampirinya tapi gak bisa. Axel memilih diam di dalam mobil dan memperhatikan mereka berdua. Emosi yang tadi sudah gak ada, kini kembali lagi melihat Afifah yang begitu asyik ngobrol sama lelaki tersebut.


Padahal baru tadi sore Afifah mengirim pesan akan jaga jarak dengan laki-laki tapi sekarang, ia melihat dengan kedua matanya sendiri, Afifah bersama laki-laki dan mereka terlihat sangat akrab sekali.

__ADS_1


Karena gak tahan melihat mereka berdua, Axel pun segera pergi dari sana. Axel segera pulang ke rumahnya dengan rasa cemburu yang teramat sangat. Axel di buat kecewa untuk yang kesekian kalinya oleh orang yang sangat ia cintai.


__ADS_2