
Di smiling flower ..
ian baru saja selesai dengan pembeli terakhir di smiling flower , sementara lifah tengah merapikan sisa-sisa tangkai bunga yang berhamburan berantakan sebelum pulang ..
Saat lifah sudah selesai merapikan semua yang perlu di rapihkan , ia kemudian kedepan dengan membawa tasnya hendak pulang . Ia pun mendapati meja kasir yang sudah kosong tak menemukan keberadaan Ian . Tanpa pikir panjang , Lalu ia pergi keluar mengunci pintu smiling flower .
Saat ia hendak melangkah pergi , sosok Ahmad berdiri menghadap nya dengan tatapan sendu .
Seolah tak peduli lifah berlalu jalan mengabaikannya ,
" Ini akan menjadi kali terakhir , tolong dengarkan aku . " ujarnya memohon dan hal itu berhasil menghentikan langkah kaki lifah
" Tolong maafkan aku sekali ini saja . " Sambungnya lirih
Lifah berbalik dengan mata berkaca-kaca , " memaafkan mu ? Memaafkan apa ? , Tidak bisakah kamu tetep menjadi bajingan ? , Apa tidak bisa ? " Ucap nya dengan suara menahan gemetar , " Baiklah . Sejujurnya .. sejujurnya aku kembali goyah setelah bertemu dengan mu lagi . Saat itu aku kesakitan setiap bertemu dengan mu , tapi sekarang tidak . " Jelas lifah
" Sungguh , tolong beri aku satu kesempatan lagi ..." Pinta Ahmad
" Kesempatan apaaa ?! , Oke anggaplah aku memaafkan mu . Anggaplah aku memberikan mu kesempatan lagi , lalu selanjutnya apa ? "
" Mari kita menikah . Kita sudah setuju untuk menikah setelah 10 tahun berpacaran , mari kita berpacaran lagi dua tahun lagi , lalu menikah . " seru Ahmad yang menyesal karena ternyata lifah jauh lebih baik daripada wanita teman tidurnya itu
yang hanya di tatap nanar oleh lifah . ia sendiri tak tahu lagi masih bisa menahan air matanya yang mungkin saat ini sudah tak dapat ia bendung lagi kiranya
" Ah tidak , haruskah kita langsung menikah sekarang ? "
" Ahkk " gumam lifah merasa tak percaya dengan apa yang di omongkan Ahmad
" Kita mulai semuanya dari nol lagi , buka lembaran baru lagi lif " ucap Ahmad
masih dengan lifah yang menatap Ahmad .
" Sayang , " ujar Ian menghampiri lifah yang memang belum pulang .
Kini Ian melihat Ahmad ..
" Ah ya , Apa kau tidak tahu kalau kita berpacaran " ucap Ian begitu gentle
kala itu juga berhasil membuat Ahmad diam , dengan menyeringitkan matanya
" Jadi jangan datang menemuinya lagi ! , Ayook " seru ia mengajak lifah pergi
Lifah melangkah di samping ian tapi tanpa sekata patah pun , sedangkan Ian tahu ini tidak mudah bagi lifah yang sedang berpura-pura baik-baik saja ucapnya saat perbincangan sore tadi .
" Ini , " ujar Ian memberikan secangkir kopi yang memang ia beli . Jadi tadi ia Pergi keluar untuk membeli sebuah kopi karena di rasa mereka membutuhkan kafein untuk pekerjaan yang cukup melelahkan ,
Lifah melihatnya dan menerima kopi tersebut ,
" ku kira kau sudah pergi pulang " seru lifah
" Pulang ? , setelah aku melakukan pekerjaan yang hebat . Tidaklah seharusnya kau membayar ku dulu baru aku bisa pergi , aku sudah membantu pekerjaan mu kan " ucap ian
" Ish , pamrih .. " timpal lifah
" Hei , bukankah semua harus ada timbal balik nya " pernyataan Ian
Lifah menyeringit melihat Ian ..
Masih dengan mereka yang terus berjalan melangkah ,
" Apa dia cinta pertama mu ? " ucap Ian
" Hm Bukan , tapi yang lucunya ia datang dan menjadi obat penyembuh luka ku , waktu itu yang ku yakini selama 10 tahun ini . Kala itu ku kira dia akan menjadi orang terakhir untuk ku meskipun ia bukan awalan ku , cerita nya panjang dengan proses yang sangat luar biasa lelahnya dia bisa menyakinkan ku hingga ternyata ia melakukan ini pada ku . Seru lifah mengembangkan senyum getirnya , Bagaimana dengan mu ? , Apa perasaan mu dengan qayla masih berlanjut , " ucap lifah
" Sepertinya begitu , jelas yang ku tahu perasaan ku dengan nya tidak akan pernah berubah sekalipun . meski aku dengan nya tak bisa bersama , melepaskan nya bukan karena aku ingin , tapi , karena aku harus . "
" Tepat perkiraan , " gumam lifah
" Apa yang tepat ? "
" jelas dugaan ku , hampir 99 % selalu benar " ujar lifah
" ceh , terlalu sotoy .. ( sok tahu ) "
" Hei ! , Julukan ku adalah pakar ahlinya percintaan jadi aku bisa melihat semuanya . Jelas terlihat seperti itu , " seru lifah tersenyum menyombong diri
Ian tertawa , " ehm , pakar percintaan . Yang tidak bisa menyelesaikan percintaan nya sendiri " ledek Ian
" heii ! , Pakar percintaan juga seorang manusiaa . Ia juga manusia ! , Lagi pula selalu lebih mudah melihat percintaan orang lain dan menjadi pakar percintaan orang lain dari pada percintaan sendiri " ucap lifah melihat nya
" Ya , ya , ya .. " sahut Ian
" Emm terimakasih , " ucap lifah
" Apa ? "
__ADS_1
" Yang tadi , untuk pura-pura memiliki hubungan. "
" Ah , Aku tidak melakukan nya secara gratis , bukankah tadi itu aku hebat "
" Wahh , kau itu benar-benar ! ."
Lagi-lagi Ian tersenyum ," Naiklah , aku akan mengantarmu . "
Lifah melihat kearah nya , dan kanan kiri lalu naik karena tak memiliki pilihan ..
***
Sesampainya di depan rumah lifah ,
" makasih " ujar lifah turun
" Tidak ada yang gratis di dunia ini , "
" Hah ? "
" Kau harus membayarnya , terlebih aku juga sudah mengantar mu "
" Uwah , dia . licik sekali . " gumam lifah mengeluarkan dompetnya ,
" Kau bilang apa ? "
" Haha.. ha .. haha tidak , oke aku akan membayar nya " Ujar lifah sinis
" Lupakan saja , sampai nanti . " Seru Ian kemudian pergi ..
Di sebrang kota sana , tepatnya di Seoul .
Matahari cukup bersinar tetapi dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi membuat udara juga tetap dingin meski matahari bersinar ,
" Hmmm , sinar matahari nya nyaman sekali . " Gumam Melda berbalik dari dekapan ahyar menghadap bilik jendela , masih memejamkan matanya di tempat tidur setelah semalam ..
" Apa kau akan bekerja ? "
" Ehm , Hari ini apa rencana mu ? "
" Emm kalau begitu aku akan pergi keluar hari ini dengan qayla . Bolehkan ? "
" Tentu saja , jika senggang kita juga akan pergi keluar dan bersenang-senang " seru ahyar manja
" Baiklah .. " sahut Melda tersenyum
Ya semalam mungkin adalah malam terindah untuk mereka , definisi bekerja tetapi sekaligus honeymoon . hehe
Begitu pula dengan raii dan qayla yang juga masih berbaring di tempat tidur ,
Raii tak bosan-bosannya mendekap tubuh mungil istrinya itu ..
" Tidur mu nyenyak sayang ? " Seru raii tersenyum menatap wajah qayla
" Eung ( ya) .. " gumam qayla membuka matanya melihat raii
__ADS_1
" Owah , kenapa kamu sangat cantik di pagi hari juga "
" Heummm .. "
" Heummm , hehe " tawa raii kembali mendekap qayla dalam pelukannya .
Beberapa menit setelah itu kini raii dan ahyar pun sudah berada di depan pintu apartemen mereka yang hanya bersebelahan untuk pergi ke perusahaan.
Raii mengecup kening qayla dan pergi lalu di susul ahyar yang hanya memegang mesra tangannya Melda ,
Qayla melihat kearah Melda yang tengah tersenyum dengan senyuman yang bisa di katakan ini adalah senyuman terlebar nya . Ya ia tersenyum sampai segitunya ,
" Kita berangkat sekarang ? " Ujar qayla menyadarkan Melda yang masih melihat kearah ahyar meskipun kini punggung Ahyar sudah tak terlihat lagi .
" Ah , ya . Aku akan mengambil tas ku dulu " gumam Melda masih tersenyum
Kemudian Mereka pergi , dengan Melda yang masih terus mengembangkan senyumnya
" Wahh , apa langit memang selalu berwarna merah muda seperti ini qay " ujar Melda tersenyum melihat langit masih dengan senyumannya
" Hah ? , Sepertinya kau sangat begitu bahagia " seru qayla tersenyum
Melda kembali tersenyum mengingat adegan semalam , " yaaaaaaaahaa huuu .. bagaimana ini , ahh aku melihat ahyar di mana-mana " teriak melda begitu bahagia menutup wajahnya dengan malu membuat kaget qayla dan juga pak sopir
Sementara di sebrang sana ahyar menyetir sambil terus tersenyum tak hentinya , terkadang sesekali tertawa Random , " haha , wah aku bisa gila sungguh . " Gumam ahyar tersenyum
Sedangkan raii aneh melihanya dari belakang yang bertingkah seperti itu , " lu baik-baik saja ? " Ujar raii menyadarkan ahyar
" apa ? , Ya gua baik-baik saja . Sangat luar biasa baik malah hahaha " tawa bahagia ahyar
Saat di perusahaan , Veronica mendatangi raii ia mengajak raii untuk pergi bareng ke undangan acara pertemuan yang di gelar nanti malam . Tapi di tolak raii mentah-mentah karena ya tentu saja raii akan pergi dengan qayla. kemudian raii berlalu pergi begitu saja ,
Saat itu Veronica kesal , marah dan juga merasa harga diri nya terluka .
Kemudian mereka bersibuk masing-masing ..
π»π»π»
\-
\-
\-
...***jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun βΊοΈπ»***...
__ADS_1